Paket Liburan Bali

Sewa Mobil -Driver -Tour di Bali

Promo Liburan ke Bali

Hasil liga champion 16 September 2009, MU,Madrid,Milan,Chelsea, Muenchen Menang.....
















Maccabi Haifa 0 - 3 Bayern Munich


Daniel van Buyten


Thomas Müller


Thomas Müller
Juventus 1-1 Bordeaux
Vincenzo Iaquinta
Jaroslav Plasil



VfL Wolfsburg 3-1 CSKA Moscow
Grafite
Alan Dzagoev
Grafite (pen)

Grafite




Besiktas 0 - 1 Manchester United


Paul Scholes



Marseille 0-2 AC Milan


Filippo Inzaghi


Filippo Inzaghi



FC Zürich 2-5 Real Madrid
Xavier Margairaz (pen)
Cristiano Ronaldo
Silvan Aegerter
Raúl


Gonzalo Higuaín


Cristiano Ronaldo


Guti



Atlético Madrid 0 - 0 Apoel Nicosia



Chelsea 1-0 FC Porto
Nicolas Anelka


MADRID PESTA
Real Madrid meraih kemenangan besar pada pertandingan pertamanya di ajang Liga Champions. Raksasa asal ibukota Spanyol itu menekuk FC Zurich 5-2.

Pada laga yang digelar di Letzigrund Stadion, Rabu (16/9/09) dinihari WIB itu pelatih Madrid, Manuell Pellegrini, menurunkan skuad terbaiknya sejak awal, kecuali Karim Benzema yang dibangkucadangkan.

Lima gol yang dicetak Madrid dihasilkan oleh Cristiano Ronaldo sebanyak dua kali, Raul, Gonzalo Higuain dan Guti. Sedangkan sepasang gol tuan rumah diceploskan Xavier Margairaz dan Silvan Aegerter. Dengan hasil ini Madrid melenggang ke puncak klasemen Grup C dengan poin tiga, hanya unggul selisih gol dari AC Milan yang pada saat yang sama menghempaskan Marseille 2-1.

Jalannya pertandingan

Pertandingan dimulai dengan tempo sedang. Madrid yang menduetkan Higuain dan Raul di lini depan berhasil mendominasi jalannya laga.

Zurich berhasil memperoleh peluang lebih dulu di menit delapan melalui tandukan Onyekachi Okonkwo memanfaatkan umpan sepak pojok. Namun kesempatan itu digagalkan Iker Casillas yang membuat penyelamatan gemilang.

Madrid ganti mendapat peluang di menit 14. Ronaldo yang sudah siap dalam posisi mengumpan kepada Raul yang sudah berdiri bebas mendapat tekel bersih dari Florian Stahe yang membuat kesempatan itu menguap.

Gol bagi tim tamu datang di menit di menit 27. Ronalo membuka keunggulan setelah sukses mengeksekusi tendangan bebas yang diarahkan ke sudut kanan atas gawang untuk mengoyak jala.

Tujuh menit kemudian pendukung tuan tumah kembali terkulai lemas. Raul berhasil menggandakan keunggulan Madrid setelah berhasil mengubah umpan matang Higuain menjadi gol.

Aksi jugador-jugador Los Blancos masih belum berhenti. Kali ini giliran Raul yang bertugas sebagai pelayan dari gol yang dicetak Higuain. Setelah mendapat umpan dari Raul, Higuain sukses menyarangkan bola melalui tembakan menyilang di menit 45. Kedudukan 3-0 untuk Madrid ini bertahan sampai turun minum.

Madrid berada dalam pikiran lepas memasuki babak kedua. Mereka tampil nyaman memperagakan umpan-umpan pendek sembari mendominasi permainan.

Di menit 59' pendukung tim tamu dibuat cemas dengan ditarik keluarnya Xabi alonso untuk digantikan Fernando Gago. Pemain internasional Spanyol itu sepertinya tidak dapat melanjutkan permainan setelah sebelumnya telibat tubrukan dengan Johan Vonlanthen.

Tampil sedikit santai, lini pertahanan Madrid malah lengah. Alexandre Alphonse yang lolos dari kawalan pemain-pemain belakang tim tamu terpaksa dijatuhkan oleh Casillas di menit 63.

Wasit Martin Atkinson langsung menunjuk titik putih. Margairaz yang menjadi eksekutor sukses mengeksekusinya menjadi gol.

Dua menit berselang gawang Casillas kembali terkoyak. Aegerter sukses memenangi duel udara dengan Cristiano Ronaldo dalam situasi tendangan pojok dan sundulannya bersarang di tim tamu.

Berada dalam posisi dikejar, para pemain Madrid tetap mencoba tampil tenang. Dan Ronaldo berhasil mencetak gol keduanya yang dihasilkan kembali melalui tendangan bebas di menit 89. Gol itu sekaligus memperlebar jarak dengan Zurich.

Namun pesta Madrid rupanya belum usai. Guti sukses mencetak gol kelima Madrid di injury time. Berawal dari umpan terobosan Kaka, pemain asal Spanyol ini sukses memperdaya Leoni.

Susunan pemain

FC Zurich: 1-Johnny Leoni, 13-Florian Stahel (Milan Gajic '88) 30-Hannu
Tihinen, 19-Alain Rochat, 16-Philippe Koch; 7-Silvan Aegerter; 8-Johan Vonlanthen, 10-Onyekachi Okonkwo (Almen Abdi '66) , 5-Xavier Margairaz, 12-Alexandre Alphonse; 29-Eric Hassli (Dusan Djuric '45)

Real Madrid: 1-Iker Casillas; 2-Alvaro Arbeloa, 3-Pepe, 18-Raul Albiol, 15-Royston Drenthe; 8-Kaka, 10-Lassana Diarra, 22-Xabi Alonso(Fernando Gago '55), 9-Cristiano Ronaldo; 20-Gonzalo Higuain (Guti '68) 7-Raul

GRAFITE HATTRICK
Wolfsburg memimpin klasemen sementara Liga Champions Grup B. Capaian ini mereka dapatkan usai menekuk CSKA Moscow dengan skor 3-1, di mana tiga gol mereka diborong oleh Grafite.

Pada pertandingan yang dihelat di Volkswagen Arena, Rabu (16/9/2009) dinihari WIB, tiga gol yang diciptakan oleh Grafite dicetak di menit 36, 41 (lewat penalti) dan 86. Sementara gol balasan CSKA lahir lewat Alan Dzagoev di menit 76.

Usai beberapa kali memperoleh peluang, Wolfsburg akhirnya meraih keunggulan di menit 36. Operan Zvjezdan Misimovic diteria oleh Grafite. Melalui sebuah sepakan dari luar kotak penalti, penyerang asal Brasil ini berhasil membobol jala CSKA. Sebagai informasi, inilah gol pertama Die Wolfe di Liga Champions.

Gol kedua Grafite tercipta lima menit berselang. Lagi-lagi Grafite yang menjadi arsiteknya. Dijatuhkannya pemain berusia 30 tahun itu di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih. Grafite sendiri yang menjadi eksekutor penaltinya tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Wolfsburg unggul 2-0.

Tim tamu sempat memperkecil kedudukan di menit 76 lewat Dzagoev. Usai menggiring bola di sisi kanan, ia melepaskan sebuah sepakan keras yang tak mampu dihalau oleh kiper Wolfsburg, Diego Benaglio.

Wolfsburg akhirnya menutup pertandingan ini dengan gol ketiga Grafite empat menit menjelang bubaran. Berawal dari umpan yang dilepaskan Marcel Schaefer, bola kmeudian langsung disambar olehnya. Skor 3-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dengan hasil ini Wolfsburg berhak memimpin klasemen sementara Grup B dengan nilai 3. Mereka unggul perolehan selisih gol atas Manchester United yang di saat bersamaan sukses mengalahkan Besiktas 1-0.

Susunan Pemain

VfL Wolfsburg: 1-Diego Benaglio; 20-Sascha Riether, 43-Andrea Barzagli, 17-Alexander Madlung, 4-Marcel Schaefer; 25-Christian Gentner (13-Makoto Hasebe 90+2), 10-Zvjezdan Misimovic, 7-Josue; 9-Edin Dzeko, 11-Obafemi Martins (15-Karim Ziani 65), 23-Grafite (14-Jonathan Santana 89).

CSKA Moscow: 35-Igor Akinfeyev; 2-Deividas Semberas, 4-Sergei Ignashevich, 24-Vasily Berezutsky (89-Tomas Necid 84), 6-Alexei Berezutsky; 17-Milos Krasic, 22-Evgeniy Aldonin (11-Pavel Mamaev 67), 25-Elvir Rahimic, 42-Georgi Schennikov (23-Nika Piliev 58); 10-Alan Dzagoev; 20-Guilherme.

CHELSEA MENANG TIPIS
Nicolas Anelka jadi pahlawan dalam laga Chelsea melawan FC Porto, Rabu (16/9/2009) dinihari WIB. Gol tunggal Anelka memberi kemenangan 1-0 The Blues atas Porto.

Dalam laga yang dihelat di Stamford Bridge, Chelsea sebenarnya mampu mendominasi hampir sepanjang laga. Namun, ketiadaan Didier Drogba dan Jose Bosingwa membuat lini serang tim London Barat itu kurang mengigit. Penampilan gemilang kiper Porto, Helton, pun turut menambah frustrasi para pemain Chelsea.

Anelka pun hadir sebagai penyelamat tim dengan mencetak satu-satunya gol dalam laga itu, ketika babak kedua baru berjalan tiga menit.

Raihan tiga poin ini membawa pasukan Carlo Ancelotti untuk sementara memimpin Grup D dengan tiga poin, karena laga lain melawan Atletico Madrid kontra APOEL Nicosia berakhir imbang 0-0.

Jalannya pertandingan

Frank Lampard membuka peluang pertama bagi Chelsea pada menit ke-3. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih dapat ditepis oleh Helton. Dua menit berselang, Porto membalasya lewat Hulk dan Petr Cech dengan kakinya menangkis sepakan si penyerang lawan itu.

Pada menit ke-7 tandukan Lampard dari jarak enam yard meneruskan crossing Salomon Kalou, masih bisa ditangkis oleh Helton untuk menghasilkan sepak pojok bagi Chelsea.

Nicolas Anelka punya kesempatan pada menit ke-18. Tendangan kerasnya di dalam kotak penalti masih dapat diblok oleh salah seorang pemain Porto dan amanlah gawang Helton.

Sebuah crossing manis dari Branislav Ivanovic pada menit ke-27 ke dalam kotak penalti Porto, sayang para pemain Chelsea tak satu pun yang bisa memanfaatkannya jadi gol.

Porto mengancam pada menit ke-37 lewat tandukan Guarin yang masih melebar usai menerima crossing dari sayap kiri. Dua menit berselang sebuah tendangan dari Florent Malouda di luar kotak penalti pun masih tak menemui sasaran.

Di masa injury time, sebuah umpang lambung ke dalam kotak penalti menemui Raul Meireles. Sayangnya, meski tak terkawal tandukan Raul masih lemah dan mampu ditangkap dengan baik oleh Cech.

Chelsea akhirnya mampu mencetak gol pembuka di babak kedua ini. Adalah Anelka yang memecah kebuntuan timnya lewat gol pada menit ke-47.

Diawali umpan pendek dari Michael Essien, bola pun diterima oleh Anelka yang berlari melewati hadangan pemain lawan dan diakhiri dengan tendangan yang masih dapat ditepis oleh Helton. Namun, bola rebound kembali dimaksimakan Anelka untuk menjadi gol. 1-0 Chelsea memimpin.

Malouda hampir saja menggandakan keunggulan timnya pada menit ke-53 andai tandukannya meneruskan umpan silang Ashley Cole tak menyamping di sisi gawang Helton.

Pada menit ke-57, Ivanovic mengirimkan crossing ke dalam kotak penalti yang disambut sundulan oleh Kalou dan Helton pun dengan baik menepisnya. Sepakan Guarin pada menit ke-74 masih bisa tertahan oleh kaki Cech.

Hulk pun punya peluang di menit ke-80 tapi tendangannya di dalam kotak penalti hanya menemui sisi kanan jaring gawang Cech. Semenit kemudian Porto kembali mengancam lewat sepakan voli Valera yang dapat ditepis oleh Cech.

Porto harus bermain dengan 10 orang setelah Fernando diusir wasit di menit ke-92 setelah melanggar Cole dan pertandingan pun berakhir untuk kemenangan 1-0 Chelsea.

Susunan pemain:

Chelsea: Cech, Ivanovic, Terry, Carvalho, Cole, Lampard, Malouda, Ballack, Essien, Kalou (Belletti 76'), Anelka.

Porto: Helton, Bruno Alves, Fucile, Rolando, Pereira, Fernando, Guarin, Raul Meireles, Gonzalez (Falcao 53'), Rodriguez (Valera 63'), Hulk.

MU CURI POIN
Manchester United sukses meraih tiga poin di kandang Besiktas. The Red Devils pulang dengan membawa kemenangan 1-0 lewat gol Paul Scholes.

Pada pertandingan yang Rabu (16/9/2009) dinihari WIB, MU mampu tampil keluar dari tekanan pendukung tuan rumah yang memadati BJK Inonu Stadium, Istanbul. 'Setan Merah' tampil relatif lebih dominan ketimbang Besiktas.

Kendati demikian, mereka baru bisa mencetak gol di menit 77 lewat Scholes. Hasil ini membawa mereka menempati posisi dua klasemen sementara Grup B. Posisi puncak grup tersebut saat ini dipegang oleh Wolfsburg yang di saat bersamaan menang 3-1 atas CSKA Moscow.

Jalannya Pertandingan

Dua belas menit pertandingan berjalan, Wayne Rooney melakukan kerjasama operan satu-dua dengan Nani. Bola kemudian ia berikan kepada Michael Carrick. Nama terakhir langsung melepaskan tembakan jarak jauh, tetapi kiper Besiktas, Hakan Arkan, masih bisa menjinakkannya.

Dua menit berselang, Antonio Valencia mengirim umpan ke arah kotak penalti. Umpan ini mengarah tajam ke area depan gawang Besiktas, tetapi lagi-lagi Arkan berhasil mengamankan gawangnya, ia berhasil meninju bola menjauhi areanya.

Manit 26, Valencia kembali menebar ancaman ke gawang tuan rumah. Ia menyambut umpan silang Rooney dari sisi kiri dengan sebuah sundulan. Sial baginya, bola menyamping di sisi gawang.

Semenit berselang, Serder Ozkan melepaskan tembakan ke arah gawang MU. Sial baginya, Jonny Evans dengan sigap berhasil menghalangi laju tembakannya. Bola mengenai kaki Evans dan akhirnya melambung melewati mistar gawang.

Hingga akhir babak pertama tak ada gol tercipta. Kedua tim masuk ke ruang ganti dengan kedudukan 0-0.

Pada menit 46, Nani mengirim umpan ke arah kotak penalti Besiktas. Bola membentur badan Matteo Ferrari tepat di ujung gawang. Bola muntah tersebut kemudian disambar oleh Carrick, tetapi sepakannya masih terlalu lemah sehingga masih bisa dijinakkan oleh Arkan.

Sepuluh menit berselang, Rodrigo Tabasta nyaris membuat jala MU bobol. Tendangan kerasnya mengarah tepat ke gawang, tetapi sial baginya Ben Foster masih sigap untuk menyelamatkan gawangnya.

Valencia kembali mendapatkan peluang atas namanya. Sayap kanan asal Ekuador ini melepaskan sepakan dari luar kotak penalti, tetapi hasilnya? Bola masih meyamping tipis di sisi gawang Besiktas.

MU akhirnya baru bisa mencetak gol tujuh menit kemudian. Gol tersebut tercipta setelah umpan silang Antonio Valencia diterima oleh Nani. Nama terakhir langsung melepaskan tembakan, namun masih bisa diblok kiper Hakan Arkan. Tetapi bola muntah tersebut berhasil disambar oleh Scholes.

Hingga akhir laga tak ada lagi gol yang tercipta, MU akhirnya menang dengan skor 1-0.

Susunan Pemain

Besiktas: Hakan Arkan, Matteo Ferrari, Tomas Sivok, Ibrahim Uzulmez, Ibrahim Kas, Fabian Ernst, Ekrem Deg, Marcio Nobre, Rodrigo Tabasta (Rodrigo Tello 69), Serdar Ozkan (Yusuf Simsek 59), Filip Holosko (Nihat Kahveci 84).

Manchester United: Ben Foster, Jonny Evans, Nemanja Vidic, Patrice Evra, Gary Neville, Michael Carrick (Dimitar Berbatov 63), Anderson, Nani, Paul Scholes, Antonio Valencia (Park Ji-Sung 84), Wayne Rooney (Michael Owen 64).

MILAN BANGKIT
AC Milan mengawali perjuangan di Liga Champions dengan memetik kemenangan 2-1 atas Olimpique Marseille. Dua gol penentu kemenangan Rossoneri diborong striker gaeknya, Filippo Inzaghi.

Dalam laga di Di Stade Vélodrome, Rabu (16/9/2009) dinihari WIB, dua gol Pippo datang di menit 28 dan 74. Sementara gol balasan tuan rumah datang dari tandukan Gabriel Heinze di awal babak kedua.

Hasil ini jelas jadi raihan yang sangat dinanti Milan dan pelatih muda mereka Leonardo. Selain jadi awal yang baik dalam perjuangannya di Liga Champions, kemenangan di kandang lawan setidaknya bisa mengobati kekecewaan setelah rangkaian hasil tak memuaskan di Seri A, di mana terakhir mereka diimbangi Livorno 0-0.

Dapat tiga poin, Milan saat ini duduk di posisi dua klasemen Grup C fase grup Liga Champions. Mereka cuma kalah agresifitas dibanding Real Madrid yang pada laga lain menang 5-2 saat melawat ke FC Zurich.

Jalannya pertandingan

Bertanding di bawah guyuran hujan lebat, Marseille maupun Milan tampil terbuka di menit-menit awal. Serangan silih berganti dibangun kedua kubu meski tak ada yang benar-benar membahayakan gawang masing-masing.

Adalah Milan yang pertama punya kans bersih saat Inzaghi gagal menyepak bola dengan sempurna umpan panjang yang dilepas dari tengah lapangan. Tak lama berselang dia gagal mengirim bola pada Alexandre Pato dalam sebuah skema serangan balik yang cepat, umpan terobosannya dipotong di dalam kotak penalti.

Juga melalui counter attack, Marseille gantian mengancam gawang Milan. Memenangi adu lari dengan Thiago Silva, sepakan Mamadou Niang masih melenceng dari sasaran saat ruang tembaknya dipersempit Marco Storari yang keluar dari sarangnya.

Lewat permainan cepat dan perpaduan umpan panjang Diavolo Rosso berusaha menggedor pertahanan tuan rumah. Namun Marseille yang lebih sabar dalam membangun serangan justru punya peluang saat tendangan keras Niang cuma melayang di atas bidang sasaran.

Di menit 28 Milan berhasil membungkam pendukung tuan rumah lewat Inzaghi. Diawali kerja keras Pato di sisi kiri yang memperdaya beberapa pemain lawan, bola berhasil dia kirimkan pada Clarence Seedorf yang kemudian melepaskan umpam silang.

Di tengah kotak penalti Mathieu Flamini gagal menanduk bola. Namun di tiang jauh Inzaghi yang berdiri tanpa kawalan sukses menuntaskannya, meski dalam tayangan ulang dia terlihat tipis dalam posisi offside.

Delapan menit berselang Pato nyaris menggandakan keunggulan Milan saat dia berdiri bebas di tengah kotak penalti menerima crossing Massimo Oddo. Kedudukan 1-0 tak berubah dari situasi tersebut lantaran striker belia Brasil itu gagal menendang bola dengan sempurna, si kulit bundar cuma bergulir lemah ke arah kiper Madanda.

Tak puas dengan keunggulan satu gol, anak asuh Leonardo terus menggedor pertahanan tuan rumah. Hasilnya adalah sebuah tandukan Inzaghi dari depan gawang yang terlalu lemah untuk bisa mengubah kedudukan jadi 2-0, Super Pippo dapat bola matang hasil tendangan bebas Andrea Pirlo di sisi kanan pertahanan lawan.

Marseille nyaris menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Menyambar bola liar hasil tandukan Thiago Silva, sepakan Benoit Cheyrou yang mengarah ke gawang ditinju kiper Storari.

Di awal babak kedua Marseille langsung tampil menggebrak. Upaya tersebut langsung membuahkan hasil karena mereka cuma butuh empat menit untuk mencetak gol penyama.

Dari tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Milan, Gabriel Heinze, yang lepas dari kawalan Oddo, menanduk bola tepat di tengah kotak penalti. Bola yang mengalir deras masuk ke gawang melalui sela-sela kaki Storari. Skor imbang 1-1.

Tampil bagus di babak pertama, Milan dipaksa banyak bertahan di lapangannya sendiri di awal paruh kedua. Di menit 53 tendangan Taye Taiwo memaksa Storari jatuh bangun mengamankan gawangnya.

Sebuah peluang matang lain dimiliki Marseille lewat Lucho di menit 67. Menusuk dari tengah kotak penalti, dia tak siap mendapat bola liar yang sempat membentur beberapa kaki bek Milan. Bola yang menyentuh kakinya bergulir pelan ke luar gawang saat kiper Storari sudah mati langkah.

Banyak menekan, gawang Marseille justru kembali bobol di menit 74, lagi-lagi melalui Inzaghi. Sama seperti gol pertama, kembali Seedorf yang melepas assist. Bola cungkil yang dilepaskan gelandang Belanda itu dipantulkan ke dalam gawang oleh Inzaghi dalam kawalan ketat pemain lawan.

Tersentak dengan gol tersebut, Marseille kembali mencoba mencari gol penyama. Namun lini belakang Milan kali ini lebih siap meredam pergerakan Niang maupun Niang yang membuat semua upaya menyamakan kedudukan tak membuahkan hasil.

Hingga wasit akhirnya meyudahi laga, skor 2-1 tak berubah.

Susunan Pemain
Olympique Marseille: 30-Steve Mandanda; 12-Charles Kabore, 21-Souleymane Diawara, 19-Gabriel Heinze, 3-Taye Taiwo; 6-Edouard Cisse (Fernando Sanchez Morientes '88), 17-Stephane Mbia, 7-Benoit Cheyrou; 8-Lucho (Hatem Ben Arfa '74); 9-Brandao, 11-Mamadou Niang

AC Milan: 30-Marco Storari; 44-Massimo Oddo, 13-Alessandro Nesta, 33-Thiago Silva, 15-Gianluca Zambrotta; 16-Mathieu Flamini, 21-Andrea Pirlo, 23-Massimo Ambrosini (Ivan Gennaro Gattuso '58); 10-Clarence Seedorf (Ignazio Abate '90); 9-Filippo Inzaghi (Klaas-Jan Huntelaar '87), 7-Pato

ATLETICO SERI LAGI..
Performa buruk Atletico Madrid di kompetisi lokal berlanjut di Liga Champions. Menjamu wakil Siprus, APOEL Nicosia, Kun Aguero dkk dipaksa puas dengan hasil imbang 0-0.

Atletico tertatih menjalani awal musim ini setelah di kompetisi lokal mereka cuma meraih satu poin dari dua pertandingan pertama. Malang buat mereka performa buruk tersebut terbawa ke kompetisi Eropa.

Menjamu klub antah berantah dari Liga Siprus, APOEL Nicosia, Los Rojoblancos ditahan imbang 0-0. Hasil tersebut membuat mereka sementara terpuruk posisi tiga klasemen Grup D dengan nilai satu. Posisi puncak dimiliki Chelsea yang pada laga lain menang 1-0 atas FC Porto.

Berlaga di depan pendukungnya sendiri, Vicente Calderon, Rabu (16/9/2009) dinihari WIB, gawang Atletico malah lebih dulu terancam. Menerima umpan silang dari Kamil Kosowski, sepakan Costas Charalambides dari jarak dekat dengan gemilang berhasil dihalau Sergio Asenjo.

Peluang bersih pertama tuan rumah baru datang di menit 28 melalui Jose Jurado saat meneruskan umpan Aguero. Tak ada gol dari prosesi ini karena sepakan yang dilepaskannya cuma melintas di muka gawang.

Semenit berselang kiper Dionisis Chiotis dipaksa berjibaku mengamankan gawangnya saat menghalau tendangan kaki kiri yang dilepaskan Aguero. Chiotis kembali jadi pahlawan klubnya saat dia mementahkan tembakan Jurado.

Setelah peluang terakhir tim tamu dari Charalambides masih melebar dari sasaran, babak pertama pun berakhir dengan kedudukan tanpa gol 0-0.

Penampilan gemilang Chiotis di bawah mistar Nicosia berlanjut di babak kedua. Setidaknya dia membuat tiga penyelamatan gemilang saat dia mementahkan upaya Jurando dan Diego Forlan.

Peluang terakhir tuan rumah membuat gol datang tujuh menit sebelum bubaran. Kali ini kiper Chiotis tak mampu berbuat banyak menghalau tendangan jarak jauh Forlan, namun kubu tim tamu masih dipayungi keberuntungan lantaran bola cuma menyasar ke mistar gawang.

Susunan pemain
Susunan pemain: Sergio Asenjo, Tomas Ujfalusi, Pablo Ibañez, Alvaro Dominguez Soto, Luis Perea (Florent Sinama-Pongolle '67), Cléber Santana (Maxi Rodríguez '15), Paulo Assuncao, Simão, Jose Jurado, Sergio Aguero, Diego Forlan

Apoel Nicosia: Dionisis Chiotis, Paulo Gomes (Boban Grncarov '45), Christos Kontis, Altin Haxhi, Savvas Poursaitidis, Nuno Morais, Chrysis Michael, Marcin Zewlakow (Jean Paulista'82), Helio Pinto, Costas Charalambides (Marinos Satsias '67), Kamil Kosowski


Mau Liburan ke Bali ? Paket Liburan ke Bali