Paket Liburan Bali

Sewa Mobil -Driver -Tour di Bali

Promo Liburan ke Bali

Prediksi Final Liga Champion 22 mei 2010 : Inter vs Munich

Arjen Robben dan Wesley Sneijder tak cuma berdua saat berenui dengan Santiago Bernabeu di final Liga Champions. Total ada lima pemain yang akan 'mudik' ke kandang Real Madrid itu.

Robben dan Sneijder jadi cerita tersendiri terkait sukses Inter Milan dan Bayern Munich lolos ke final Liga Champions dalam laga yang akan dilangsungkan di Santiago Bernabeu, Minggu (23/5/2010) lusa. Keduanya menjadi bintang di masing-masing kubu setelah terbuang dari Real Madrid.

Kedua pesepakbola asal Belanda itu sama-sama terdepak di penghujung musim 2008/2009, saat Madrid sibuk membangun 'Gugusan Galaksi' keduanya dengan di antaranya memboyong Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Kaka. Selama dua musim, Robben tercatat bermain 50 kali buat Madrid sementara dalam periode yang sama Sneijder merumput 52 kali.

"Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan buat kami berdua. Tak satupun dari kami pernah tampil di final Liga Champions, dan itu baru terwujud setelah kami meninggalkan Madrid. Tapi pada akhirnya ini semua adalah soal sepakbola dan soal kemenangan. Buat kami, semuanya lebih pada keinginan besar kami meraih titel ini," ungkap Robben mengomentari kembalinya dia dan Sneijder di situs resmi UEFA.

Mantan pemain Chelsea itu berulang kali menjadi penyelamat Die Rotten di babak knock out Liga Champions dengan gol-gol yang dia buat ke gawang Fiorentina, Manchester United dan Olympique Lyon. Sedangkan Sneijder juga punya peran krusial di skuad Jose Mourinho dengan lima assist dan tiga golnya.

"Ya, akan menyenangkan bisa kembali bermain di sana. Bertanding di final dan memenangi piala, itu akan hebat. Setelah pergi ke Inter dan tahu kalau final akan dilangsungkan di Bernabeu, adalah sebuah mimpi untuk bisa sampai di sini - meraih kemenangan dan mengangkat trofi. Tak ada yang tak mungkin," timpal Sneijder.

Bukan Robben dan Sneijder saja yang akan menjalani laga 'comeback' di Bernabeu. Di skuad Nerazzurri saat ini ada tiga pemain lain yang pernah terdaftar sebagai pemain Los Merengues, mereka adalah Walter Samuel, Samuel Eto'o dan Esteban Cambiasso.

Eto'o memperkuat Madrid saat dia masih berusia 16 tahun. Tiga tahun membela 'Si Putih', striker Kamerun itu tak kuasa menembus deretan pemain top Madrid yang membuat dia beberapa kali dipinjamkan ke klub lain, hingga akhirnya dibeli Mallorca dan jadi bintang di sana.

Kondisi tak jauh berbeda dialami Cambiasso, yang diboyong ke Bernabeu dalam usia 22 tahun. Dua musim di Madrid (2002-2004), dia cuma dapat kesempatan 42 kali bermain. Tahun 2004 Inter beruntung merekrutnya dan terus dipertahankan hingga kini.

Juga gagal mendapat kepercayaan jangka panjang dari Madrid adalah Samuel. Dibeli mahal dari AS Roma tahun 2004 (25 juta euro), dia dilego ke Inter semusim berselang dengan harga lebih murah sembilan juta euro. Bek Argentina itu dianggap tampil tak memuaskan.

"Saya tumbuh di stadion itu. Saya juga mengambil langkah sebagai pesepakbola profesional untuk kali pertama di sana. Saya harap itu bisa memberi kami keberuntungan," ujar Eto'o.

Arjen Robben sempat merasakan tangan dingin Jose Mourinho saat di Chelsea. Namun jika harus memilih winger Belanda ini lebih suka dilatih oleh Louis Van Gaal daripada Mourinho.

Robben sempat bekerjasama dengan Mourinho selama tiga tahun saat merumput di Chelsea. Namun pemain internasional Belanda ini mengaku bahwa dia merasa lelah dengan filosofi safety first yang diterapkan oleh Mourinho.

Winger Bayern ini mengungkapkan bahwa hal itu yang membedakan Mourinho dengan Van Gaal. Hal tersebut itu diungkapkan Robben menjelang laga final Liga Champions di Bernabeu, Sabtu (22/5/2010).

"Dia menempatkan tim pemenang, tak masalah jika dilakukan memainkan sepakbola yang baik atau tidak. Filosofi di Bayern adalah pelatih (Van Gaal) ingin memenangi pertandingan dengan memainkan sepakbola indah," kata Robben.

"Sebagai pemain Anda ingin bermain dan menikmati pertandingan, itu juga merupakan bagian yang penting," ungkap mantan pemain Chelsea dan Real Madrid seperti dilansir Sky Sport.

Masalah taktik yang berubah ubah tersebut yang membuat Robben meninggalkan Stamford Bridge dan pergi ke Santiago Bernabu. Namun Robben juga tetap memuji kemampuan melatih yang dimiliki oleh Mourinho.

"Saya telah bekerja dengannya tiga tahun di Chelsea. Itu adalah waktu yang sukses. Dia memiliki kepribadian yang besar dan sebagai pelatih tim top Anda memerlukan hal itu," kata pemain berusia 26 tahun ini.

"Dia tahu bagaimana bekerja dengan pemain besar dan menempatkan mereka bersama -sama dan bekerjasama. Dia pasti tahu apa yang dibicarakan dan juga sangat menghormati setiap pemain," pungkas Robben.
UEFA telah menetapkan wasit yang akan memimpin duel Inter Milan kontra Bayern Munich. Wasit asal Inggris Howard Webb jadi 'Sang Pengadil' di final Liga Champions akhir pekan ini.

Seperti dilansir Associated Press, UEFA tak hanya menunjuk pria 38 tahun itu sebagai wasit di partai puncak besok. Badan tertinggi sepakbola Eropa itu juga menunjuk kompatriot Webb yaitu Michael Mullarkey dan Darren Cann sebagai dua hakim garis di sisi lapangan Santiago Bernabeu.

Bagi Webb yang merupakan salah satu wasit senior di Liga Inggris Madrid 2010 adalah pengalaman pertamanya menjadi wasit di partai puncak sebuah kompetisi Eropa. Webb yang mantan polisi itu menjadi wasit resmi FIFA pada 2005.

Laga internasional pertamanya adalah friendly Irlandia Utara versus Portugal di November 2005. Turnamen antar negara yang pernah diikutinya adalah Piala Eropa 2008 dan Piala Konfederasi 2009.

Webb bersama Mullarkey dan Cann akan melakoni pengalaman pertamanya menjadi wasit Piala Dunia di Afrika Selatan 2010 bulan depan.

Inter sendiri musim ini pernah dipimpin oleh Webb pada pertandingan mereka di Leg I perempatfinal kontra CSKA Moskow 31 Maret yang berakhir 1-0 untuk Nerazzurri. Akankah kali ini Webb bertuah lagi untuk mereka?
Jika Inter Milan selalu kandas dalam dua final terakhir yang pernah mereka lakoni, tak demikian dengan Bayern Munich. Die Roten punya catatan yang lebih bagus ketimbang La Beneamata.

Dua final terakhir yang dilakoni Inter terjadi di tahun 1967 dan 1972. Dalam dua kesempatan itu, Nerazzurri selalu kalah. Yang pertama takluk 1-2 dari Glasgow Celtic, sementara yang berikutnya kalah 0-2 dari Ajax Amsterdam.

Tak demikian halnya, dengan Bayern. Dari dua kesempatan terakhir tampil di final, satu di antaranya berhasil mereka menangi, yakni pada final di tahun 2001.

Kala itu, dalam laga yang dihelat di Stadion San Siro, Bayern yang tampil menghadapi Valencia tertinggal lebih dulu ketika laga baru berjalan tiga menit. Wasit Dick Jol memberikan hadiah penalti untuk Los Ches dan Gaizka Mendieta yang menjadi eksekutornya tak membuang percuma kesempatan ini.

Bayern baru bisa membalas di babak kedua, tepatnya di menit 50, dan juga melalui tendangan penalti. Kapten Bayern, Stefan Effenberg, dengan tenang berhasil menaklukkan kiper Santiago Canizares untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Uniknya, pertandingan ini juga harus diakhiri dengan adu penalti. Kedua tim sama-sama memiliki enam kali kesempatan menendang. Ada dua pemain yang gagakl mengeksekusi tendangan dari kubu Bayern, sementara tiga dari kubu Valencia.

Dua pemain dari Bayern yang gagal adalah Paulo Sergio dan Patrik Andersson. Sementara dari Valencia adalah Zlatko Zahovic, Amedeo Carboni dan Mauricio Pellegrino. Kegagalan dari nama yang disebut terakhir membuat Bayern akhirnya menang dengan skor 5-4.

Bagaimana dengan final yang satu lagi? Itu terjadi di "final legendaris" di tahun 1999. Legendaris untuk kubu Manchester United yang kala itu menaklukkan pasukan Bavaria dengan skor 2-1.

Cerita final tersebut sudah sering dituturkan: dua gol Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer di penghujung babak kedua meruntuhkan Bayern. Gol Mario Basler di babak awal babak pertama pun jadi tak berarti.

Klasemen akhir Liga Italia / Seri A 2009/2010, Inter Juara, Di Natale Top Scorer


LIGA ITALIA berakhir
Inter juara seri a 2009/2010
Antonio di natale top scorer seri a 2009/2010

Berikut klasemen akhir seri a 2009/2010 :

1 Inter 38 24 10 4 75 - 34 82
2 AS Roma 38 24 8 6 68 - 41 80
3 AC Milan 38 20 10 8 60 - 39 70
4 Sampdoria 38 19 10 9 49 - 41 67
5 Palermo 38 18 11 9 59 - 47 65
6 Napoli 38 15 14 9 50 - 43 59
7 Juventus 38 16 7 15 57 - 60 55
8 Parma 38 14 10 14 46 - 51 52
9 Genoa 38 14 9 15 57 - 61 51
10 Bari 38 13 11 14 49 - 49 50
11 Fiorentina 38 13 8 17 48 - 47 47
12 Lazio 38 11 13 14 39 - 43 46
13 Catania 38 10 15 13 44 - 45 45
14 Cagliari 38 11 11 16 56 - 58 44
15 Udinese 38 11 11 16 54 - 59 44
16 Chievo 38 12 8 18 37 - 42 44
17 Bologna 38 10 12 16 42 - 55 42
18 Atalanta 38 9 8 21 37 - 53 35
19 Siena 38 7 10 21 40 - 67 31
20 Livorno 38 7 8 23 27 - 61 29


TOP SCORER LIGA ITALIA / SERI A 20
29 Antonio Di Natale (Udinese)
22 Diego Milito (Inter)
19 Giampaolo Pazzini (Sampdoria)
19 Fabrizio Miccoli (Palermo)
15 Alberto Gilardino (Fiorentina)
14 Marco Boriello (AC Milan)
14 Francesco Totti (AS Roma)
14 Paulo Vitor Barreto (Bari)
14 Mirko Vucinic (AS Roma)
13 Edison Cavani (Palermo)
13 Alessandro Matri (Cagliari)
12 Samuel Eto'o (Inter)
12 Pato (AC Milan)
12 Marek Hamsik (Napoli)
12 Massimo Maccarone (Siena)
12 Ronaldinho (AC Milan)
11 Sergio Pellissier (Chievo)
11 Marco Di Vaio (Bologna)
11 Gaston Maxi Lopez (Catania)
11 Simone Tiribocchi (Atalanta)
11 Martins Adailton (Bologna)
11 Fabio Quagliarella (Napoli)
10 Cristiano Lucarelli (Livorno)
9 Antonio Cassano (Sampdoria)
9 Davide Lanzafame (Parma)
9 Klaas-Jan Huntelaar (AC Milan)
9 Ezequiel Lavezzi (Napoli)
9 Mario Balotelli (Inter)
9 Antonio Floro Flores (Udinese)
9 Jorge Andres Martinez (Catania)
9 Alessandro Del Piero (Juventus)
8 Anderson Nene (Cagliari)
8 Valeri Bojinov (Parma)
8 Sergio Floccari (Lazio)
8 Emanuele Calaio (Siena)
8 Neves Capucho Jeda (Cagliari)
8 Giuseppe Mascara (Catania)
7 Abel Hernandez (Palermo)
7 Nicola Amoruso (Parma)
7 Jaime Valdes (Atalanta)
7 David Trezeguet (Juventus)
7 Daniele De Rossi (AS Roma)
7 Andrea Lazzari (Cagliari)
7 Simone Pepe (Udinese)
7 Rodrigo Palacio (Genoa)
6 Marco Marchionni (Fiorentina)
6 Jonathan Ludovic Biabiany (Parma)
6 Douglas Maicon (Inter)
6 Vincenzo Iaquinta (Juventus)
6 Stevan Jovetic (Fiorentina)
6 Abdelkader Ghezzal (Siena)
6 Giuseppe Sculli (Genoa)
6 Tommaso Rocchi (Lazio)
5 Carvalho de Oliveira Amauri (Juventus)
5 Clarence Seedorf (AC Milan)
5 Juan Vargas (Fiorentina)
5 Diego Ribas da Cunha (Juventus)
5 Daniele Mannini (Sampdoria)
5 Luca Toni (AS Roma)
5 Christian Maggio (Napoli)
5 Riccardo Meggiorini (Bari)
5 German Denis (Napoli)
5 John Arne Riise (AS Roma)
5 Alexis Alejandro Sanchez (Udinese)
5 Igor Budan (Palermo)
5 Takayuki Morimoto (Catania)
5 Giandomenico Mesto (Genoa)
5 Tomas Danilevicius (Livorno)
5 Hernan Crespo (Genoa)
5 Simone Perrotta (AS Roma)
5 Andrea Mantovani (Chievo)
5 Daniele Conti (Cagliari)
5 Marco Rossi (Genoa)
5 Sergio Almiron (Bari)
5 Simone Vergassola (Siena)
4 Alberto Paloschi (Parma)
4 Julio Cruz (Lazio)
8 Sergio Floccari (Lazio)
4 Michele Marcolini (Chievo)
4 Cristian Zaccardo (Parma)
4 Matteo Brighi (AS Roma)
4 Wesley Sneijder (Inter)
4 Francesco Tavano (Livorno)
4 Raffaele Palladino (Genoa)
4 Giorgio Chiellini (Juventus)
4 Marcelo Zalayeta (Bologna)
4 Adrian Mutu (Fiorentina)
4 Thiago Motta (Inter)
4 Carvalho Felipe Melo (Juventus)
3 Esteban Cambiasso (Inter)
3 Alessandro Nesta (AC Milan)
3 Daniele Gastaldello (Sampdoria)
3 Jose Ignacio Castillo (Bari)
5 Marco Rossi (Genoa)
3 Giulio Migliaccio (Palermo)
3 Marco Andreolli (bd) (Bari)
3 Robert Acquafresca (Atalanta)
3 Nico Pulzetti (Livorno)
3 Fabio Grosso (Juventus)
3 Omar Milaneto (Genoa)
3 Goran Pandev (Inter)
3 Emmanuel Rivas (Bari)
3 Andrea Masiello (Bari)
3 Mauro Camoranesi (Juventus)
3 Javier Pastore (Palermo)
3 Walter Samuel (Inter)
3 Riccardo Allegretti (Bari)
3 Adrian Ricchiuti (Catania)
3 Pablo Granoche (Chievo)
3 Fabio Simplicio (Palermo)
3 Dejan Stankovic (Inter)
3 Giampiero Pinzi (Chievo)
3 Joaquin Larrivey (Cagliari)
3 Edgar Alvarez (Bari)
3 Cristiano Doni (Atalanta)
3 Claudio Marchisio (Juventus)
3 Mario Santana (Fiorentina)
3 Gennaro Sardo (Chievo)
3 Aleksandar Kolarov (Lazio)
3 Marco Biagianti (Catania)
3 Henry Gimenez (Bologna)
3 Andrea Cossu (Cagliari)
3 Julio Baptista (AS Roma)
3 Mauro Matias Zarate (Lazio)
3 David Suazo (Genoa)
3 Fabio Ceravolo (Atalanta)
3 Adriano Ferreira Pinto (Atalanta)
3 Nene da Silva (Cagliari)
3 Houssine Kharja (Genoa)
3 Daniele Dessena (Cagliari)
3 Alberto Zapater (Genoa)
3 Pablo Daniel Osvaldo (Bologna)
2 Ricardo Montolivo (Fiorentina)
2 Cristian Llama (Catania)
2 Hasan Salihamidzic (Juventus)
2 Antonio Nocerino (Palermo)
2 Nelson Rivas (Livorno)
2 Nicolas Burdisso (AS Roma)
2 Daniele Portanova (Bologna)
2 Domenico Criscito (Genoa)
2 Per Kroldrup (Fiorentina)
2 Christian Brocchi (Lazio)
2 Marco Padalino (Sampdoria)
2 Angelo Palombo (Sampdoria)
2 Rodrigo Taddei (AS Roma)
2 Erjon Bogdani (Chievo)
2 Andre Dias (Lazio)
2 Daniele Ragatzu (Cagliari)
2 Federico Balzaretti (Palermo)
2 Stephan Lichtsteiner (Lazio)
2 Gaetano D'Agostino (Udinese)
2 Reto Ziegler (Sampdoria)
2 Sulley Muntari (Inter)
2 Cesare Bovo (Palermo)
2 Stefano Guberti (Sampdoria)
2 Alessandro Lucarelli (Parma)
2 Marcos Ariel De Paula (Chievo)
2 Luca Cigarini (Napoli)
2 Filippo Inzaghi (AC Milan)
2 Keirrison (Fiorentina)
2 Antonio Busce (Bologna)
2 Antonio Candreva (Juventus)
2 Stefano Mauri (Lazio)
3 Robert Acquafresca (Atalanta)
2 Nicola Legrottaglie (Juventus)
2 Martin Bergvold (Livorno)
2 Simon Kjaer (Palermo)
2 Antonio Filippini (Livorno)
2 Davide Astori (Cagliari)
2 Daniele Gallopa (Parma)
2 Thiago Silva (AC Milan)
2 Michele Paolucci (Siena)
2 Ferreira Da Silva Reginaldo (Siena)
2 Elvis Abbruscato (Chievo)
2 David Pizarro (AS Roma)
2 Vladimir Koman (Bari)
2 Franco Semioli (Sampdoria)
2 Nicola Pozzi (Sampdoria)
2 Guglielmo Stendardo (Lazio)
2 Javier Chevanton (Atalanta)
2 Marco Cassetti (AS Roma)
2 Michele Pazienza (Napoli)
2 Simone Padoin (Atalanta)
1 Hernan Crespo (Parma)
1 Vitaly Kutusov (Bari)
1 Giuseppe Biava (Genoa)
1 Blazej Augustyn (Catania)
1 Emiliano Moretti (Genoa)
1 Martin Caceres (Juventus)
1 Philippe Mexes (AS Roma)
1 Massimo Donati (Bari)
1 Gianpaolo Bellini (Atalanta)
1 Michele Fini (Siena)
1 Ferreira Lucio (Inter)
1 Patrick Vieira (Inter)
1 Andrea Ranocchia (Bari)
1 Francesco Matuzalem (Lazio)
1 Jeremy Menez (AS Roma)
1 Francesco Lodi (Udinese)
1 Diego De Ascentis (Atalanta)
1 Davide Biondini (Cagliari)
1 Federico Peluso (Atalanta)
1 Leonardo Miglionico (Livorno)
1 Sebastian Giovinco (Juventus)
1 Jesus Datolo (Napoli)
1 Mario Yepes (Chievo)
1 Thiago Silva (bd) (Lazio)
1 Giuseppe Greco (Bari)
1 Claudio Terzi (Siena)
1 Luca Rigoni (Chievo)
1 Simone Bentivoglio (Chievo)
1 Mariano Bogliacino (Napoli)
1 Mark Bresciano (Palermo)
1 Christian Panucci (Parma)
1 Gaby Mudingayi (Bologna)
1 Mariano Izco (Catania)
1 Paolo Castellini (bd) (Juventus)
1 Nicolas Spolli (Catania)
1 Diego Lopez Breijo (Cagliari)
1 Albin Ekdal (Siena)
3 Jose Ignacio Castillo (Bari)
1 Blerim Dzemaili (Parma)
1 Thomas Manfredini (Atalanta)
1 Mauricio Isla (Udinese)
1 Leonardo Bonucci (Bari)
1 Massimo Ambrosini (AC Milan)
1 Stefano Okaka Chuka (AS Roma)
1 Sebastiano Siviglia (Lazio)
1 Leandro Rinaudo (Napoli)
1 Kwadwo Asamoah (Udinese)
1 Andrea Raggi (Bologna)
1 Khouma Babacar (Fiorentina)
1 Marcelo Larrondo (Siena)
1 Nicola Belmonte (bd) (Parma)
1 Hugo Armando Campagnaro (Napoli)
1 Salvatore Bocchetti (Genoa)
1 Paolo Cannavaro (Napoli)
7 Nicola Amoruso (Parma)
1 Lorenzo De Silvestri (Fiorentina)
1 Davide Astori (bd) (AC Milan)
1 Richmond Boakye (Genoa)
1 Luca Antonelli (Parma)
1 Luis Jimenez (Parma)
1 Roberto Guana (Bologna)
1 Aleandro Rosi (Siena)
1 Salvatore Bocchetti (bd) (Parma)
1 Ivan Fatic (Genoa)
1 Christian Zapata (bd) (Bologna)
1 Cristian Chivu (Inter)
1 Claudio Bellucci (Livorno)
1 Matias Auguste Silvestre (Catania)
1 Tiberio Guarente (Atalanta)
1 Federico Peluso (bd) (Bologna)
1 Thiago Motta (bd) (Chievo)
1 Andrea Mantovani (bd) (Inter)
1 Luca Antonini (AC Milan)
1 Thomas Hitzlsperger (Lazio)
1 Cristian Stellini (Bari)
1 Stefano Morrone (Parma)

Hasil Piala FA 15 Mei 2010 : Chelsea juara Piala FA

Setelah memantul mistar gawang sebanyak 5 kali dan penalti pompey gagal, akhirnya drogba menjebol gawang david james..

CHELSEA JUARA PIALA FA

Chelsea: Petr Cech, Ashley Cole, John Terry, Alex, Branislav Ivanovic, Frank Lampard, Florent Malouda, Michael Ballack (Juliano Belletti 43), Salomon Kalou, Didier Drogba, Nicolas Anelka.

Portsmouth: David James, Steve Finnan, Ricardo Rocha, Papa Bouba Diop, Michael Brown, Hayden Mullins, Aaron Mokoena, Jamie O'Hara, Kevin-Prince Boateng, Frederic Piquionne, Aruna Dindane.

Dalam laga yang dihelat di Stadion Wembley, Sabtu (15/5/2010) malam WIB, Chelsea langsung tampil menekan sejak awal laga. Peluang emas berhasil mereka dapatkan kala laga baru berusia tiga menit melalui Frank lampard. Sial bagi Lampard, tendangan kaki kananannya dari luar kotak penalti masih melenceng tipis di sisi kiri gawang David James.

Lampard kembali memberikan ancaman kepada Portsmouth. Sepakan kerasnya di menit 15 tak mampu dijangkau oleh James, namun masih bisa dimentahkan oleh tiang gawang. Semenit setelah peluang ini, giliran Nicolas Anelka yang punya kans.

Setelah mengolah bola sedikit di sudut kotak penalti, penyerang asal Prancis ini melepaskan sepakan kaki kanan terarah. Tetapi James masih mampu menepisnya sehingga gawang Portsmputh aman. Tendangan penjuru untuk Chelsea.

Chelsea masih terus mengepung pertahanan Portsmouth. Pada menit 21, sebuah umpan dari sisi kanan diterima oleh Didier Drogba di kotak penalti. Drogba lalu melepaskan sepakan, namun berhasil diblok oleh Aaron Mokoena. Bola kembali jatuh di kaki Drogba dan ia kembali melepaskan tembakan, namun bola lagi-lagi diblok oleh bek Portsmouth.

Semenit kemudian, Portsmputh mendapatkan peluang emas pertama mereka dalam laga ini. Tendangan keras Kevin-Prince Boateng dari dalam kotak penalti dibelokkan oleh Frederic Piquionne yang berdiri tepat di depan gawang. Namun, ketangkasan Petr Cech menggagalkan peluang ini. Dengan tangan kanannya, Cech berhasil menepis bola sehingga gawangnya tetap aman.

Gedoran Chelsea terus berlanjut setelahnya. Pada menit 27, Salomon Kalou membuang satu peluang bersih. Umpan Ashley Cole dari sisi kiri langsung disepaknya dari depan gawang. Sial bagi kalou, sepakannya masih membentur mistar.

Drogba membuat para penggemar Chelsea berteriak, "Ooh.." di menit 38. Sebabnya, tendangan bebas penyerang asal Pantai Gading ini mengarah tepat ke gawang Portsmouth. Bola kemudian ditepis James sebelum membentur mistar, dan jatuh tepat di garis gawang Portsmouth! Drogba sempat mengira bola sudah melewati garis, tapi hakim gais dan wasit mengatakan tidak.

Drogba tampaknya bermasalah dengan tiang gawang. Sontekannya di menit 41, ketika tinggal berhadapan satu lawan satu dengan James, juga masih membentur tiang gawang. Hasilnya, ia langsung menepuk-nepuk tiang yang sudah menggagalkan peluangnya itu.

Pertandingan berlanjut ke babak kedua. Boateng memberikan ancaman terhadap gawang Chelsea di menit 50. Namun sepakan penyerang bernomor 23 itu dari sisi kiri masih melambung di atas mistar.

Penalti untuk Portsmouth! Pelanggaran Juliano Belletti terhadap Aruna Dindane di menit 55 membuat membuat wasit Chris Foy langsung menunjuk titik putih. Tetapi peluang ini dibuang percuma oleh Boateng lantaran sepakannya ke arah tengah gawang berhasil digagalkan oleh kaki Cech. Pendukung Portsmouth pantas kecewa, Pendukung Chelsea boleh bernafas lega.

Gol! Chelsea akhirnya memecah kebuntuan mereka di menit 59. Tendangan bebas Drogba yang mengarah ke tiang jauh gagal dihalau oleh James dan bola meluncur masuk ke dalam gawang.

Mau Liburan ke Bali ? Paket Liburan ke Bali