Paket Liburan Bali

Sewa Mobil -Driver -Tour di Bali

Promo Liburan ke Bali

Jadwal liga italia pekan ke -10 , tengah pekan / 28/29 oktober 2009

Jadwal liga italia pekan ke -10 , tengah pekan / 28/29 oktober 2009

Napoli VS AC Milan
Livorno VS Atalanta
Catania VS Chievo Verona
Juventus VS Sampdoria
Lazio VS Cagliari
Parma VS Bari
Udinese VS AS Roma
Genoa VS Fiorentina
Bologna VS Siena
Internazionale VS Palermo


KLASEMEN SEMENTARA
Internazionale 22
Sampdoria 20
Juventus 18
Palermo 15
Fiorentina 15
AC Milan 15
Bari 14
Parma 14
Napoli 13
Genoa 13
Chievo Verona 11
AS Roma 11
Udinese 11
Cagliari 10
Lazio 10
Atalanta 9
Catania 7
Bologna 6
Livorno 6
Siena 5

INTER TANPA SNEIJDER
Inter Milan akan menjalani partai relatif berat tengah pekan ini. Berat, karena Palermo yang akan dijamu nanti sulit ditaklukkan di Giuseppe Meazza.

Saat ini Inter masih bercokol di puncak klasemen Seri A dengan poin 22, lebih banyak dua angka dari Sampdoria dan empat poin dari Juventus yang berturut-turut ada di posisi dua dan tiga.

Dengan ketatnya selisih tersebut, Inter jelas butuh kemenangan di giornata 10 guna menjaga posisi dan rentang angka dari rival-rivalnya. Masalahnya, Palermo yang akan dijamu nanti bukan lawan sembarangan.

Selain hanya ketinggalan tujuh poin dari Inter, Palermo juga liat kala bertandang ke Meazza. Dari lima pertemuan terakhir kedua tim di kandang Inter, Palermo berhasil menahan imbang tuan rumah sebanyak tiga kali. Hanya di dua laga La Beneamata berjaya.

Masih dalam durasi lima pertemuan terakhir itu, Inter hanya bisa menang atas Palermo di Meazza pada 16 Maret 2008 dengan skor tipis 2-1, kemudian berpesta gol 3-0 pada 22 Januari 2006.

Menilik hal tersebut, Inter butuh semua amunisi untuk meraup angka penuh. Sialnya, Nerazzuri malah kehilangan Wesley Sneijder di partai Jumat (30/10/2009) dinihari WIB. Dia dipastikan absen beberapa saat, bahkan mungkin belum akan bisa tampil untuk laga Liga Champions melawan Dinamo Kiev pada pertengahan pekan depan.

"Cedera Sneijder adalah tegang otot, ada sedikit luka. Akan siapkah dia untuk laga Kiev? Seperti biasa kami akan melakukan apa yang kami bisa. Kami akan melihat keadaannya beberapa hari ke depan, tapi itu adalah otot yang penting," kata Kepala Tim Medis Inter Franco Combi di situs klub itu.

Kehilangan Sneijder untuk laga lawan Palermo, dan juga laga-laga lainnya jika kondisinya menuntut begitu, jelas mengurangi ketajaman Inter. Apalagi si pemain asal Belanda sedang tampil oke saat ini.

Dari empat partai berturut-turut, di Seri A dan Liga Champions, Sneijder berhasil menyumbang sepasang gol plus tiga assist.


JUVE MEMBAIK
Perlahan-lahan, Juventus mulai berusaha untuk kembali ke level permainan terbaik mereka. Tetapi, Fabio Cannavaro menyebut, main jelek tak apa-apa asal di akhir Juve meraih kemenangan.

Usai puasa kemenangan selama empat pekan di Seri A, Bianconeri akhirnya kembali meraih kemenangan akhir pekan silam. Siena mereka bekuk 1-0 lewat gol tunggal dari Amauri Carvalho.

Dilihat dari statistik di Soccernet, Juve memang sangat unggul dalam penguasaan bola yang mencapai 67 persen. Pun demikian halnya dengan jumlah tembakan yang mencapai 12 kali. Tapi hanya satu tembakan yang mengarah tepat ke gawang lawan.

Jadi, permainan Juve belum bisa disebut sudah kembali ke level atas. Hari Rabu (28/10/2009) ini, mereka akan berhadapan dengan lawan tangguh; Sampdoria. Cannavaro tak peduli seperti apa permainan timnya. Ia lebih peduli dengan poin yang diraih di akhir laga.

"Di Italia yang penting adalah kemenangan. Kami tak bermain terlalu bagus melawan Siena, tetapi kami mendapatkan tiga poin. Sementara Sampdoria, memainkan sepakbola yang indah," ujarnya di Football Italia.

"Inter adalah tim terbaik saat ini, tetapi lagai di hari Rabu tak akan menunjukkan siapa yang akan menjadi rival berat mereka. Masih ada 29 laga tersisa, dan itu masih panjang."

Kapten timnas Italia ini pun menyebut jika saatnya tiba, 'Si Nyonya Tua' pasti akan kembali ke bentuk permainan aslinya. Kapan saat itu akan datang?

"Saya pikir kami akan tetap bertarung dengan Inter dan Milan sampai akhir nanti, karena skuad terbaik selalu bisa melangkah jauh. Kami akan kembali meraih keuntungan ketika Tiago Mendes, Claudio Marchisio dan terutama Alessandro Del Piero kembali bermain lagi," tandasnya.

MILAN SIAP TERUSKAN TEND POSITIF
AC Milan tampil luar biasa saat menjungkalkan Real Madrid dalam laga tandang Liga Champions. Ada "resep rahasia" di balik keberhasilan itu, sebuah resep yang kembali akan diterapkan tengah pekan ini di lanjutan laga Seri A.

Milan menjalani awal musim ini dengan kurang meyakinkan. Sejumlah hasil mengecewakan mereka dapatkan dalam partai yang di atas kertas seharusnya dapat mereka menangi.

Maka ketika Milan bisa menundukkan Madrid 3-2 di Santiago Bernabeu, orang jelas berdecak kagum. Rossoneri semakin terlihat oke karena beberapa hari sebelumnya juga meraih kemenangan 2-1 atas AS Roma di Seri A.

Usai Madrid, Milan masih meneruskan tren kemenangan dengan memukul Chievo 2-1 pada laga Seri A akhir pekan lalu. Laju positif ini pun akan coba diteruskan saat berkunjung ke San Paolo, markas Napoli, Kamis (29/10/2009) dinihari WIB.

"Napoli adalah tim yang bagus dengan pemain berkualitas yang bisa membuat perbedaan. Kami harus datang ke San Paolo untuk tampil baik, bermain dengan kerakter kami sendiri dan tidak meremehkan lawan," tegas bek Milan Thiago Silva di situs klubnya.

Napoli sendiri sejauh ini punya rekor apik di kandang. Dari empat laga yang sudah dijalani di markas sendiri, mereka belum pernah kalah, menang tiga kali dan seri satu kali.

"Itu tidak berarti kami nanti harus terus bertahan, tapi kami harus menyerang seperti yang kami lakukan di Bernabeu. Menyerang lawan, itulah rahasia di balik hasil yang kami petik dalam penampilan belakangan ini," ucap Silva.

Milan yang punya poin 15 berkesempatan naik ke posisi empat besar Seri A jika memetik tiga angka di laga ini, kendati dengan catatan Palermo dan Fiorentina --yang juga mengantongi angka 15-- tidak meraup poin penuh dalam laga giornata 10 pertengahan pekan ini. Fiorentina akan dijamu Genoa sedangkan Palermo melawan Inter Milan.

Kedua partai tadi dipastikan berlangsung sengit mengingat Genoa yang hanya berselisih dua angka dari Fiorentina pasti bertekad membenahi posisi di laga antar kedua tim itu, sementara Inter --yang dibayangi Sampdoria-- pasti tak mau kehilangan puncak klasemen sehingga akan berusaha sebisa mungkin menekuk Palermo.

Khusus untuk Inter, mereka tak boleh lengah meski berposisi jadi tuan rumah dalam laga ini. Alasannya, Palermo sukses mengimbangi Nerazzuri 2-2 di Giuseppe Meazza pada bulan April 2009 lalu.

Sementara itu, Sampdoria yang hanya terpaut dua angka dari Inter akan menghadapi ujian berat dari Juventus yang juga siap menyalip posisi mereka di papan klasemen --Sampdoria punya 20 angka, Juve 18 angka. Juve akan jadi tuan rumah menjamu Sampdoria di Olimpico Grande Torino.

Hasil Seri A Pekan ke-9 ,25 & 26 oktober 2009,Milan menang dramatis

Sampdoria 4 - 1 Bologna
Internazionale 2 - 1 Catania
Siena 0 - 1 Juventus
Bari 2 - 0 Lazio
AS Roma 0 - 1 Livorno
Atalanta 3 - 1 Parma
Fiorentina 0 - 1 Napoli
Cagliari 3 - 2 Genoa
Palermo 1 - 0 Udinese
Chievo Verona 1 - 2 AC Milan

Rentetan kemenangan AC Milan berlanjut saat mereka menundukkan Chievo 2-1. Tampil sebagai pahlawan Rossoneri adalah Alessandro Nesta dengan dua gol yang dilesakkannya di akhir laga.

Inilah kemenangan ketiga Milan secara beruntun setelah mereka sebelumnya sukses menundukkan AS Roma dan memetik kemenangan mengejutkan atas Real Madrid di Liga Champions. Dengan 15 poin dikumpulkan, Diavolo Rosso kini mulai mendekati ke papan atas klasemen.

Milan sesungguhnya mengawali laga dengan kurang meyakinkan karena mereka sudah tertinggal lewat gol Giampiero Pinzi di menit enam babak pertama. Dua gol penentu kemenangan Andrea Pirlo cs baru datang di menit 80 dan masa injury time melalui tandukan Alesandro Nesta

Di Stadion Marc'Antonio Bentegodi, Senin (26/10/2009) dinihari WIB, Milan mengawali laga dengan sangat tidak meyakinkan. Mendapat tekanan hebat dari Chievo, lini belakang Rossoneri terlihat gugup dan beberapa kali membuat kesalahan.

Kondisi ini harus dibayar mahal karena gawang Milan sudah harus bobol di menit enam. Mendapat umpan dari Andrea Mantovani, Sergio Pellissier yang berdiri di kotak penalti memantulkan bola ke arah belakang. Giampiero Pinzi yang datang dari blindspot melepaskan tendangan first time mendatar yang tak bisa diantisipasi Dida.

Mengandalkan permainan taktis dan umpan pendek nan cepat, Chievo mampu membuat kesulitan tamunya. Masalah Diavolo Rosso bertambah karena saling kepemahaman antara pemainnya belum bagus, Andrea Pirlo cs kerap masih salah paham soal penempatan posisi.

Perlahan skuad besutan Leonardo mulai menguasai pertandingan. Di menit 15 Huntelaar dapat umpan terobosan dari Andrea Pirlo dan langsung meneruskannya pada Clarence Seedorf yang menusuk dari tengah kotak penalti.

Tak ada gol dari proses tersebut lantaran sontekan gelandang Belanda itu bisa dihadang kiper Stefano Sorrentino. Upaya rebound dari Seedorf juga tak membuahkan hasil karena bola mental lebih dekat ke arah kiper.

Tekanan Milan berlanjut saat tandukan Alesandro Nesta meneruskan umpan tendangan sudut bisa ditepis Sorrentino. Upaya Ronaldinho memperdaya kiper tersebut saat keluar dari sarangnya untuk memungut bola mental juga tak membuahkan hasil.

Selepas 30 menit permainan Milan kembali memburuk. Ini dimanfaatkan Chievo untuk kembali membangun serangan.

Tuan rumah bahkan berpeluang menyudahi paruh pertama dengan keunggulan 2-0 andai tendangan voli Pellissier yang lolos dari pengawasan Massimo Oddo tidak melayang tinggi. Padahal Pellissier berdiri sendiri di tiang jauh dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Dida.

Di awal babak kedua Milan tampil lebih ganas dengan mengalirkan serangan bertubi ke pertahanan Chievo. Empat menit pertama paruh kedua ini Rossoneri punya dua kesempatan melalui rebound Pirlo dari dalam kotak penalti yang melayang tinggi serta sepakan Ronaldinho yang membentur tubuk bek lawan di muka gawang.

Di menit 53 Milan punya dua peluang beruntun. Yang pertama adalah saat Pato kalah cepat dari kiper Sorrentino saat berusaha menyambar umpan terobosan Seedorf. Bola yang mental dari kejadian tersebut disundul Huntelaar ke arah tiang jauh.

Sempat memperdaya bek lawan, Dinho melepaskan tendangan dari sudut sempit. Bola sepertinya akan masuk dan Milan bakal menyamakan kedudukan, namun Sorrentino melakukan penyelamatan gemilang tepat di garis gawang.

Mencoba menambah daya gedor, Leonardo memasukkan Marco Borriello dan menarik masuk Huntelaar. Namun justru gawang Dida yang kemudian berada dalam ancaman saat serangan balik Chievo membuat Thiago Silva pontang-panting. Milan beruntung Pellissier tak mampu mengendalikan bola dengan sempurna di kotak penalti karena Nesta jadi punya kesempatan untuk membuangnya.

Keberuntungan Milan berlanjut di menit 75 saat tendangan Seedorf membentur tubuh bek Chievo. Hembusan napas lega baru bisa dikeluarkan Leonardo di menit 80 saat Nesta mencetak gol penyama.

Menyambar umpan crossing Pirlo dari sisi kiri, tandukan Borriello dimentahkan mistar gawang. Nesta yang berada di muka gawang memenangi duel udara dengan bek lawan untuk memasukkan bola pantul tersebut ke dalam gawang. Kedudukan berubah menjadi 1-1.

Asyik menyerang, Milan nyaris kembali kebobolan di menit 90. Namun Dida berhasil melakukan penyelamatan luar biasa untuk mengamankan gawangnya. Saat itu Dida sudah terlihat melayangkan tubuhnya ke arah kiri, namun saat melihat bola tandukan Pablo Granoche justru mengarah ke kanan, sambil melayang di udara kiper Brasil itu masih sempat melayangkan tangan kanannya menghalau laju bola.

Milan akhirnya memastikan kemenangannya di menit kedua masa injury time. Bola hasil tendangan penjuru Pirlo mengarah ke tiang jauh, di mana Nesta berdiri tanpa dapat kawalan berarti. Bek 33 tahun itu melepaskan tandukan bertenaga yang sempat menyentuh bahu pemain lawan sebelum bersarang di gawang Chievo.


Hasil Liga inggris 24 & 25 Oktober 2009-LIVERPOOL BANGKIT,KANDASKAN MU

Liverpool mengakhiri rentetan hasil buruknya dengan kemenangan atas Manchester United. 'Si Merah' meraih tiga angka penuh berkat kemenangan 2-0 lewat gol Fernando Torres dan David Ngog.

Setelah empat pertandingan --termasuk di Liga Champions-- selalu kalah dan tak pernah menang, Liverpool kembali meraih kemenangan yang didapat saat menjamu MU, Minggu (25/10/2009).

Untuk Liverpool kemenangan niscaya akan memompa pede yang memang sedang surut. Tiga angka tambahan bikin poin mereka kini jadi 18 dari 10 laga.

Bagi MU, kekalahan bikin mereka tak bisa lagi merebut puncak klasemen dari tangan Chelsea, yang sebelumnya berpesta dengan kemenangan 5-0 atas Blackburn Rovers. MU bergeming di tempat ke-2 dengan poin 22.

Jalannya Pertandingan

Wayne Rooney berhasil menggetarkan gawang Liverpool saat pertandingan baru memasuki menit ke-2. Namun, gol tak disahkan karena hakim garis sudah mengangkat bendera pertanda offside.

Liverpool mendapatkan tendangan sudut pada menit ke-5, tapi sepakan pojok tertunda sesaat karena sejumlah balon berbagai ukuran memasuki lapangan dan harus dipinggirkan dulu. Sepak pojok itu sendiri tak menghasilkan apa-apa.

Pada menit 15, Liverpool mendapat peluang emas. Dari tendangan bebas, Fabio Aurelio menembakkan bola ke arah gawang kendati Edwin van der Sar masih bisa menangkisnya. Dirk Kuyt kemudian coba meneruskan, tapi van der Sar masih sigap memblok.

Dua menit berselang, gawang MU kembali dalam bahaya. Setelah Paul Scholes kehilangan bola di lini tengah, Liverpool merangsek maju dan Kuyt bisa melepaskan tendangan dari sisi kanan. Tapi bola masih melebar di sisi gawang.

Serangan mengalir dirancang MU pada menit 20. Bola akhirnya dikuasai Antonio Valencia di sayap kanan, yang meneruskan dengan umpan silang. Rooney sudah siap di depan gawang kendati sundulannya tepat diantisipasi Pepe Reina.

Van der Sar kembali mengamankan gawangnya pada menit 36. Kali ini dari tandukan Fabio Aurelio hasil dari umpan silang Yossi Benayoun.

Pada menit 54 Torres mendapatkan celah besar di pertahanan MU. Lepas dari jebakan offside, dia tak terkawal di sisi kanan kendati sudutnya cukup sempit untuk langsung melepaskan tembakan. Bola dia sepak dan arahnya pun malah menyisir depan gawang.

Tak lama kemudian, MU mendapatkan tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti usai Rooney dilanggar Lucas. Tapi eksekusi tidak membuahkan apa-apa. Kedudukan 0-0 masih langgeng.

Kesempatan lain dibuat MU pada menit 61. Setelah sepakan pojok, bola kemudian jatuh ke kaki Rooney di sayap kanan. Si kulit bundar dia layangkan ke depan gawang ke arah tiang jauh dan Giggs coba meneruskan meski lajunya lemah dan Reina sukses mengamankan.

Torres!! Dari umpan terobosan Benayoun, Torres berhasil lepas dari penjagaan bek-bek MU. Bola lantas dia sepak keras-keras ke dalam gawang MU meski terus dibayangi Rio Ferdinand. Liverpool memimpin 1-0 pada menit 65.

Baru masuk menggantikan Paul Scholes, Nani langsung mendapatkan peluang di menit 76. Setelah menerima bola umpan silang di tiang jauh, dia melepaskan tembakan ke arah tiang jauh meski Reina mudah menangkap.

Tujuh menit sebelum bubaran Antonio Valencia melepaskan tembakan dari sisi kiri arah gawang. Meski sudutnya sempit, bola sepakannya nyaris saja menjebol gawang tuan rumah dan hanya menghantam keras mistar gawang.

Tak lama kemudian, Michael Owen yang masuk menggantikan Berbatov dijatuhkan di luar kotak penalti dengan Reina sudah terlihat di depan. Carragher yang melanggar diganjar kartu kuning meski tembakan bebas yang lantas dieksekusi Nani hanya mengarah tepat ke arah Reina.

Semenit sebelum bubaran, MU yang tengah ketinggalan harus bermain dengan sepuluh pemain usai Vidic dikartu merah. Dia menerima kartu kuning kedua usai menghalangi Kuyt yang punya peluang bebas menuju gawang MU.

Javier Mascherano juga mendapat kartu merah di injury time karena dinilai melanggar Van der Sar. Di menit akhir, Ngog memantapkan kemenangan lewat serangan balik. 2-0 untuk Liverpool.

Susunan Pemain:

Liverpool: Reina, Johnson, Carragher, Agger, Insua, Lucas, Mascherano, Benayoun, Kuyt, Aurelio, Torres (Ngog '81).

Man Utd: Van der Sar, O'Shea, Ferdinand, Vidic, Evra, Valencia, Carrick, Scholes (Nani '74), Giggs, Berbatov (Owen '74), Rooney.

CHELSEA MENANG
Chelsea berpesta lima gol tanpa balas, 5-0, saat menjamu Blackburn Rovers di pekan 10 Liga Inggris. Tambahan tiga angka dari laga tersebut mengantar The Blues sementara memuncaki klasemen.

Bertanding di Stamford Bridge, Minggu (25/10/2009) dinihari WIB, Chelsea sempat dibuat kesulitan. Sebiji gol yang tercipta di babak pertama datang dari aksi bunuh diri Gael Givet.

Baru diparuh kedua tuan rumah mengamuk dan menjebol gawang tamunya sampai empat kali hanya dalam 16 menit. Dua gol datang dari Frank Lampard (48 &59), sedang dua lainnya dilesakkan Michael Essien (52) dan Didier Drogba (64).

Tambahan tiga angka dari kemenangan ini membuat Chelsea untuk sementara berhak duduk di puncak klasemen dengan nilai 24, atau unggul dua atas Manchester United. John Terry punya peluang mempertahankan pucuk klasemen mengingat MU bakal menjalani pertandingan sulit dengan melawat ke Liverpool.

Sementara buat Blackburn ini merupakan kekalahan kelima mereka musim ini. Dengan poin 10, anak asuh Sam Allardyce masih terdampar di posisi 13 klasemen.

Susunan Pemain

Chelsea: Petr Cech, John Terry, Ricardo Carvalho (Jeffrey Bruma '67), Michael Essien, Juliano Belletti (Paulo Ferreira '61), Branislav Ivanovic, Joe Cole (Daniel Sturridge '77), Frank Lampard, Michael Ballack, Didier Drogba, Nicolas Anelka

Blackburn Rovers: Paul Robinson, Gael Givet, Ryan Nelsen, Martin Olsson, Lars Christian Jacobsen (Míchel Salgado '60), Keith Andrews, Brett Emerton, Steven Nzonzi, Morten Gamst Pedersen (David Hoilett '69), El-Hadji Diouf, Jason Roberts ( Nikola Kalinic'53)

SPURS TUMBANG
Tottenham Hotspur terancam tergusur dari papan atas Liga Inggris. Situasi tersebut terjadi setelah The Lilywhites menyerah 0-1 atas Stoke City dalam laga yang dilangsungkan di White Hart Lane.

Hasil ini membuat Robbie Keane dkk tetap berada di urutan tiga klasemen dengan poin 19. Namun posisi mereka sangat terancam tergeser turun lantaran Arsenal dan Manchester City, yang hanya tertinggal satu dan dua poin di bawah Spurs baru akan bermain pada hari Minggu malam.

Dalam pertandingan di White Hart Lane, Sabtu (23/10/09) malam WIB gol semata wayang yang merobek gawang Gomez dilesakkan oleh Glenn Whelan di menit 86. Pemain yang baru masuk di babak kedua tersebut sekaligus mengantar Stoke meraih kemenangan tandang pertamanya di musim ini.

Meski tim tamu yang berhak keluar sebagai pemenang, namun hasil tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Situs Soccernet mencatat Spurs mendominasi jalannya laga, unggul penguasaan bola dengan perbandingan 64:36.

Tambahan tiga angka ini tidak mengangkat posisi Stoke dari urutan sembilan dengan poin 15. Namun mereka kini mampu menyamai perolehan angka Liverpool dan hanya kalah dalam selisih gol.

Dalam laga ini, sejak menit 79 Spurs harus bermain dengan 10 pemain setelah Lennon mendapat cedera dan tak kuasa melanjutkan laga, sementara tim ini telah melakukan tiga kali pergantian.

Jalannya pertandingan

Bermain di depan publik sendiri, Spurs langsung tampil menekan sejak awal. Tandukan Peter Cruch memanfaatkan umpan tendangan pojok gagal bersarang setelah berhasil ditepis kiper Steve Simonsen.

Di menit 14, Spurs harus kehilangan Jonathan Woodgate yang mendapat cedera. Ia digantikan oleh Michael Dawson.

Simonsen kembali membuat kubu tuan rumah gemas setelah dia dapat menggagalkan tendangan terarah yang dilepaskan Aaron Lenon.

Spurs kembali gagal memanfaatkan peluangnya. Sundulan Crouch yang sudah tidak bisa dijangkau Simonsen masih dapat dihalau James Beattie dengan tendangan akrobatik di depan mulut gawang. Hasil imbang tanpa gol bertahan sampai babak pertama berakhir.

Tekanan Spurs belum juga mereda di awal babak kedua. Keane dan Crouch sempat mendapat peluang yang lagi-lagi masih dapat digagalkan Simonsen.

Crouch yang unggul dalam tinggi badan memang berulang kali merepotkan pertahanan Stoke. Namun sayang sundulannya masih selalu dapat digagalkan barisan pertahanan tim tamu.

Asyik menyerang, Spurs malah mendapat pertaka di menit 86. Berawal dari aksi Fuller yang tidak bisa dihentikan Benoit Assou Ekotto,Whelan dengan leluasa mencetak gol dari jarak dekat setelah menerima sodoran dari rekannya itu.

Spurs yang tertinggal langsung semakin gencar melancarkan serangan. Namun sediktinya waktu yang tersisa membuat kedudukan tidak berubah sampai babak kedua berakhir.

Susunan pemain

Tottenham: Gomes, Corluka, Woodgate (Dawson '14), Bassong, Assou-Ekotto, Lennon, Huddlestone (Jenas '71), Palacios, Kranjcar, Keane (Pavlyuchenko), Crouch.

Stoke: Simonsen, Wilkinson, Abdoulaye Faye, Shawcross, Collins, Delap ('58), Whitehead, Diao, Etherington, Fuller, Beattie (Tuncay70').

VILLA SERI
Aston Villa hanya tinggal berjarak tujuh menit dari kemenangan, ketika gol penalti Wolverhampton Wanderers membatalkannya. Skor akhir pertandingan 1-1.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Molineux, Sabtu (24/10/2009) malam WIB, Aston Villa relatif lebih mengusai pertandingan. Soccernet mencatat The Villans unggul penguasaan bola 52:48.

Namun demikian, setelah menciptakan berbagai peluang, Villa baru bisa membobol jala Wolves di menit 79. Gol tersebut tercipta setelah operan Emile Heskey langsung disambut oleh Gabriel Agbonlahor dengan sebuah sepakan kaki kiri.

Ketika pertandingan tinggal menyisakan tujuh menit, atau di menit 83, tiga poin yang sudah didambakan Villa akhirnya musnah. Akibat kecerobohan Steve Sidwell yang mengganjal Steve Kightly di kotak terlarang, Wolves pun mendapatkan hadiah penalti.

Sylvain Ebanks-Blake yang menjadi algojonya pun sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor tersebut pun bertahan sampai wasit meniupkan peluit panjang.

Hasil ini tak mengubah posisi Villa di posisi enam klasemen sementara dengan koleksi nilai 17. Sementara Wolves naik ke urutan 15 dengan nilai sembilan.

Susunan Pemain

Wolverhampton: Wayne Hennessey, Christophe Berra, Jody Craddock, George Elokobi, Ronald Zubar, Karl Henry, Segundo Castillo, Michael Kightly (Greg Halford 86), David Edwards (Nenad Milijas 76), Kevin Doyle, Sylvan Ebanks-Blake (Chris Iwelumo 86).

Aston Villa: Brad Friedel, Richard Dunne, James Collins, Stephen Warnock, Carlos Cuellar, Stiliyan Petrov, Steve Sidwell, Ashley Young, James Milner, John Carew (Emile Heskey 72), Gabriel Agbonlahor.

Mau Liburan ke Bali ? Paket Liburan ke Bali