Paket Liburan Bali

Sewa Mobil -Driver -Tour di Bali

Promo Liburan ke Bali

Hasil liga champion 16 September 2009, MU,Madrid,Milan,Chelsea, Muenchen Menang.....
















Maccabi Haifa 0 - 3 Bayern Munich


Daniel van Buyten


Thomas Müller


Thomas Müller
Juventus 1-1 Bordeaux
Vincenzo Iaquinta
Jaroslav Plasil



VfL Wolfsburg 3-1 CSKA Moscow
Grafite
Alan Dzagoev
Grafite (pen)

Grafite




Besiktas 0 - 1 Manchester United


Paul Scholes



Marseille 0-2 AC Milan


Filippo Inzaghi


Filippo Inzaghi



FC Zürich 2-5 Real Madrid
Xavier Margairaz (pen)
Cristiano Ronaldo
Silvan Aegerter
Raúl


Gonzalo Higuaín


Cristiano Ronaldo


Guti



Atlético Madrid 0 - 0 Apoel Nicosia



Chelsea 1-0 FC Porto
Nicolas Anelka


MADRID PESTA
Real Madrid meraih kemenangan besar pada pertandingan pertamanya di ajang Liga Champions. Raksasa asal ibukota Spanyol itu menekuk FC Zurich 5-2.

Pada laga yang digelar di Letzigrund Stadion, Rabu (16/9/09) dinihari WIB itu pelatih Madrid, Manuell Pellegrini, menurunkan skuad terbaiknya sejak awal, kecuali Karim Benzema yang dibangkucadangkan.

Lima gol yang dicetak Madrid dihasilkan oleh Cristiano Ronaldo sebanyak dua kali, Raul, Gonzalo Higuain dan Guti. Sedangkan sepasang gol tuan rumah diceploskan Xavier Margairaz dan Silvan Aegerter. Dengan hasil ini Madrid melenggang ke puncak klasemen Grup C dengan poin tiga, hanya unggul selisih gol dari AC Milan yang pada saat yang sama menghempaskan Marseille 2-1.

Jalannya pertandingan

Pertandingan dimulai dengan tempo sedang. Madrid yang menduetkan Higuain dan Raul di lini depan berhasil mendominasi jalannya laga.

Zurich berhasil memperoleh peluang lebih dulu di menit delapan melalui tandukan Onyekachi Okonkwo memanfaatkan umpan sepak pojok. Namun kesempatan itu digagalkan Iker Casillas yang membuat penyelamatan gemilang.

Madrid ganti mendapat peluang di menit 14. Ronaldo yang sudah siap dalam posisi mengumpan kepada Raul yang sudah berdiri bebas mendapat tekel bersih dari Florian Stahe yang membuat kesempatan itu menguap.

Gol bagi tim tamu datang di menit di menit 27. Ronalo membuka keunggulan setelah sukses mengeksekusi tendangan bebas yang diarahkan ke sudut kanan atas gawang untuk mengoyak jala.

Tujuh menit kemudian pendukung tuan tumah kembali terkulai lemas. Raul berhasil menggandakan keunggulan Madrid setelah berhasil mengubah umpan matang Higuain menjadi gol.

Aksi jugador-jugador Los Blancos masih belum berhenti. Kali ini giliran Raul yang bertugas sebagai pelayan dari gol yang dicetak Higuain. Setelah mendapat umpan dari Raul, Higuain sukses menyarangkan bola melalui tembakan menyilang di menit 45. Kedudukan 3-0 untuk Madrid ini bertahan sampai turun minum.

Madrid berada dalam pikiran lepas memasuki babak kedua. Mereka tampil nyaman memperagakan umpan-umpan pendek sembari mendominasi permainan.

Di menit 59' pendukung tim tamu dibuat cemas dengan ditarik keluarnya Xabi alonso untuk digantikan Fernando Gago. Pemain internasional Spanyol itu sepertinya tidak dapat melanjutkan permainan setelah sebelumnya telibat tubrukan dengan Johan Vonlanthen.

Tampil sedikit santai, lini pertahanan Madrid malah lengah. Alexandre Alphonse yang lolos dari kawalan pemain-pemain belakang tim tamu terpaksa dijatuhkan oleh Casillas di menit 63.

Wasit Martin Atkinson langsung menunjuk titik putih. Margairaz yang menjadi eksekutor sukses mengeksekusinya menjadi gol.

Dua menit berselang gawang Casillas kembali terkoyak. Aegerter sukses memenangi duel udara dengan Cristiano Ronaldo dalam situasi tendangan pojok dan sundulannya bersarang di tim tamu.

Berada dalam posisi dikejar, para pemain Madrid tetap mencoba tampil tenang. Dan Ronaldo berhasil mencetak gol keduanya yang dihasilkan kembali melalui tendangan bebas di menit 89. Gol itu sekaligus memperlebar jarak dengan Zurich.

Namun pesta Madrid rupanya belum usai. Guti sukses mencetak gol kelima Madrid di injury time. Berawal dari umpan terobosan Kaka, pemain asal Spanyol ini sukses memperdaya Leoni.

Susunan pemain

FC Zurich: 1-Johnny Leoni, 13-Florian Stahel (Milan Gajic '88) 30-Hannu
Tihinen, 19-Alain Rochat, 16-Philippe Koch; 7-Silvan Aegerter; 8-Johan Vonlanthen, 10-Onyekachi Okonkwo (Almen Abdi '66) , 5-Xavier Margairaz, 12-Alexandre Alphonse; 29-Eric Hassli (Dusan Djuric '45)

Real Madrid: 1-Iker Casillas; 2-Alvaro Arbeloa, 3-Pepe, 18-Raul Albiol, 15-Royston Drenthe; 8-Kaka, 10-Lassana Diarra, 22-Xabi Alonso(Fernando Gago '55), 9-Cristiano Ronaldo; 20-Gonzalo Higuain (Guti '68) 7-Raul

GRAFITE HATTRICK
Wolfsburg memimpin klasemen sementara Liga Champions Grup B. Capaian ini mereka dapatkan usai menekuk CSKA Moscow dengan skor 3-1, di mana tiga gol mereka diborong oleh Grafite.

Pada pertandingan yang dihelat di Volkswagen Arena, Rabu (16/9/2009) dinihari WIB, tiga gol yang diciptakan oleh Grafite dicetak di menit 36, 41 (lewat penalti) dan 86. Sementara gol balasan CSKA lahir lewat Alan Dzagoev di menit 76.

Usai beberapa kali memperoleh peluang, Wolfsburg akhirnya meraih keunggulan di menit 36. Operan Zvjezdan Misimovic diteria oleh Grafite. Melalui sebuah sepakan dari luar kotak penalti, penyerang asal Brasil ini berhasil membobol jala CSKA. Sebagai informasi, inilah gol pertama Die Wolfe di Liga Champions.

Gol kedua Grafite tercipta lima menit berselang. Lagi-lagi Grafite yang menjadi arsiteknya. Dijatuhkannya pemain berusia 30 tahun itu di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih. Grafite sendiri yang menjadi eksekutor penaltinya tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Wolfsburg unggul 2-0.

Tim tamu sempat memperkecil kedudukan di menit 76 lewat Dzagoev. Usai menggiring bola di sisi kanan, ia melepaskan sebuah sepakan keras yang tak mampu dihalau oleh kiper Wolfsburg, Diego Benaglio.

Wolfsburg akhirnya menutup pertandingan ini dengan gol ketiga Grafite empat menit menjelang bubaran. Berawal dari umpan yang dilepaskan Marcel Schaefer, bola kmeudian langsung disambar olehnya. Skor 3-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dengan hasil ini Wolfsburg berhak memimpin klasemen sementara Grup B dengan nilai 3. Mereka unggul perolehan selisih gol atas Manchester United yang di saat bersamaan sukses mengalahkan Besiktas 1-0.

Susunan Pemain

VfL Wolfsburg: 1-Diego Benaglio; 20-Sascha Riether, 43-Andrea Barzagli, 17-Alexander Madlung, 4-Marcel Schaefer; 25-Christian Gentner (13-Makoto Hasebe 90+2), 10-Zvjezdan Misimovic, 7-Josue; 9-Edin Dzeko, 11-Obafemi Martins (15-Karim Ziani 65), 23-Grafite (14-Jonathan Santana 89).

CSKA Moscow: 35-Igor Akinfeyev; 2-Deividas Semberas, 4-Sergei Ignashevich, 24-Vasily Berezutsky (89-Tomas Necid 84), 6-Alexei Berezutsky; 17-Milos Krasic, 22-Evgeniy Aldonin (11-Pavel Mamaev 67), 25-Elvir Rahimic, 42-Georgi Schennikov (23-Nika Piliev 58); 10-Alan Dzagoev; 20-Guilherme.

CHELSEA MENANG TIPIS
Nicolas Anelka jadi pahlawan dalam laga Chelsea melawan FC Porto, Rabu (16/9/2009) dinihari WIB. Gol tunggal Anelka memberi kemenangan 1-0 The Blues atas Porto.

Dalam laga yang dihelat di Stamford Bridge, Chelsea sebenarnya mampu mendominasi hampir sepanjang laga. Namun, ketiadaan Didier Drogba dan Jose Bosingwa membuat lini serang tim London Barat itu kurang mengigit. Penampilan gemilang kiper Porto, Helton, pun turut menambah frustrasi para pemain Chelsea.

Anelka pun hadir sebagai penyelamat tim dengan mencetak satu-satunya gol dalam laga itu, ketika babak kedua baru berjalan tiga menit.

Raihan tiga poin ini membawa pasukan Carlo Ancelotti untuk sementara memimpin Grup D dengan tiga poin, karena laga lain melawan Atletico Madrid kontra APOEL Nicosia berakhir imbang 0-0.

Jalannya pertandingan

Frank Lampard membuka peluang pertama bagi Chelsea pada menit ke-3. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih dapat ditepis oleh Helton. Dua menit berselang, Porto membalasya lewat Hulk dan Petr Cech dengan kakinya menangkis sepakan si penyerang lawan itu.

Pada menit ke-7 tandukan Lampard dari jarak enam yard meneruskan crossing Salomon Kalou, masih bisa ditangkis oleh Helton untuk menghasilkan sepak pojok bagi Chelsea.

Nicolas Anelka punya kesempatan pada menit ke-18. Tendangan kerasnya di dalam kotak penalti masih dapat diblok oleh salah seorang pemain Porto dan amanlah gawang Helton.

Sebuah crossing manis dari Branislav Ivanovic pada menit ke-27 ke dalam kotak penalti Porto, sayang para pemain Chelsea tak satu pun yang bisa memanfaatkannya jadi gol.

Porto mengancam pada menit ke-37 lewat tandukan Guarin yang masih melebar usai menerima crossing dari sayap kiri. Dua menit berselang sebuah tendangan dari Florent Malouda di luar kotak penalti pun masih tak menemui sasaran.

Di masa injury time, sebuah umpang lambung ke dalam kotak penalti menemui Raul Meireles. Sayangnya, meski tak terkawal tandukan Raul masih lemah dan mampu ditangkap dengan baik oleh Cech.

Chelsea akhirnya mampu mencetak gol pembuka di babak kedua ini. Adalah Anelka yang memecah kebuntuan timnya lewat gol pada menit ke-47.

Diawali umpan pendek dari Michael Essien, bola pun diterima oleh Anelka yang berlari melewati hadangan pemain lawan dan diakhiri dengan tendangan yang masih dapat ditepis oleh Helton. Namun, bola rebound kembali dimaksimakan Anelka untuk menjadi gol. 1-0 Chelsea memimpin.

Malouda hampir saja menggandakan keunggulan timnya pada menit ke-53 andai tandukannya meneruskan umpan silang Ashley Cole tak menyamping di sisi gawang Helton.

Pada menit ke-57, Ivanovic mengirimkan crossing ke dalam kotak penalti yang disambut sundulan oleh Kalou dan Helton pun dengan baik menepisnya. Sepakan Guarin pada menit ke-74 masih bisa tertahan oleh kaki Cech.

Hulk pun punya peluang di menit ke-80 tapi tendangannya di dalam kotak penalti hanya menemui sisi kanan jaring gawang Cech. Semenit kemudian Porto kembali mengancam lewat sepakan voli Valera yang dapat ditepis oleh Cech.

Porto harus bermain dengan 10 orang setelah Fernando diusir wasit di menit ke-92 setelah melanggar Cole dan pertandingan pun berakhir untuk kemenangan 1-0 Chelsea.

Susunan pemain:

Chelsea: Cech, Ivanovic, Terry, Carvalho, Cole, Lampard, Malouda, Ballack, Essien, Kalou (Belletti 76'), Anelka.

Porto: Helton, Bruno Alves, Fucile, Rolando, Pereira, Fernando, Guarin, Raul Meireles, Gonzalez (Falcao 53'), Rodriguez (Valera 63'), Hulk.

MU CURI POIN
Manchester United sukses meraih tiga poin di kandang Besiktas. The Red Devils pulang dengan membawa kemenangan 1-0 lewat gol Paul Scholes.

Pada pertandingan yang Rabu (16/9/2009) dinihari WIB, MU mampu tampil keluar dari tekanan pendukung tuan rumah yang memadati BJK Inonu Stadium, Istanbul. 'Setan Merah' tampil relatif lebih dominan ketimbang Besiktas.

Kendati demikian, mereka baru bisa mencetak gol di menit 77 lewat Scholes. Hasil ini membawa mereka menempati posisi dua klasemen sementara Grup B. Posisi puncak grup tersebut saat ini dipegang oleh Wolfsburg yang di saat bersamaan menang 3-1 atas CSKA Moscow.

Jalannya Pertandingan

Dua belas menit pertandingan berjalan, Wayne Rooney melakukan kerjasama operan satu-dua dengan Nani. Bola kemudian ia berikan kepada Michael Carrick. Nama terakhir langsung melepaskan tembakan jarak jauh, tetapi kiper Besiktas, Hakan Arkan, masih bisa menjinakkannya.

Dua menit berselang, Antonio Valencia mengirim umpan ke arah kotak penalti. Umpan ini mengarah tajam ke area depan gawang Besiktas, tetapi lagi-lagi Arkan berhasil mengamankan gawangnya, ia berhasil meninju bola menjauhi areanya.

Manit 26, Valencia kembali menebar ancaman ke gawang tuan rumah. Ia menyambut umpan silang Rooney dari sisi kiri dengan sebuah sundulan. Sial baginya, bola menyamping di sisi gawang.

Semenit berselang, Serder Ozkan melepaskan tembakan ke arah gawang MU. Sial baginya, Jonny Evans dengan sigap berhasil menghalangi laju tembakannya. Bola mengenai kaki Evans dan akhirnya melambung melewati mistar gawang.

Hingga akhir babak pertama tak ada gol tercipta. Kedua tim masuk ke ruang ganti dengan kedudukan 0-0.

Pada menit 46, Nani mengirim umpan ke arah kotak penalti Besiktas. Bola membentur badan Matteo Ferrari tepat di ujung gawang. Bola muntah tersebut kemudian disambar oleh Carrick, tetapi sepakannya masih terlalu lemah sehingga masih bisa dijinakkan oleh Arkan.

Sepuluh menit berselang, Rodrigo Tabasta nyaris membuat jala MU bobol. Tendangan kerasnya mengarah tepat ke gawang, tetapi sial baginya Ben Foster masih sigap untuk menyelamatkan gawangnya.

Valencia kembali mendapatkan peluang atas namanya. Sayap kanan asal Ekuador ini melepaskan sepakan dari luar kotak penalti, tetapi hasilnya? Bola masih meyamping tipis di sisi gawang Besiktas.

MU akhirnya baru bisa mencetak gol tujuh menit kemudian. Gol tersebut tercipta setelah umpan silang Antonio Valencia diterima oleh Nani. Nama terakhir langsung melepaskan tembakan, namun masih bisa diblok kiper Hakan Arkan. Tetapi bola muntah tersebut berhasil disambar oleh Scholes.

Hingga akhir laga tak ada lagi gol yang tercipta, MU akhirnya menang dengan skor 1-0.

Susunan Pemain

Besiktas: Hakan Arkan, Matteo Ferrari, Tomas Sivok, Ibrahim Uzulmez, Ibrahim Kas, Fabian Ernst, Ekrem Deg, Marcio Nobre, Rodrigo Tabasta (Rodrigo Tello 69), Serdar Ozkan (Yusuf Simsek 59), Filip Holosko (Nihat Kahveci 84).

Manchester United: Ben Foster, Jonny Evans, Nemanja Vidic, Patrice Evra, Gary Neville, Michael Carrick (Dimitar Berbatov 63), Anderson, Nani, Paul Scholes, Antonio Valencia (Park Ji-Sung 84), Wayne Rooney (Michael Owen 64).

MILAN BANGKIT
AC Milan mengawali perjuangan di Liga Champions dengan memetik kemenangan 2-1 atas Olimpique Marseille. Dua gol penentu kemenangan Rossoneri diborong striker gaeknya, Filippo Inzaghi.

Dalam laga di Di Stade Vélodrome, Rabu (16/9/2009) dinihari WIB, dua gol Pippo datang di menit 28 dan 74. Sementara gol balasan tuan rumah datang dari tandukan Gabriel Heinze di awal babak kedua.

Hasil ini jelas jadi raihan yang sangat dinanti Milan dan pelatih muda mereka Leonardo. Selain jadi awal yang baik dalam perjuangannya di Liga Champions, kemenangan di kandang lawan setidaknya bisa mengobati kekecewaan setelah rangkaian hasil tak memuaskan di Seri A, di mana terakhir mereka diimbangi Livorno 0-0.

Dapat tiga poin, Milan saat ini duduk di posisi dua klasemen Grup C fase grup Liga Champions. Mereka cuma kalah agresifitas dibanding Real Madrid yang pada laga lain menang 5-2 saat melawat ke FC Zurich.

Jalannya pertandingan

Bertanding di bawah guyuran hujan lebat, Marseille maupun Milan tampil terbuka di menit-menit awal. Serangan silih berganti dibangun kedua kubu meski tak ada yang benar-benar membahayakan gawang masing-masing.

Adalah Milan yang pertama punya kans bersih saat Inzaghi gagal menyepak bola dengan sempurna umpan panjang yang dilepas dari tengah lapangan. Tak lama berselang dia gagal mengirim bola pada Alexandre Pato dalam sebuah skema serangan balik yang cepat, umpan terobosannya dipotong di dalam kotak penalti.

Juga melalui counter attack, Marseille gantian mengancam gawang Milan. Memenangi adu lari dengan Thiago Silva, sepakan Mamadou Niang masih melenceng dari sasaran saat ruang tembaknya dipersempit Marco Storari yang keluar dari sarangnya.

Lewat permainan cepat dan perpaduan umpan panjang Diavolo Rosso berusaha menggedor pertahanan tuan rumah. Namun Marseille yang lebih sabar dalam membangun serangan justru punya peluang saat tendangan keras Niang cuma melayang di atas bidang sasaran.

Di menit 28 Milan berhasil membungkam pendukung tuan rumah lewat Inzaghi. Diawali kerja keras Pato di sisi kiri yang memperdaya beberapa pemain lawan, bola berhasil dia kirimkan pada Clarence Seedorf yang kemudian melepaskan umpam silang.

Di tengah kotak penalti Mathieu Flamini gagal menanduk bola. Namun di tiang jauh Inzaghi yang berdiri tanpa kawalan sukses menuntaskannya, meski dalam tayangan ulang dia terlihat tipis dalam posisi offside.

Delapan menit berselang Pato nyaris menggandakan keunggulan Milan saat dia berdiri bebas di tengah kotak penalti menerima crossing Massimo Oddo. Kedudukan 1-0 tak berubah dari situasi tersebut lantaran striker belia Brasil itu gagal menendang bola dengan sempurna, si kulit bundar cuma bergulir lemah ke arah kiper Madanda.

Tak puas dengan keunggulan satu gol, anak asuh Leonardo terus menggedor pertahanan tuan rumah. Hasilnya adalah sebuah tandukan Inzaghi dari depan gawang yang terlalu lemah untuk bisa mengubah kedudukan jadi 2-0, Super Pippo dapat bola matang hasil tendangan bebas Andrea Pirlo di sisi kanan pertahanan lawan.

Marseille nyaris menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Menyambar bola liar hasil tandukan Thiago Silva, sepakan Benoit Cheyrou yang mengarah ke gawang ditinju kiper Storari.

Di awal babak kedua Marseille langsung tampil menggebrak. Upaya tersebut langsung membuahkan hasil karena mereka cuma butuh empat menit untuk mencetak gol penyama.

Dari tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Milan, Gabriel Heinze, yang lepas dari kawalan Oddo, menanduk bola tepat di tengah kotak penalti. Bola yang mengalir deras masuk ke gawang melalui sela-sela kaki Storari. Skor imbang 1-1.

Tampil bagus di babak pertama, Milan dipaksa banyak bertahan di lapangannya sendiri di awal paruh kedua. Di menit 53 tendangan Taye Taiwo memaksa Storari jatuh bangun mengamankan gawangnya.

Sebuah peluang matang lain dimiliki Marseille lewat Lucho di menit 67. Menusuk dari tengah kotak penalti, dia tak siap mendapat bola liar yang sempat membentur beberapa kaki bek Milan. Bola yang menyentuh kakinya bergulir pelan ke luar gawang saat kiper Storari sudah mati langkah.

Banyak menekan, gawang Marseille justru kembali bobol di menit 74, lagi-lagi melalui Inzaghi. Sama seperti gol pertama, kembali Seedorf yang melepas assist. Bola cungkil yang dilepaskan gelandang Belanda itu dipantulkan ke dalam gawang oleh Inzaghi dalam kawalan ketat pemain lawan.

Tersentak dengan gol tersebut, Marseille kembali mencoba mencari gol penyama. Namun lini belakang Milan kali ini lebih siap meredam pergerakan Niang maupun Niang yang membuat semua upaya menyamakan kedudukan tak membuahkan hasil.

Hingga wasit akhirnya meyudahi laga, skor 2-1 tak berubah.

Susunan Pemain
Olympique Marseille: 30-Steve Mandanda; 12-Charles Kabore, 21-Souleymane Diawara, 19-Gabriel Heinze, 3-Taye Taiwo; 6-Edouard Cisse (Fernando Sanchez Morientes '88), 17-Stephane Mbia, 7-Benoit Cheyrou; 8-Lucho (Hatem Ben Arfa '74); 9-Brandao, 11-Mamadou Niang

AC Milan: 30-Marco Storari; 44-Massimo Oddo, 13-Alessandro Nesta, 33-Thiago Silva, 15-Gianluca Zambrotta; 16-Mathieu Flamini, 21-Andrea Pirlo, 23-Massimo Ambrosini (Ivan Gennaro Gattuso '58); 10-Clarence Seedorf (Ignazio Abate '90); 9-Filippo Inzaghi (Klaas-Jan Huntelaar '87), 7-Pato

ATLETICO SERI LAGI..
Performa buruk Atletico Madrid di kompetisi lokal berlanjut di Liga Champions. Menjamu wakil Siprus, APOEL Nicosia, Kun Aguero dkk dipaksa puas dengan hasil imbang 0-0.

Atletico tertatih menjalani awal musim ini setelah di kompetisi lokal mereka cuma meraih satu poin dari dua pertandingan pertama. Malang buat mereka performa buruk tersebut terbawa ke kompetisi Eropa.

Menjamu klub antah berantah dari Liga Siprus, APOEL Nicosia, Los Rojoblancos ditahan imbang 0-0. Hasil tersebut membuat mereka sementara terpuruk posisi tiga klasemen Grup D dengan nilai satu. Posisi puncak dimiliki Chelsea yang pada laga lain menang 1-0 atas FC Porto.

Berlaga di depan pendukungnya sendiri, Vicente Calderon, Rabu (16/9/2009) dinihari WIB, gawang Atletico malah lebih dulu terancam. Menerima umpan silang dari Kamil Kosowski, sepakan Costas Charalambides dari jarak dekat dengan gemilang berhasil dihalau Sergio Asenjo.

Peluang bersih pertama tuan rumah baru datang di menit 28 melalui Jose Jurado saat meneruskan umpan Aguero. Tak ada gol dari prosesi ini karena sepakan yang dilepaskannya cuma melintas di muka gawang.

Semenit berselang kiper Dionisis Chiotis dipaksa berjibaku mengamankan gawangnya saat menghalau tendangan kaki kiri yang dilepaskan Aguero. Chiotis kembali jadi pahlawan klubnya saat dia mementahkan tembakan Jurado.

Setelah peluang terakhir tim tamu dari Charalambides masih melebar dari sasaran, babak pertama pun berakhir dengan kedudukan tanpa gol 0-0.

Penampilan gemilang Chiotis di bawah mistar Nicosia berlanjut di babak kedua. Setidaknya dia membuat tiga penyelamatan gemilang saat dia mementahkan upaya Jurando dan Diego Forlan.

Peluang terakhir tuan rumah membuat gol datang tujuh menit sebelum bubaran. Kali ini kiper Chiotis tak mampu berbuat banyak menghalau tendangan jarak jauh Forlan, namun kubu tim tamu masih dipayungi keberuntungan lantaran bola cuma menyasar ke mistar gawang.

Susunan pemain
Susunan pemain: Sergio Asenjo, Tomas Ujfalusi, Pablo Ibañez, Alvaro Dominguez Soto, Luis Perea (Florent Sinama-Pongolle '67), Cléber Santana (Maxi Rodríguez '15), Paulo Assuncao, Simão, Jose Jurado, Sergio Aguero, Diego Forlan

Apoel Nicosia: Dionisis Chiotis, Paulo Gomes (Boban Grncarov '45), Christos Kontis, Altin Haxhi, Savvas Poursaitidis, Nuno Morais, Chrysis Michael, Marcin Zewlakow (Jean Paulista'82), Helio Pinto, Costas Charalambides (Marinos Satsias '67), Kamil Kosowski


Liga Champion Eropa 15 - 16 September 2009, Barca siap permalukan Inter Milan

15-Sep-09



Home Away

Atlético Madrid v Apoel Nicosia

VfL Wolfsburg v CSKA Moscow

Chelsea v FC Porto

Maccabi Haifa v Bayern Munich

Marseille v AC Milan

Juventus v Bordeaux

FC Zürich v Real Madrid

Besiktas v Manchester United
15-Sep-09



Home Away

Liverpool v Debrecen

Lyon v Fiorentina

Sevilla FC v Unirea Urziceni

Dynamo Kiev v FK Rubin Kazan

Internazionale v Barcelona

VfB Stuttgart v Rangers

Olympiakos v AZ Alkmaar

Standard Liege v Arsenal


Liga Champions musim 2009/2010 dimulai pekan ini, dibuka dengan 16 pertandingan di hari Selasa dan Rabu malam. Berikut ini analisis singkat tentang peta kekuatan di delapan grup, seperti disarikan dari Reuters:

Grup A: Bayern Munich, Juventus, Girondins Bordeaux, Maccabi Haifa

Bayern dan Juve memiliki nasib berbeda di awal musim kompetisi domestik. Bayern baru menang dua kali dari lima pertandingan, sedangkan Juve, diinspirasi pemain baru Diego, telah memenangi tiga laga pertamanya.

Kedatangan Arjen Robben di Munich semesitnya memberi dorongan besar untuk juara Eropa 2001 itu. Namun, di bawah pelati Laurent Blanc, Bordeaux yang berstatus juara Prancis bisa menjadi ganjalan buat dua tim raksasa tersebut.

Grup B: Manchester United, CSKA Moskow, Besiktas, Wolfsburg

Rekor tak terkalahkan dalam 25 pertandingan Liga Champions milik Manchester United diakhir Barcelona di laga final musim lalu. Tapi mereka masih punya rekor tak terkalahkan di Old Trafford sejak 2007.

Akan menarik untuk mengetahui pengaruh hilangnya Cristiano Ronaldo dari skuad 'Setan Merah'. Lawatan ke Rusia dan Turki bukanlah perjalanan yang mudah. Juara Jerman yang mengejutkan, Wolfsburg, juga tak bisa dipandang sebelah mata walaupun baru kali ini mengikuti Liga Champions.

Grup C: AC Milan, Real Madrid, Olimpique Marseille, FC Zurich

Ekspektasi sangat tinggi untuk Real Madrid gara-gara biaya 250 juta euro untuk memborong antara lain Ronaldo, Karim Benzema, dan Xabi Alonso. Plus Kaka, pertemuan Madrid versus Milan akan menjadi sebuah atraksi ekstra.

Real kalah di babak 16 besar dalam lima musim terakhir, tapi mereka punya motivasi lebih untuk menapak level lebih tinggi karena partai puncak sudah diagendakan di kandang mereka, Santiago Bernabeu, di bulan Mei 2010.

Grup D: Chelsea, FC Porto, Atletico Madrid, APOEL Nicosia

Carlo Ancelotti dari Chelsea sedang mencoba menjadi pelatih kedua setelah Ottmar Hitzfeld yang memenangi Liga Champions dengan dua klub berbeda. Ia sukses memenangkan Milan di tahun 2003 dan 2007.

Porto sudah tujuh musim beruntun masuk putaran grup, dan hyanya satu kali gagal lolos ke fase knockout. Atletico Madrid kembali berjuang di turnamen ini, setelah tahun lalu terhenti di babak 16 besar saat kalah gol tandang dari Porto.

Grup E: Liverpool, Lyon, Fiorentina, Debrecen

Liverpool, juara 2005, sepertinya butuh spirit Eropa yang kuat setelah menuai hasil naik-turun di awal performanya di Liga Inggris.

Lyon selalu lolos dari fase grup dalam enam musim terakhir, sedangkan Fiorentina mengincar level itu yang pertama sejak 1999/2000. Debrecen melakukan debutnya di babak grup dan menjadi tim Hongaria pertama yang masuk selama lebih dari satu dekade.

Grup F: Barcelona, Inter Milan, Dinamo Kiev, Rubin Kazan

Barcelona sang juara bertahan dan Inter bertukar penyerang di musim ini. Sejauh ini Zlatan Ibrahimovic dan Samuel Eto'o telah menunjukkan performa yang menjadikan di klub barunya masing-masing.

Eto'o mencetak gol pembuka dalam dua kemenangan terakhir Barca di final Liga Champions (2006 dan 2009), sementara Inter belum pernah memenangi kompetisi top Eropa ini sejak 1965. Andriy Shevchenko akan kembali bermain di Liga Champions dengan klub lamanya, Dinamo Kiev.

Rubin Kazan? Debutan yang bahkan baru satu kali menjuarai Liga Rusia (di tahun 2008).

Grup G: Sevilla, Rangers, VfB Stuttgart, Unirea Urziceni

Sevilla, Rangers, Sevilla boleh dibilang memiki kekuatan berimbang sebagai tim kelas dua di kancah Eropa. Unirea Urziceni memang anak bawang dan baru pertama kali tampil di ajang ini. Namun mereka punya pelatih yang punya pengalaman bermain di turnamen ini bersama Chelsea: Dan Petrescu.

Grup H: Arsenal, AZ Alkmaar, Olympiakos Pireus, Standard Liege

Arsenal masih gusar dengan skorsing dua pertandingan untuk Eduardo da Silva gara-gara diving di pertandingan kualifikasi melawan Celtic. Mereka akan mengawali kiprahnya dengan menghadapi juara Belgia Standard Liege, setelah dua kali kalah berturut-turut dari Manchester United dan Manchester City di Premier League.

Juara Yunani Olimpiakos untuk kali ke-11 berturut-turut masuk babak grup, sedangkan AZ Alkmaar adalah salah satu dari delapan tim debutan Liga Champions di musim ini. Mereka musim lalu memenangi Liga Belanda di bawah asuhan pelatih Louis van Gaal, yang kini sudah pindah ke Bayern Munich.


* Dua tim teratas masing-masing grup lolos ke fase sistem gugur, dan tim peringkat tiga akan masuk babak 32 besar Europa League.

BARCA SIAP

Barcelona siap menghadirkan ancaman bagi Inter Milan. Yaya Toure menegaskan bahwa Barca adalah tim yang lengkap dan selalu memainkan sepakbola menyerang yang aktraktif.

Barca sduah akan bertandang ke Giuseppe Meazza di aga pembuka Grup F Liga Champions, Kamis (17/9/2009) dinihari WIB. Juara bertahan Liga Champions dan La Liga ini akan menghadapi juara Seri A, Inter.

Namun, La Blaugrana dalam kesiapan diri yang tinggi menghadapi Inter. Gelandang bertahan Barca, Toure, menegaskan bahwa skuadnya telah siap bermain menyerang karena mereka merupakan tim yang komplit.

"Barca adalah tim yang tidak dapat bermain ke belakang. Ini adalah tim yang sangat komplit yang sehrausnya dapat bermain menguasai pertandingan," ungkap Toure seperti dilansir ESPN Star.

Meski demikian, para pemain Barca saat ini banyak yang baru kembali setelah memperkuat negaranya masing-masing. Toure pun mengakui bahwa sulit bagi para pemain untuk bisa mempertahankan performanya tetap di level tinggi.

"Barca adalah tim yang besar dan ketika mereka dipanggil bermain di ajang internasional banyak pemain hilang. Ini sulit untuk segera pulih tapi kami memiliki waktu tiga hari lagi," kata pemain internasional Pantai Gading ini.


PENDATANG BARU DI LIGA CHAMPION
Liga Champions musim ini merupakan yang pertama bagi VfL Wolfsburg dan AZ Alkmaar. Kompetisi kali ini menjadi masa inisiasi bagi juara Bundesliga dan Eredivisie itu untuk menuju jajaran elit.

Jerman dan Belanda adalah dua negara yang memiliki nama besar di sepakbola. Namun di tingkat klub, prestasi dua negeri bertetangga tersebut tidak secemerlang tim nasionalnya.

Untuk Liga Champions musim ini, terdapat 'anak baru' di kontingen Belanda dan Jerman. Yang unik, kedua 'anak baru' itu datang dengan status juara liga. AZ Alkmaar adalah juara Liga Belanda, sementara Vfl Wolfsburg merupakan juara Liga Jerman.

Sejauh ini, langkah keduanya di kompetisi domestik masing-masing masih belum meyakinkan.

Dari enam pertandingan, juara bertahan Eredivisie menang empat kali dan kalah dua kali. Kekalahan teraktual terjadi akhir pekan lalu, di tangan tuan rumah ADO Den Haag. Hasil ini membuat mereka tercecer di peringkat keenam klasemen sementara.

"Kekalahan ini bisa menjadi pelajaran tambahan untuk kami. Tengah pekan, kami akan menghadapi suporter Olympiakos yang sama fanatiknya dengan yang kami jumpai malam ini," demikian tukas striker AZ Jeremain Lens dilansir dari De Telegraaf , merujuk pada partai pertama yang akan mereka lakoni.

Keadaan lebih buruk dialami juara bertahan Bundesliga. Terpaku di peringkat kesepuluh klasemen sementara akibat selalu kalah di tiga laga terakhir.

"Kami harus bekerja sangat keras dan menemukan solusi dengan cepat guna mengakhiri fase buruk ini. Kami memiliki kualitas untuk melakukannya," tukas striker Grafite seperti dilansir dari situs resmi klub.

Di Liga Champions, Wolfsburg berada di Grup B bersama runner up musim lalu Manchester United, CSKA Moskow, dan Besiktas.

Sementara AZ masuk Grup H dan harus bersaing dengan semifinalis musim lalu Arsenal, Olimpiakos, dan Standard Liege.


MILAN SIAP BANGKIT
Penampilan AC Milan selepas ditinggalkan sejumlah andalan mereka masih belum mantap. Meski begitu, pesona Rossoneri di ajang Liga Champions masih tetap benderang.

AC Milan musim ini tak lagi diperkuat Carlo Ancelotti sang peracik strategi, Paolo Maldini sang pemimpin di lapangan, dan Kaka sang nyawa permainan.

Di bawah pelatih Leonardo, Milan mengawali sebuah era baru . Bagaimana performa neo -Milan sejauh ini? Di kompetisi domestik, masih belum stabil.

Dari tiga laga di Liga Italia, 'Merah-Hitam' memetik sekali seri, sekali menang, dan sekali kalah. Dua gol disarangkan ke gawang lawan, sementara lima gol mereka derita.

Di tengah perjalanannya, riak-riak masalah mulai muncul. Ronaldinho yang diharapkan menjadi tulang punggung pasca kepergian Kaka, ternyata belum memuaskan.

"Kami tampil lebih bagus di babak kedua setelah Andrea Pirlo dan Filippo Inzaghi masuk," demikian tukas wakil presiden Adriano Galliani dilansir dari Football Italia, menganalisis laga teraktual Milan, melawan Livorno akhir pekan lalu. Ada pun Pirlo masuk menggantikan Ronaldinho.

"Bila Ronaldinho ada dalam bentuk terbaik, benar-benar menunjukkan keinginan untuk bermain dan bersikap dengan benar, ia akan menjadi elemen penting di tim ini," tandas pelatih Leonardo.

Kini, Liga Champions sudah menanti Milan. Il Diavolo Rosso berada satu grup bersama tim penuh bintang Real Madrid, Marseille, dan FC Zurich.

Meski performa masih belum mantap, namun pesona Milan sebagai pengkoleksi tujuh gelar juara di kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa ini masih tetap benderang.

"Milan tetaplah Milan, meski meraih hasil kurang memuaskan dalam beberapa laga terakhir. Pato, Ronaldinho, Pirlo, Huntelaar, Ambrosini, Zambrotta, Flamini, Jankulovski, mereka semua pemain berkelas internasional. Milan adalah tim hebat dengan pemain hebat," demikian penilaian pelatih Marseille, Didier Deschamps seperti dilansir dari situs resmi klub. (

Hasil liga inggris 13 september 2009- MU,Ciity,Liverpool Menang


Portsmouth 2 - 3 Bolton Wanderers Fratton Park (17,564)
Blackburn Rovers 3 - 1 Wolverhampton Wanderers Ewood Park (24,845)
Wigan Athletic 1 - 0 West Ham United DW Stadium (17,142)
Liverpool 4 - 0 Burnley Anfield (43,817)
Stoke City 1 - 2 Chelsea Britannia Stadium (27,440)
Sunderland 4 - 1 Hull City Stadium of Light (38,997)
Manchester City 4 - 2 Arsenal City of Manchester Stadium (47,339)
Tottenham Hotspur 1 - 3 Manchester United White Hart Lane (35,785)


Manchester United pulang dari kandang Tottenham Hotspur dengan kemenangan. Meski bermain dengan 10 orang, The Red Devils menang dengan skor 3-1.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion White Hart Lane, Minggu (13/9/2008) dinihari WIB, MU sempat tertinggal lebih dulu ketika pertandingan baru berjalan 50 detik lewat tendangan salto Jermain Defoe. Namun, belum sampai babak pertama berakhir, mereka sudah membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Gol penyama kedudukan MU diciptakan oleh Ryan Giggs lewat tendangan bebas, sementara gol yang membawa mereka unggul dihasilkan oleh Anderson. Sebagai catatan, ini merupakan gol pertama Anderson untuk MU di Premier League.

MU bermain dengan 10 orang setelah Paul Scholes dikartu merah di menit 59. Namun demikian, mereka masih bisa menambah keunggulan lewat Wayne Rooney di menit 78. Pada akhirnya laga ini mereka akhiri dengan raihan tiga poin.

Hasil ini membuat MU naik ke peringkat dua dengan torehan nilai 12. Sementara Spurs turun ke posisi empat, tetapi perolehan nilai mereka sama dengan apa yang dimiliki MU.

Sebagai catatan, kekalahan atas MU ini memupus rentetan kemenangan pasukan Harry Redknapp itu. Sebelumnya, di empat laga awal musim ini, The Lilywhites selalu berhasil meraih poin penuh.

Jalannya Pertandingan

Belum satu menit pertandingan berjalan, Tottenham Hotspur sudah mengungguli Manchester United. Gol Spurs tercipta hanya 50 detik setelah kick off. Berawal dari umpan lambung yang dikirim ke pertahanan MU, bola diarahkan Peter Crouch dengan sundulan ke arah Jermain Defoe berdiri.

Di sini dengan sebuah tendangan salto, penyerang internasional Inggris itu langsung membobol jala Ben Foster. Skor pun berubah menjadi 1-0.

MU berusaha langsung membalas. Pada menit keempat, Darren Fletcher melepaskan sebuah sepakan dari sisi kanan. Bola mengarah tepat ke gawang, tetapi Carlo Cudicimi masih bisa menghalaunya.

Tiga menit berselang, Peter Crouch nyaris menggandakan keunggulan tuan rumah. Usai menahan bola dengan dadanya, striker jangkung ini melepaskan tembakan. Sial baginya, bola sepakannya masih melambung di atas mistar gawang.

MU akhirnya menyamakan kedudukan di menit 26 lewat sepakan bebas Ryan Giggs. Gol tersebut berawal dari dijatuhkannya Dimitar Berbatov di luar kotak penalti oleh Wilson Palacios dan wasit pun memberikan tendangan bebas untuk MU. Giggs yang menjadi eksekuotrnya tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Empat menit menjelang turun minum, MU akhirnya membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat sepakan kaki kiri Anderson. Gol tersebut tercipta pada menit 41 dengan diawal oleh sepakan keras Paul Scholes yang berhasil diblok oleh Ledley King. Bola muntah itu pun langsung disambar oleh gelandang asal Brasil tersebut.

Memasuki babak kedua, tepatnya di menit 55, Spurs memiliki kesempatan lewat sepakan Jermaine Jenas. Namun tendangan melengkung yang dilepaskan dari luar kotak penalti masih bisa dihalau kiper Ben Foster. Tak ada gol, hanya tendangan penjuru.

Petaka untuk MU terjadi di menit 59 ketika Paul Scholes menerima kartu kuning kedua usai melakukan tekel terhadap Tom Huddlestone. Kartu merah pun langsung diberikan untuk gelandang gaek ini. MU bermain dengan 10 orang.

Main dengan kalah jumlah pemain tak menyurutkan performa anak-anak buah Sir Alex Ferguson tersebut. Beberapa peluang berhasil mereka ciptakan, sampai akhirnya mereka membobol gawang Spurs lagi di menit 78 lewat Wayne Rooney.

Gol Rooney tercipta dengan diawali oleh sebuah umpan lambung dari daerah lapangan MU. Bola kemudian diterima striker internasional Inggris itu tepat di depan kotak penalti Spurs.

Setelahnya, ia menggiring bola tersebut dengan mengecoh dua bek The Lilywhites dan melepaskan sepakan kaki kiri. Bola menyusur tanah akibat tendangannya tak mampu dihalau Carlo Cudicini. MU unggul 3-1.

Hasil tersebut pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. 'Setan Merah' pun berhak atas raihan poin penuh di White Hart Lane.

Susunan Pemain

Tottenham Hotspur: Cudicini, Corluka (Hutton 69), King, Bassong, Assou-Ekotto, Lennon, Huddlestone, Palacios (Jenas 45), Defoe, Crouch, Keane (Kranjcar 72).

MU: Foster, O'Shea, Ferdinand, Vidic, Evra, Fletcher, Scholes, Anderson (Nani 82), Giggs, Berbatov (Carrick 62), Rooney.


LIVERPOOL MENANG BENAYOUN HATTRICK
Liverpool berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan menggelontor Burnley 4-0. Di partai itu, Yossi Benayoun menjadi bintang dengan hat-trick yang berhasil dibuatnya.

Bertanding di Anfield, Sabtu (12/9/09) Liverpool menurunkan skuad terbaiknya. Rafa Benitez memang ngebet mengincar poin penuh guna memperbaiki posisi The Reds yang sebelum laga berlangsung terpaku di peringkat tujuh klasemen sementara.

Tampil sebagai bintang kemenangan The Kop dalam laga tersebut adalah Benayoun setelah dia memborong tiga gol, sedangkan satu sisanya dilesakkan oleh Dirk Kuyt.

Tampil di depan publik sendiri, Liverpool mengambil inisiatif serangan sejak awal. Tuan rumah langsung mendapat peluang di menit tujuh melalui tembakan menyusur tanah yang dilepaskan Dirk Kuyt dari luar kotak penalti, akan tetapi masih dapat diselamatkan kiper Burnley, Brian Jensen.

Liverpool, yang mendominasi permainan di babak pertama, belum dapat melakukan tusukan langsung ke jantung pertahanan tim tamu. Di menit 16 Fernando Torres sempat melepaskan tembakan spekulasi yang membidik sudut kiri atas gawang Burnley namun bola hasil sepakannya masih menyamping.

The Kop membuka keunggulan Benayoun di menit 26. Setelah mendapat terobosan terukur dari Glen Johnson, gelandang asal Israel berhasil memperdaya dua pemain Burnley sebelum melepaskan tembakan datar menyilang yang bersarang mulus untuk menggetarkan jala gawang tim tamu.

Semenit berselang Benayoun kembali membuat aksi berbahaya. Sundulan jarak dekatnya yang menerima umpan Albert Riera masih dapat diselamatkan oleh Jensen yang di laga itu memang harus berjibaku mengamankan gawangnya dari gempuran tuan rumah.

Burnley yang sangat jarang mendapatkan peluang matang hanya dapat melakukan tembakan jarak jauh. Di menit 35 tendangan keras dari Martin Paterson masih dapat diselamatkan Pepe Reina.

Di menit 42 tuan rumah berhasil menggandakan kedudukan melalui Kuyt. Gol berawal dari tembakan keras yang dilepaskan Benayoun gagal diantisipasi dengan baik oleh Jensen dan menghasilkan bola muntah, si kulit bundar langsung disambar penyerang internasional Belanda itu.

Steven Gerrard nyaris menambah angka bagi tuan rumah setelah tembakan melengkungnya masih dapat diselamatkan Jensen yang melakukan gerakan akrobatik. Hasil 2-0 untuk keunggulan Liverpool ini bertahan sampai turun minum.

Tempo sedikit melambat di awal babak kedua. Tuan rumah berhasil menambah gol melalui Benayoun di menit 61. Steven Gerrard yang mengecoh dua pemain bertahan lawan mengirimkan umpan matang mendatar kepada gelandang asal Israel itu yang berdiri bebas mengadap gawang kosong.

Benayoun sempat kembali mengoyak jala gawang Bunrley di menit 73, namun asisten wasit menganggapnya sudah berada dalam posisi offside sebelum menerima umpan bola mati dari Gerrard.

Liverpool nyaris menambah angka di menit 75. Gerrard yang melakukan aksi individu melewati dua pemain Burnley berhasil melewati Jensen dan sempat melepaskan tembakan ke arah gawang. Namun bola hasil sepakan dari sudut yang sangat sempit tersebut membentur hanya mistar gawang dan memantul ke arah luar.

Benayoun sukses mencetak Hat-trick setelah melesakkan gol ketiganya di menit 82. Ia menuntaskan kerjasama apik dari Albert Riera, Steven Gerrard dan Andrei Voronin untuk mengubahnya menjadi gol.

Selanjutnya banyak peluang yang tercipta. Namun hasil 4-0 untuk keunggulan Liverpool ini bertahan sampai wasit Lee Mason meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Susunan pemain
Liverpool: Reina, Johnson (Degen '64), Skrtel, Carragher, Insua, Gerrard, Lucas, Kuyt (Voronin '70), Benayoun, Riera, Torres (Ngog '76)

Burnley: Jensen, Mears, Carlisle, Bikey, Jordan, Alexander (Gudjonsson '70), Blake (59'), McCann, Elliott, Steven Fletcher, Paterson (Nugent '70).


CITY SIKAT ARSENAL

Manchester - Manchester City menunjukkan statusnya sebagai penantang serius The Big Four usai menundukkan Arsenal 4-2. Emmanuel Adebayor ikut berpesta dalam laga tersebut dengan sebuah gol yang dibuatnya.

Berlaga di City of Manchester Stadium, Sabtu (12/9/2009) malam WIB, keempat gol City datang dari bunuh diri Manuel Almunia, Craig Bellamy, Emmanuel Adebayor dan Shaun Wright Phillips. Sementara dua gol balasan The Gunners tercipta melalui sepakan Robin van Persie dan Tomas Rosicky.

Tambahan tiga poin membuat pasukan Mark Hughes menempel ketat Chelsea yang pada laga lain menang tipis 2-1 Stoke City. Meski terpaut tiga angka atas The Blues, City masih punya satu pertandingan lebih.

Hasil ini juga menjadikan City sebagai satu-satunya klub yang meraih hasil 100% hingga pekan kelima Liga Inggris, meski gawang mereka akhirnya kebobolan setelah pada tiga laga lainnya berhasil menjaga rekor clean sheet.

Jalannya pertandingan

Peluang bersih pertama dalam laga di City of Manchester Stadium, Sabtu (12/9/2009) malam WIB, dimiliki tim tamu lewat tendangan sudut Robin van Persie. Bola yang dia kirim ke tengah kotak penalti tepat mengarah ke William Gallas yang berdiri tanpa kawalan, namun sepakan gelandang Prancis itu masih melayang ke atas gawang.

Arsenal yang lebih mendominasi permainan lewat umpan pendek dan pergerak cepat pemainnya kembali mengancam gawang tuan rumah di menit 16. Umpan tarik Niklas Bendtner dari sisi kanan berhasil disambut Bacary Sagna dengan sepakan keras, tapi kembali arahnya masih jauh dari sasaran.

Di menit 20 publik City of Manchester Stadium bersorak kegirangan setelah Micah Richards berhasil membobol gawang Arsenal. Gol itu diawali tendangan bebas Gareth Barry jauh dari luar kotak penalti, Micah yang berhasil memenangi duel udara mengarahkan bola ke tiang jauh gawang Manuel Almunia.

Kiper berpaspor Spanyol itu sesungguhnya sukses menepis bola yang membuat si kulir bundar membentur tiang gawang. Malang buat The Gunners bola pantulan tersebut malah membentur kepala Almuia dan masuk ke dalam gawang. Gol tersebut dinyatakan sebagai own goal alias bunuh diri oleh Almunia.

Tertinggal 1-0 tak banyak yang bisa dilakukan Arsenal untuk menyamakan kedudukan. Pergerakan Bentner, Van Persie maupun Cesc Fabregas tak mampu menembus ketatnya pertahanan tuan rumah.

Di awal babak kedua tak banyak peluang berbahaya dikreasikan kedua kesebelasan. Mencoba menambah daya gedor, Wenger memasukkan Tomas Rosicky di menit 52 dan menggantikan Denilson, inilah penampilan perdana gelandang Republik Ceko itu setelah absen hampir 20 bulan lamanya akibat cedera.

Tak lama setelah masuk lapangan Rosicky membuat fans City ketar-ketir saat tendangan keras yang dilepaskannya masih melebar dari gawang Given. Terhitung sejak saat itu Arsenal makin gencar melancarkan serangan.

Lewat tandukannya Gallas kembali menebar ancaman di menit 54, meski kali ini berhasil mengarahkan bola ke gawang, tetap tak ada gol tercipta lantaran Given berada dalam posisi yang tepat untuk memblok bola. Tekanan The Gunners berlanjut melalui tendangan jarak jauh Thomas Vermaelen yang kembali mentah ditinju Given.

Tekanan Arsenal akhirnya membuahkan hasil di menit 63 melalui Robin van Persie. Bersusah payah menerima bola yang dilepas Rosicky, gelandang Belanda itu lolos dari tekel yang dilancarkan bek lawan. Tendangan mendatar kaki kanan yang dilepaskannya tak kuasa dihalau Given dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Di menitv 75 City kembali dalam posisi memimpin setelah Bellamy mencetak gol pertamanya musim ini. Diawali Joleon Lescott mencuri bola di tengah lapangan, si kulit bundar kemudian dia alirkan pada Wright-Phillips, yang langsung melepasnya pada Micah. Menusuk ke kotak penalti, Micah berhasil memperdaya seorang bek Arsenal sebelum melepas umpan mendatar yang disambut tendangan keras oleh Bellamy. 2-1 City memimpin.

Fans City makin menggila di menit 80 saat Adebayor memperbesar keunggulan menjadi 3-1. Gol tersebut lahir dari aksi individu Shaun Wright-Phillips di sisi kiri pertahanan Arsenal. Lolos dari kawalan Gaël Clichy, dia melepaskan umpan terukur ke tengah kotak penalti yang menemui Adebayor, yang berdiri bebas dan membuatnya dengan leluasan memperdaya Manuel Almunia.

Sayangnya striker Togo itu melakukan aksi selebrasi yang tak patut. Dia dengan sengaja berlari menyeberangi panjang lapangan untuk merayakan gol di depan fans Arsenal. Terang saja aksi tersebut ditanggapi panas pendukung The Gunners yang sempat terlihat melempar benda ke arah Adebayor. Sang striker pun dapat kartu kuning dari wasit atas aksinya tersebut.

Kegembiraan yang diberikan City pada fansnya tak berhenti sampai di situ karena empat menit berselang SWP gantain mencatatkan namanya di papan skor. Mendapat umpan dari Bellamy, yang berlari sendirinya membelah lini pertahanan Arsenal, dengan dingin winger internasional Inggris itu memperdaya Almunia dan mengubah kedudukan jadi 4-1.

Tertinggal dua gol saat laga tersisa enam menit tak membuat Arsenal menyerah. Lewat Rosicky, yang lolos dari jebakan offside saat menerima umpan Fabregas, The Gunners mengubah kedudukan menjadi 4-2.

Di menit tersisa 'Tim Gudang Peluru' punya setidaknya tiga peluang emas. Salah satunya adalah tendangan Van Persie yang membentur mistar sepakan Eduardo Da Silva yang membentur pemain City dan cuma membuahkan tendangan sudut.

Mau Liburan ke Bali ? Paket Liburan ke Bali