Paket Liburan Bali

Sewa Mobil -Driver -Tour di Bali

Promo Liburan ke Bali

Jadwal dan Prediksi Liga Italia Seri A pekan ke-8 2009/2010, Reuni crespo dan mello

Jadwal seri A pekan ke 8 2009/2010:

Juventus VS Fiorentina
Genoa VS Internazionale
Lazio VS Sampdoria
Catania VS Cagliari
Livorno VS Palermo
Napoli VS Bologna
Chievo Verona VS Bari
Udinese VS Atalanta
Parma VS Siena
AC Milan VS AS Roma

PREDIKSI :
INTER VS GENOA
Menghadapi mantan klub selalu memunculkan perasaan emosional buat banyak pesepakbola. Hal yang sama dialami Hernan Crespo, yang mengaku cinta Inter Milan namun bakal mati-matian membela Genoa.

Crespo tercatat pernah tiga periode membela Inter. Setelah yang pertama di musim 2002/2003, striker Argentina sempat berkelana bersama Chelsea sebelum kembali ke Giuseppe Meazza dengan status pinjaman di musim 2006-2008.

Setahun berselang atau di musim 2008/2009, Nerazzurri mempermanenkan statusnya. Namun setelah itu dia malah cuma bertahan satu musim karena kemudian dilepas ke Genoa pada Juni lalu.

Kondisi itulah yang membuat Crespo mengaku akan menjalani laga emosional saat harus menghadapi mantan klubnya tersebut.

"Mereka klub yang besar, dan saya senang sempat bermain bersama mereka. Tak terelakkan lagi buat saya kalau ini akan menjadi laga yang punya arti lebih. Semua yang saya lakukan akan punya nilai sentimental," ungkap Crespo dalam wawancaranya dengan Pianetagenoa1893.net seperti dikutip Goal.

"Saya akan merasa sangat emosional saat menyapa mereka dan juga fans Nerazzurri, yang saya cintai, itu membuat pertandingan akan berjalan lebih spesial lagi," sambung pesepakbola yang mengawali karirnya bersama River Plate itu.

Tapi Crespo berjanji untuk tetap tampil maksimal buat Genoa. Dengan dua gol yang sudah dia sumbangkan dari lima kesempatan dimainkan, striker 34 tahun itu bisa jadi ancaman serius dalam laga yang akan dilangsungkan di Stadio Luigi Ferraris, Sabtu (17/10/2009) waktu setempat itu.

"Saya memiliki banyak cinta pada Inter, tapi saya akan memberi 100% pada jersey yang saya gunakan saat ini. Saat saya masuk lapangan, saya akan memberi 100% buat tim yang saya bela, tak perduli siapapun yang akan dihadapi," pungkas Crespo.

MANDULNYA LINI DEPAN MILAN
Baru dua gol yang disumbangkan Alexandre Pato buat AC Milan di sepanjang musim ini. Jelang laga sengit menjamu AS Roma di akhir pekan ini, dia berniat mengakhiri puasanya.

Pato seorang jelas tak bisa disalahkan atas serangkaian hasil buruk yang diterima Milan di awal musim ini. Namun karena produktivitas Rossoneri sangat memprihatinkan, baru bikin empat gol dari tujuh pertandingan, nama striker belia Brasil itu lantas jadi sorotan.

Apalagi dibanding musim lalu Pato mengalami grafik penampilan yang menurun drastis. Setelah memborong dua gol kemenangan Milan atas Siena di pekan pertama Seri A, hingga kini dia belum lagi merayakan gol atas namanya sendiri.

Padahal striker yang didatangkan dari Internacional itu sebelumnya digadang-gadang bakal jadi tumpuan baru Diavolo Rosso menyusul kepergian Kaka ke Real Madrid.

"Saya bekerja keras. Saya mencetak gol pada pertandingan pertama kami tapi tak bisa melakukannya lagi di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Sebagian karena ketidakberuntungan," ungkap Pato pada Sky Sports.

Dalam suatu kesempatan Pato mengaku merindukan Kaka. Rekannya di timnas Brasil itu musim lalu memang menjadi penyuplai bola-bola matang yang kemudian diselesaikan Pato menjadi gol. Di Liga Italia saja Pato berhasil bikin 15 gol musim lalu.

"Tapi saya tetap tenang. Saya tak bisa bilang kalau saya telah membuat kesalahan, tapi kalau saya memang melakukannya maka itu karena saya ingin memberi yang lebih baik lagi. Gol-gol akan kembali datang dari saya," lanjut striker 20 tahun itu optimistis.

Bikin gol di Milan tak cuma perkara membantu klubnya bangkit dari keterpurukan. Dengan tampil baik bersama Rossoneri, dia yakin bakal bisa menembus skuad utama Brasil di Piala Dunia mendatang.

"Saya ingin kembali ke tim utama Brasil, tapi untuk mewujudkannya saya harus tampil bagus di Milan. Saya yakin Dunga akan memberi apresiasi semua hal-hal bagus yang saya lakukan di klub, karena dia sudah memberi saya kesempatan yang sama di masa lalu. Saya ingin bermain bersama Kaka dan Ronaldinho di timnas," pungkas pengoleksi delapan caps dan sumbangan satu gol itu buat Samba itu.

REUNI MELLO
Akhir pekan ini Felipe Melo harus mengawal Juventus menghadapi mantan klub-nya Fiorentina. Melo siap menghadapi keadaan yang kini telah benar-benar berbeda baginya.

Felipe Melo bergabung ke Fiorentina pada pertengahan tahun 2008. Sejak berseragam Ungu, karirnya menanjak.

Pemain kelahiran 26 Juni 1983 ini dipanggil ke tim nasional Brasil di awal tahun 2009. Ia turut mengantar Samba juara Piala Konfederasi 2009.

Kebersamaan Melo di Fiorentina ternyata hanya semusim. Selanjutnya ia hijrah ke Juventus, salah satu rival Fiorentina.

Sabtu (17/10/2009) Melo akan kembali reuni dengan Fiorentina, meski kali ini statusnya sebagai lawan. Melo mengaku sudah mengubur masa lalunya bersama I Gigliati dan siap memberikan sepenuhnya untuk La Vecchia Signora.

"Ini merupakan laga besar," ujar Melo dalam wawancaranya dengan La Stampa seperti dilansir dari FC Italia.

Kepindahan Melo ke Juventus menimbulkan kemarahan tifosi Fiorentina, meski sebelumnya ia sudah sempat minta maaf.

Pemain yang pernah merasakan kompetisi Liga Spanyol bersama Mallorca, Racing Santander dan Almeria ini mengaku siap "membalas" perlakuan tifosi yang dulu begitu memujanya itu.

"Mereka yang menyebut saya pengkhianat bukanlah fans sejati. Saya memang cinta Firenze. Namun jika saya mencetak gol, saya akan merayakannya. Yang jelas saya tidak akan membuat siapa pun merasa direndahkan," tegas pemain berusia 26 tahun itu.

Sebagai gelandang bertahan, Melo akan bertugas memutus serangan Fiorentina yang dimotori Alberto Gilardino, Adrian Mutu, dan pemain yang tengah on fire Stefan Jovetic.

Kemampuan ketiga pemain itu akan menuntut Melo bekerja keras. Selain itu tingginya tensi pertandingan bisa jadi membuat emosinya terpancing. Data dari Soccernet menunjukkan di Seri A musim lalu ia mengkoleksi 13 kartu kuning dan tiga kartu merah.

"Empat kartu saya dapatkan karena saya berdebat dengan wasit atau pemain lawan. Sedang sisanya didapat akibat pelanggaran normal. Saya bukan striker, saya gelandang bertahan yang harus menghadapi pemain-pemain seperti Ronaldinho, Alexandre Pato, Kaka atau Antonio Cassano. Saya tidak mungkin seratus persen menyapu bola dengan bersih."

"Saya pikir Jovetic akan memaksa saya menunjukkan penampilan terbaik. Yang jelas saya tidak akan bertindak kasar," tuntasnya.

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2010 - 10 Oktober 2009 : Jerman,Italia,Serbia,lolos, Brazil Kalah

Finland 2 - 1 Wales
Belarus 4 - 0 Kazakhstan
Russia 0 - 1 Germany
Luxembourg 0 - 3 Switzerland
Armenia 1 - 2 Spain
Estonia 0 - 2 Bosnia-Herzegovina
Ukraine 1 - 0 England
Cyprus 4 - 1 Bulgaria
Montenegro 2 - 1 Georgia
Denmark 1 - 0 Sweden
Liechtenstein 0 - 2 Azerbaijan
Austria 2 - 1 Lithuania
Czech Republic 2-0 Poland
Greece 5-2 Latvia
Serbia 5-0 Romania
Slovakia 0 - 2 Slovenia
Belgium 2-0 Turkey
France 5-0 Faroe Islands
Ireland 0-1 Italy
Israel 3-1 Moldova
Portugal 3-0 Hungary

KLOSE LOLOSKAN JERMAN

Pada pertandingan yan dihelat di atas rumput sintetis Stadion Luzhniki, Sabtu (10/10/2009) malam WIB, Rusia tampil relatif lebih dominan ketimban tamunya itu. Situs Soccernet mencatat 'Tim Beruang Merah' unggul penguasaan bola 53:47.

Namun demikian, berkat gol Klose keunggulan penguasaan bola tuan rumah tak berpengaruh terhadap Jerman. Gol penyerang Bayern Munich itu terjadi di menit 35 setelah menerima operan Mesut Ozil di depan gawang Rusia.

Hingga akhir laga Rusia tak mampu menyamainya. Padahal Jerman bermain dengan 10 orang sejak menit 69 setelah Jerome Boateng menerima kartu kunking kedua.

Sementara pada pertandingan Grup 4 lainnya, tuan rumah Finlandia sukses menekuk Wales 2-1. Namun laga ini sudah tak menentukan lantaran kedua tim sudah dipastikan tak lolos ke Piala Dunia. Finlandia kini berada di posisi tiga dengan nilai 17, sementara Wales di urutan empat dengan nilai sembilan.

Jalannya Pertandingan

Empat menit pertandingan berjalan, Jerome Boateng melepaskan tendangan ke arah gawang Rusia. Namun sial bagi Boateng, alih-alih mengarah tepat ke gawang, bola sepakannya malah melenceng.

Tiga menit berselang giliran Bastian Schweinsteiger yang memiliki peluang untuk mencipatakan gol. Masih sama seperti Boateng, tendangan gelandang Bayern Munich ini masih melebar.

Memasuki menit 23, Jerman lagi-lagi mendapatkan kans untuk mencetak gol. Kali ini lewat sepakan kaki kiri Lukas Podolski. Bola mengarah tepat ke gawang, tetapi berhasil diblok.

Gole untuk Jerman akhirnya datang sepuluh menit menjelang laga babak pertama usai. Mesut Ozil yang sudah berada di depan gawang Rusia memilih untuk memberikan bola kepada Miroslav Klose yang berlari dari luar kotak penalti. Dengan satu sontekan, Klose akhirnya menjebol jala Igor Akinfeev.

Tiga menit setelah gol tersebut, Vladimir Bystrov melepaskan sepakan kaki kiri ke arah gawang Jerman. Tak ada gol yang tercipta lantaran sepakan Bytrov malah melebar di samping gawang.

Dua menit jelang turun minum, Vasili Berezutsky mencoba peruntungannya. Tetapi ia pun gagal menyamakan kedudukan karena sundulan yang dilepaskannya juga masih melenceng di sisi gawang.

Menit ke-51, Schweinsteiger kembali memberikan ancaman kepada gawang Akinfeev. Tetapi sepakan keras pemain berambut pirang ini masih bisa dijinakkan si penjaga gawang. Akinfeev dengan mudah bisa menangkap bola sepakannya.

Rusia balik membalas melalui Alexander Kerzhakov pada menit 54. Tetapi kiper Rene Adler masih bisa menghalaunya. Pun demikian dengan tendangan Andrei Arshavin dua menit berselang, Adler juga masih bisa menyelamatkannya.

Pada menit 69, Boateng diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua. Hukuman tersebut diterimanya setelah melakukan tekel keras terhadap Bystrov.

Meski bermain dengan 10 orang, Jerman tetap mampu mempertahankan keunggulan sampai akhir laga. Mereka pun akhirnya mengakhiri laga dengan skor 1-0.

Susunan Pemain

Rusia: Igor Akinfeev, Sergei Ignashevich, Vasili Berezutsky, Aleksandr Aniukov, Yuri Zhirkov, Konstatin Zurianov, Igor Semshov (Pavel Pogrebnyak), Vladimir Bystrov, Igor Denisov (Dmitri Torbinsky 45), Andrei Arshavin, Alexander Kerzhakov (Roman Pavlyuchenko 54).

Jerman: Rene Adler, Philip Lahm, Heiko Westermann, Jerome Boateng, Michael Ballack, Simon Rolfes, Bastian Schweinsteiger, Mesut Ozil (Arne Friedrich 72), Miroslav Klose, Lukas Podolski (Piotr Trochowski 86).

GILA LOLOSKAN ITALIA
Italia memastikan diri ke Piala Dunia 2010. Tiket otomatis itu tak mudah dikantongi karena dua kali 'Azzuri' harus ketinggalan sebelum akhirnya memaksakan hasil imbang 2-2 atas Irlandia, yang cukup untuk memastikan satu tempat di Afrika Selatan tahun depan.

Dijamu Irlandia di Croke Park, Minggu (11/10/2009) dinihari WIB, Italia kebobolan cepat melalui Glenn Whelan. Tapi Mauro Camoranesi bisa membuat paruh pertama laga berakhir 1-1.)

Sean St. Ledger kemudian membuat tuan rumah unggul lagi sebelum Alberto Gilardino menyelamatkan Italia dari kekalahan sekaligus memastikan satu tiket lolos otomatis.

Tambahan satu poin untuk Irlandia sendiri membuat mereka duduk di posisi dua klasemen Grup 8 untuk meraih tiket playoff ke Piala Dunia 2010.

Jalannya Pertandingan

Irlandia langsung mengejutkan Italia dengan gol cepat pada menit 8. Liam Lawrence mengirim umpan tarik ke Glenn Whelan di tepi kotak penalti, yang meneruskan dengan sepakan keras. Gol, Irlandia 1, Italia 0.

Italia mengancam di menit ke-25. Bola terlontar ke depan Fabio Grosso dan si kulit bundar pun disambutnya dengan tembakan voli. Sial untuknya, Shay Given tak sulit membendung.

Hanya semenit kemudian, gol benar-benar lahir. Dari tendangan penjuru Andrea Pirlo, Mauro Camoranesi bisa menanduk bola untuk membawa skor imbang lagi.

Dua menit setelah jeda, Italia menjebol gawang Irlandia. Tapi gol tidak disahkan karena ada pemain yang terjebak offside.

Gianluca Zambrotta memiliki peluang setelah berhasil mencuri celah di pertahanan Irlandia. Tapi tembakannya ke arah tiang dekat masih bisa diantisipasi Given pada menit 71.

Irlandia unggul lagi! Tiga menit sebelum bubaran, Sean St Ledger memberikan pukulan kedua untuk Azzuri. Stephen Hunt melepaskan tendangan bebas untuk kemudian diteruskan St Ledger ke dalam gawang Italia.

Tuntaskah pertandingan? Belum, karena Italia kemudian berhasil menyamakan kedudukan lagi kali ini melalui Alberto Gilardino lewat sebuah serangan balik, beberapa menit sebelum pertandingan berakhir.

Di dua pertandingan Grup 8 lainnya, Siprus berhasil mengejutkan Bulgaria dengan kemenagan telak 4-1. Sementara itu Montenegro menang 2-1 dari Georgia.


INGGRIS KALAH KARENA KARTU MERAH
Catatan selalu menang Inggris di kualifikasi Piala Dunia terhenti dengan kekalahan di tangan Ukraina. 'Tiga Singa' tetap dibela dan dinilai tak layak pulang dengan tangan hampa.

Setelah delapan laga setia meraup tiga angka, Inggris harus tertunduk di kandang Ukraina. Tim tamu kandas dengan skor 1-0, Minggu (11/10/2009), lewat gol Serhiy Nazarenko yang lebih dulu membentur kaki pemain Inggris.

Gol tersebut tercipta setelah beberapa menit sebelumnya Inggris bermain dengan sepuluh pemain akibat kehilangan sang kiper, Robert Green, yang dikartu merah. Namun, kekalahan tak berdampak serius untuk Inggris karena sudah lolos ke Piala Dunia 2010.

Menilik hasil dan kondisi pertandingan, Sven Goran Eriksson yang pernah jadi manajer Inggris periode 2001–2006 pun menilai bahwa skuad 'Three Lions' tidak patut dipersalahkan dan kalah hanya karena sial.

"Ini sangat disayangkan, karena beberapa kesalahan Inggris harus main dengan 10 pemain. Tapi di babak kedua mereka main luar biasa dan dengan mudah harusnya bisa menyamakan kedudukan," kata Eriksson di The Sun.

"Meski bermain dengan 10 pemain melawan 11, Inggris lebih baik dari lawannya di babak kedua. Itu adalah hasil besar untuk Ukraina dan mereka beruntung saja Inggris tak bikin gol," seru dia.

Dengan kemenangan itu, Ukraina kini menyibak peluang ke Afrika Selatan dan akan bertarung dengan Kroasia untuk berebut tiket playoff.

SERBIA KIRIM PRANCIS KE PLAY OFF
Harapan Prancis untuk meraih tiket langsung ke Piala Dunia telah kandas. Les Bleus tinggal berharap pada babak playoff yang telah mereka raih.

Hal tersebut tidak lepas dari keberhasilan Serbia memastikan diri lolos secara otomatis ke Afrika Selatan tahun depan setelah sukses melibas Rumania 5-0 melalui gol dari Nikola Zigic, Marko Pantelic, Zdavko Kuzmanovic, dan Milan Jovanovic sebanyak dua kali.

Tambahan tiga angka itu membuat Serbia mengunci puncak klasemen Grup 7 dengan 22 poin dari sembilan laga yang telah dilakoni. Mereka sudah tidak mungkin dikejar Prancis yang meski di saat bersamaan sukses menghantam Kepulauan Faroe juga dengan skor 5-0.

Bermain di Stade de France, Minggu (11/10/09) dinihari WIB, Prancis yang bermain dalam tekanan patut berterimakasih pada penyerang mereka, Andre Pierre Gignac yang mencetak dua gol pembuka.

Prancis sebetulnya memulai laga dengan permainan datar. Meski banyak menguasai bola, namun pergerakan mereka jarang membahayakan tim tamu.

Prancis mulai dapat bermain dengan nyaman setelah Gignac berhasil membuka keunggulan di menit 34. Berawal estafet umpan searah dari Thiery Henry dan Nicolas Anelka, ia sukses mengecoh kiper Kep. Faroe, Jakup Mikkelsen dengan tendangan yang dilakukan sambil memutar badan.

Aksi Gignac masih berlanjut. Lima menit kemudian ia sukses menggandakan angka melalui gol yang terbilang fantastis.

Menerima umpan lambung dari arah belakang, penyerang FC Touluse ini bergerak memutar dan berlari cepat sejauh seperempat lapangan dan melewati tiga pemain belakang lawan sebelum melepaskan tendangan keras menyilang yang bersarang mulus ke sisi kanan gawang Jakup Mikkelsen. Hasil ini bertahan sampai turun minum.

Di babak kedua Prancis belum juga mengendurkan serangannya. Mereka berhasil menambah keunggulan melalui gol yang dicetak William Gallas di menit 53. Memanfaatkan umpan Henry yang membentur kaki pemain Kep. Faroe, Gallas mendanduk bola ke arah bawah yang gagal di jangkau Jakup Mikkelsen.

Prancis berhasil mencetak gol keempat di menit 86. Berawal dari tendangan Henry yang tidak bisa diselamatkan dengan sempurna oleh Mikkelsen, Anelka dengan tenang menceploskan bola hasil rebound tersebut.

Namun pertunjukan Prancis belum berakhir. Benzema yang baru masuk di babak kedua berhasil menceploskan si kulit bundar setelah sebelumnya dia melewati beberapa pemain belakang Kep. Faroe.

Susunan pemain

Prancis:
Mandanda, Gallas, Abidal, Evra, Sagna, Toulalan, Diarra, Henry, Anelka, Govou, Gignac.

Kep. Faroe:

Mikkelsen, Benjaminsen, Olsen, Danielsen, Bo, Gregersen, Petersen, Davidsen, Lokin, Jacobsen, Rovgi Jacobsen.

SPANYOL 100 %
Catatan raihan poin sempurna yang dibukukan Spanyol di babak kualifikasi Piala Dunia belum juga terhenti. Melawat ke Armenia, 'Matador' menang dengan skor 2-1.

Hasil ini tidak berpengaruh banyak bagi Spanyol karena sebelumnya mereka telah menggengam tiket ke putaran final Piala Dunia. Tambahan tiga angka membuat posisi La Furia Roja semakin mantap di puncak klasemen Grup 5 dengan nilai 27 dari sembilan laga yang telah dilakoni.

Dalam pertandingan di Republican Stadium, Sabtu (10/10/09) malam WIB, gol Spanyol dilesakkan oleh Cesc Fabregas dan Juan Mata. Sedangkan gol Armenia Dihasilkan oleh Robert Arzumanyan.

Dalam laga yang berlangsung di bawah guyuran hujan tersebut, kedua tim bermain seimbang. Situs Soccernet mencatat penguasaan bola berbanding 50:50.

Bermain di kandang lawan, Spanyol tetap mencoba mendominasi laga. Namun kondisi lapangan tampaknya membuat tim ini kesulitan untuk memperagakan peragaan umpan pendek cepat yang menjadi ciri khasnya.

Setelah sebelumnya memperoleh sejumlah peluang Spanyol akhirnya berhasil unggul di menit 33. Fabregas yang berdiri di sebelah kanan dari gawang Bosnia melepaskan tembakan dengan kaki dalam yang diarahkan ke pojok tiang jauh. Hasil ini bertahan sampai turun minum.

Tertinggal, tuan rumah mencoba bangkit di babak kedua. Melalui sebuah skema bola mati di menit 58, Robert Arzumayan berhasil memenangi duel dengan pemain belakang Spanyol untuk kemudian menanduk bola yang berbuah imbangnya kedudukan.

Namun hasil seri tersebut tidak bertahan lama. Spanyol kembali unggul di menit 65 setelah Juan Mata yang baru masuk di babak kedua sukses mengeksekusi tendangan penalti setelah sebelumnya ia dilanggar di kotak terlarang. Skor bertahan sampai laga berakhir.



Bosnia ke Playoff

Sementara itu di waktu bersamaan Bosnia berhak lolos ke babak babak playoff setelah menang atas Estonia 2-0. Sepasang gol di laga itu dilesakkan oleh Edin Dzeko dan Vedad Ibisevic.

Hasil ini sekaligus mematahkan asa dari Turki yang sebelum laga berlangsung, bersaing dengan Bosnia untuk merebutkan posisi dua. Turki sendiri baru akan bertanding melawan Belgia pada saat berita ini diturunkan.

Tambahan tiga angka tersebut membuat Bosnia mengunci posisi runner-up dengan poin 19. Sudah tidak bisa dikejar Turki yang saat ini baru mengoleksi 12 angka dan menyisakan dua laga lagi.

Susunan pemain

Armenia:
Berezovsky, Hovsepyan, Mkrtvhyan, Arzumanyan, Mkoyan, Goharyan (Melkonyan '60), Karamyan, Edigaryan (Arakelian '73), Mkrtchain, Karamyan, Pizelli (Alexanyan '73).


Spanyol:
Reina, Marchena (Pique '46), Puyol, Ramos, Monreal, Xavi, Mata (Iniesta '67), Senna, Fabregas, Cazorla, Torres (Negredo '54), Garcia,

POTUGAL DEKAT KE PLAY OFF

Dua gol dari Simao Sabrosa dan satu dari Liedson membawa Portugal meraih kemenangan 3-0 atas Hongaria. Seleccao pun merapat ke babak play-off.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Magalhaes Pessoa, Minggu (11/10/2009) dinihari WIB, Portugal turun dengan skuad terbaiknya. Cristiano Ronaldo yang baru fit dari cedera engkel juga diturunkan sejak awal.

Simao membuka keunggulan Portugal ketika laga baru berjalan 18 menit. Gol ini tercipta setelah umpan crossing Cristiano Ronaldo sempat diblok kiper Gabor Babos, tetapi kemudian berhasil disambar olehnya.

Namun demikian, Ronaldo hanya mampu bermain selama 27 menit. Cedera engkelnya kambuh lagi dan ia pun terpaksa digantikan oleh Nani.

Zoltan Gera sempat hampir menyamakan kedudukan di ujung babak pertama. Sial baginya, sundulannya malah membentur tiang gawang. Setelahnya praktis pertandingan menjadi milik Portugal.

Sementara dua gol tambahan lainnya datang di babak kedua. Liedson mencetak gol di menit 74, sementara gol kedua Simao datang lima menit sesudahnya lewat sebuah sepakan voli.

Dengan hasil ini Portugal untuk sementara berada di urutan dua dengan nilai sembilan di klasemen sementara Grup 1. Mereka bisa melaju ke babak play-off apabila hari Rabu depan bisa mengalahkan Malta.

Sementara tiket langsung dari grup ini sudah menjadi milik Denmark. 'Tim Dinamit' lolos usai menyungkurkan Swedia 1-0 di kandang sendiri. Denmark memimpin dengan nilai 21.

Susunan Pemain

Poetugal: Carvalho Reis Eduardo, Jose Bosingwa, Bruno Alves, Ricardo Carvalho, Deco, Pedro Mendes, Duda, Raul Meireles, Simao Sabrosa (Miguel Veloso 80), Cristiano Ronaldo (Nani 27), Liedson (Nuno Gomes 83).

Hongaria: Gabor Babos, Laszlo Bodnar, Roland Juhasz, Vilmos Vanczak, Zoltan Gera, Balazs Toth, Szabolcs Huszti (Akos Buzsaky 67), Krisztian Vadocz (Tamas Priskin 56), Balazs Dzsudzsak (Jozsef Varga 84), Sandor Torghelle.

PANTAI GADING LOLOS
Pantai Gading memastikan satu tempat di Piala Dunia 2010 usai bermain imbang 1-1 dengan Malawi. Satu-satunya gol Pantai Gading diciptakan oleh bintang mereka, Didier Drogba.

Bertanding di kandang lawan, Stadion Kamuzu, Minggu (11/10/2009) dinihari WIB, Pantai Gading tampil dengan sejumlah pemain andalannya. Tampak dalam starting eleven ada pula nama Didier Zokora dan Salomon Kalou. Drogba sendiri baru dimainkan di babak kedua.

Meski demikian, Malawi terlebih dulu meraih keunggulan. Adalah Jacob Ngwira yang membuat Les Elephants tertinggal lewat golnya di menit 63. Dua menit berselang Drogba pun masuk untuk menggantikan Sekou Cisse.

Dari penyerang Chelsea itulah kemudian tim tamu menyamakan kedudukan. Berawal dari pelanggaran Peter Mponda, Pantai Gading pun memperoleh tendangan bebas. Lewat sepakan bebas ini bola kemudian sempat dihalau oleh Mponda, tetapi malah jatuh di kaki Drogba. Ia pun menaklukkan kiper Swadick Sanudi dengan satu sontekan pelan.

Dengan tambahan satu nilai ini, Pantai Gading memimpin klasemen Grup E dengan nilai 13. Mereka hanya tinggal menyisakan satu laga lagi. Dengan raihan poin itu, mereka sudah tak mungkin dikejar oleh Burkina Faso yang berada di posisi dua.

Burkina Faso kini mengoleksi poin 6 dan masih menyisakan dua pertandingan lagi. Tetapi capaian poin maksimal mereka di dua laga itu, 12, sudah tak bisa melewati perolehan Pantai Gading.

Dengan demikian, Pantai Gading lolos untuk kedua kalinya ke Piala Dunia. Keikutsertaan mereka yang pertama adalah pada tiga tahun silam pada Piala Dunia 2006 di Jerman.

BRAZIL KALAH
Brasil menelan kekalahan setelah ditaklukkan oleh tuan rumah Bolivia 2-1. Namun hasil tersebut sudah tidak mempengaruhi langkah Brasil ke Afrika Selatan tahun depan.

Brasil merupakan negara pertama yang meraih tiket dari zona Conmebol. Sedangkan hasil pertandingan di La Paz, Senin (12/10/2009) dinihari WIB, juga tidak membuat Bolivia bisa lolos ke Afsel.

Bolivia sejak awal pertandingan beberapa kali mencoba mengancam gawang pertahanan Brasil. Sedangkan Brasil yang mengandalkan Adriano dan Nilmar di lini serangan belum mampu melakukan ancaman yang berarti

Bolvia akhirnya unggul lebih dulu di menit ke-10 lewat gol Edgar Olivares. Gelandang Bolivia ini menyambut sebuah sepak pojok dengan tandukan kepalanya memantulkan bola ke gawang kiper Brasil Julio Cesar.

Meski dalam tekanan namun Brasil masih mampu membuat peluang yaitu di menit ke-19. Namun sayang tendangan kaki kanan Diego Souza masih melenceng di samping gawang tuan rumah.

Sedangkan Adriano yang sudah berdiri bebas, tak mampu menjangkau bola dengan sundulannya di menit ke-23. Pada menit ke-25, gol Brasil dianulir karena lebih dulu terjadi pelanggaran kepada kiper Bolivia.

Sementara Bolivia lewat Wilder Zabala mencoba mengancam gawang Brasil lewat tendangan kerasnya dari jarak jauh. Namun kiper Julio Cesar cukup sigap untuk menahanan bla tersebut

Pada menit ke-30, Marcelo Moreno membuat Bolivia unggul 2-0 lewat tendangan bebas kaki kanannya yang cantik. Sedangkan kiper Julio Cesar hanya terperangah melihat bola melambung masuk gawangnya.

Brasil sempat memiliki peluang untuk membalasnya namun tendangan Dani Alves mengenai tiang gawang. Sedangkan Adriano gagal memanfaatkan bola pantul tersebut karena tembakannya melenceng.

Adriano sempat diboyong keluar setelah merasakan sakit pada kakinya. Namun dia dapat kembali masuk ke lapangan. Meski demikian hasil 2-0 bagi Bolivia bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua sempat terjadi insiden dimana seorang penonton membawa poster masuk ke tengah lapangan. Namun petugas dengan sigap mengamankan suporter nakal yang bertumbuh gempal tersebut.

Pada menit ke-55, Olivares kembali mengancam gawang Brasil tapi sundulannya kali ini melenceng. Namun Brasil akhirnya mampu memperkecil ketertinggalanya menjadi 1-2 di menit ke-69.

Berawal dari sebuah serangan balik yang cepat bola akhirnya Maicon memberikan umpan crossing ke depan gawang. Nilmar lolos di sela-sela pemain lawan dan menyundul bola tersebut ke gawang lawan.

Pertandingan yang berlangsung di ketinggian 3.637 meter di atas permukaan laut itu berakhir dengan skor 2-1. Bagi Bolivia, kemenangan itu menjadi hiburan bagi pendukungnya karena mereka sudah tak dapat lolos ke Afsel

Jadwal dan prediksi Kualifikasi Piala Dunia 2010 - 10 dan 14 Oktober 2009

Siaran langsung :
Vision 1 Minggu, 11 Okt 04:30 Argentina vs Peru
Vision 1 Minggu, 11 Okt 05:00 Ekuador vs Uruguay
RCTI Selasa, 13 Okt 03:00 Bolivia vs Brasil

10 Oktober 2009
Finland v Wales
Belarus v Kazakhstan
Russia v Germany
Luxembourg v Switzerland
Armenia v Spain
Estonia v Bosnia-Herzegovina
Ukraine v England
Cyprus v Bulgaria
Montenegro v Georgia
Denmark v Sweden
Israel v Moldova
Liechtenstein v Azerbaijan
Austria v Lithuania
Czech Republic v Poland
Greece v Latvia
Serbia v Romania
Slovakia v Slovenia
Belgium v Turkey
France v Faroe Islands
Ireland v Italy
Portugal v Hungary



14 Oktober 2009

Andorra v Ukraine
Kazakhstan v Croatia
Azerbaijan v Russia
Germany v Finland
Bosnia-Herzegovina v Spain
Bulgaria v Georgia
France v Austria
Greece v Luxembourg
Italy v Cyprus
Latvia v Moldova
Liechtenstein v Wales
Lithuania v Serbia
Romania v Faroe Islands
Switzerland v Israel
Turkey v Armenia
Czech Republic v Northern Ireland
Estonia v Belgium
Poland v Slovakia
Denmark v Hungary
Portugal v Malta
Sweden v Albania
England v Belarus
Ireland v Montenegro
San Marino v Slovenia

ROONEY JADI BAPAK ?
Dengan usia kandungan yang sudah delapan bulan lebih, Coleen Rooney bisa melahirkan kapanpun dalam waktu dekat. Jika persalinan terjadi di akhir pekan ini, Wayne Rooney dipastikan tak bisa menemani.

Adalah pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2010 yang bisa membuat Rooney tak ada di sisi Coleen jika istrinya itu melahirkan anak pertama mereka di akhir pekan ini. Bersama rekan-rekannya di timnas Inggris, sang striker akan terbang ke Dnepropetrovsk untuk menyambangi Ukraina.

Laga tersebut sesungguhnya sudah tak menentukan buat The Three Lions karena mereka sudah memastikan satu tiket ke Afrika Selatan tahun depan. Namun dengan target meraih hasil sempurna dari seluruh laga di babak kualifikasi, Fabio Capello masih membawa skuad terbaiknya.

"Hari Jumat nanti, jika saya sudah sampai di Ukraina dan bayinya kemudian lahir, tak mungkin saya akan kembali," ungkap Rooney seperti diberitakan Telegraph.

Inggris akan menjalani pertandingan kontra Ukraina pada Sabtu malam waktu setempat. Dengan tengah pekan depan masih harus menghadapi Belarusia, Rooney hanya punya waktu sekitar 48 jam untuk berkumpul dengan istri dan anaknya jika Coleen benar melahirkan akhir pekan ini.

"Jika sesuatu hal terjadi (pada Coleen) saya pasti akan berusaha melakukan sesuatu, tapi kini saya tak punya rencana akan melakukan apa nanti," pungkas striker Manchester United itu.

PRANCIS TERANCAM
Bahkan dua kemenangan di dua laga terakhir belum pasti meloloskan Prancis ke Piala Dunia 2010. Jika Le Bleus sampai gagal ke Afrika Selatan, Thierry Henry menyebut itu sebagai kesalahan pemain.

Prancis saat ini duduk di posisi dua klasemen Grup 7 Kualifikasi Piala Dunia 2010. Dengan terpaut empat angka atas Serbia di puncak klasemen dan cuma ada dua pertandingan tersisa, Les Bleus mungkin harus melewati babak playoff untuk bisa lolos ke Afrika Selatan 2010.

Meski dua kemenangan atas Kepulauan Faroe dan Autria belum tentu meloloskan Prancis, Henry meminta rekan-rekannya terus tampil habis-habisan. Selain untuk terus menjaga peluang, Prancis juga disebutnya punya kewajiban untuk memberi yang terbaik buat fans setianya setelah banyak dikecewakan dalam beberapa pertandingan terakhir.

"Jika kami gagal ke Piala Dunia, semua orang akan menderita. Tapi itu semua akan menjadi salah kami. Semuanya berpulang pada kami untuk bisa memberikan kembali hasrat fans demi mengembalikan kepercayaan mereka pada tim ini," ungkap Henry di Sky Sports.

Upaya Prancis lolos ke Piala Dunia 2010 bulan lalu dipersulit dengan munculnya isu perseteruan antara Raymond Domenech dan beberapa pemain. Kabar yang beredar usai bermain imbang dengan Serbia dan Romania itu disanggah Henry.

"Seperti yang terjadi pada semua kamar ganti di dunia, yang ada di sana cuma diskusi. Tapi tak ada yang meninggikan suara mereka. Tak ada perseteruan. Domenech bukan bagian dari keluarga saya. Dia juga bukan ayah saya tapi dia orang yang ramah dan juga jujur," pungkas striker Barcelona itu.

ITALIA VS TRAP
Giovanni Trapattoni adalah satu manajer tersukses yang pernah dilahirkan oleh Italia. Maka para pemain Azzurri pun menaruh hormat besar kepada Mr.Trap saat berduel dengan Republik Irlandia yang kini ditangani pria 70 tahun itu.

Memulai karir kepelatihannya di AC Milan pada tahun 1974, Trapattoni mulai menunjukkan giginya ketika menangani Juventus medio 1976-1986. Dalam rentang waktu itu ia mempersembahkan enam gelar scudetto untuk klub asal Turin itu dan gelar Piala Champions pada tahun 1985. Pindah ke klub besar lainnya, Inter Milan, pun ia berhasil menuai sukses dengan satu titel Seri A (1989) dan Piala UEFA (1991).

Tak hanya di Italia saja, tuah Trapattoni pun ternyata berlanjut saat dirinya menangani klub Eropa lainnya. Bersama Bayern Munich, Benfica dan Red Bull Salzburg, gelar juara liga lokal setempat pun diberikannya kepada ketiga klub tersebut.

Di level timnas pun, Trapattoni sempat dipercaya untuk melatih dari tahun 2000-2004. Namun demikian, Trappatoni tak bisa berbicara banyak karena babak 16 besar Piala Dunia 2002 dan tersingkir dari fase grup pada Piala 2004 adalah pencapaian maksimalnya.

Meski tanpa prestasi di timnas, rupanya itu semua tak mengurangi rasa respek para mantan anak didiknya di sana. Bagi Nicola Legrottaglie, Trappatoni adalah sosok pelatih berkelas dan karena Trapattoni lah bek Juve itu bisa mengecap rasanya pertama kali mengenakan kostum timnas.

Dan kedua pun akan bertemu saat Italia bertandang ke Dublin akhir pekan ini untuk melakoni laga penentuan lolosnya mereka ke Afrika Selatan 2010.

Kedua tim dibedakan empat angka dan dengan hasil seri saja tiket ke PD 2010 pun didapat Italia. Sementara kemenangan bagi Irlandia akan menghidupkan peluang mereka untuk lolos langsung.

"Sungguh menyenangkan bertemu Trapattoni kembali. Dia adalah pelatih pertama yang percaya padaku untuk memanggil ke timnas dan memainkanku," kenang Legrottaglie kepada Sky Sports.

"Jika kami datang ke Irlandia untuk sebuah laga krusial, ini berarti Trapattoni dan timnya telah melakukan hal yang luar biasa di fase kualifikasi inn," pujinya lanjut.

Tak hanya Legrottaglie saja yang memuji Trapattoni, begitu pun dengan Daniele de Rossi. Meski tak pernah dilatih oleh Trapattoni, baik di klub mau pun timnas, De Rossi menilai kalau pria kelahiran Milan itu adalah seorang yang bertangan dingin.

Itu dibuktikan dengan kiprah Robbie Keane dkk di Pra Piala Dunia 2010 ini, dengan tak terkalahkan di delapan laganya.

"Dia adalah pelatih yang sudah melakukan banyak hal hebat dalam karirnya. Sekarang ia sudah membawa Irlandia ke level lebih tinggi. Dia selalu sukses di mana saja," ujar De Rossi.



ARGENTINA TERJEPIT
Asosiasi sepakbola Peru dikabarkan menyiapkan bonus jika bisa menundukkan Argentina. Tak mau kalah, Maradona yang butuh kemenangan demi menjaga kans lolos menyebut skuadnya bermain untuk nyawa mereka sendiri.

Argentina dijadwalkan menjamu Peru dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2010, Sabtu (10/10/2009), di Stadion Antonio Vespucio Liberti. Kemenangan wajib hukumnya buat Albiceleste untuk menjaga peluang lolos ke Piala Dunia 2010 mengingat saat ini mereka masih duduk di posisi lima klasemen.

Di sisi lain, laga tersebut sudah tak berarti apapun buat Peru yang kini terjerembab di posisi juru kunci. Namun kondisi tersebut tak membuat Peru mau menyerah begitu saja, buktinya asosiasi sepakbola negara tersebut malah menawarkan bonus besar jika bisa membawa pulang kemenangan.

Tak diketahui berapa banyak uang yang disiapkan Peru untuk para pemainnya. Tapi seberapa besar hadiah yang dijanjikan buat pemain lawannya, Maradona sama sekali tak terpengaruh.

"Tak ada uang yang membuat Anda bisa membeli kemenangan. Dalam pertandingan di atas lapangan itu cuma ada 11 lawan 11. Pemain Argentina bermain untuk nyawa mereka," tegas Maradona seperti diberitakan Reuters.

Argentina butuh setidaknya dua kemenangan untuk mengamankan posisi ke playoff. Untuk laga kontra Peru mereka diprediksikan bisa memetik kemenangan, yang jadi tantangan adalah bertandang ke Uruguay, penghuni posisi enam klasemen yang juga masih punya peluang



Mau Liburan ke Bali ? Paket Liburan ke Bali