Meski menang cuma 1 gol atas irak, Spanyol lolos ke piala konfederasi 2009, Viva Villa.!!!
Spanyol raih tiket semifinal Piala Konfederasi 2009 usai mengatasi Irak 1-0 dalam laga kedua grup A. Meski menang, Spanyol mendapatkan perlawanan alot dari Irak.
Gol tunggal Spanyol dalam laga yang berlangsung Rabu (17/6/2009) malam WIB di stadion The Free State dicetak David Villa di menit ke-55.
Kemenangan membawa La Furia Roja mantap di puncak klasemen sementara Grup A dengan poin enam dan memastikan satu tiket ke semifinal.
Jalannya Pertandingan
Di babak pertama, laga berlangsung alot. Pertahanan Irak sukses mematikan serbuan Spanyol.
Sepuluh menit laga berjalan, Alaa Abdul Zahra melepaskan tembakan ke gawang Spanyol. Sepakannya tepat di pelukan Iker Casillas.
Spanyol punya peluang di menit 16. Usai menerima umpan Xavi, Torres sukses meloloskan diri dari kawalan pemain belakang Irak. Namun striker asal Liverpool itu gagal menjangkau bola sodoran tersebut.
Juara Eropa kembali memiliki kans di ketika laga berusia 25 menit. Umpan Santi Cazorla dari sayap kanan sukses diterima David Villa. Selanjutnya, striker Valencia itu melepaskan sepakan namun masih menyamping dari gawang Irak yang dikawal Mohammad Kassid.
Upaya Spanyol lewat sepakan keras Cazorla dari luar kotak penalti di menit ke-30 juga belum membuahkan hasil. Si kulit bundar masih melenceng tipis di kiri gawang Kassid.
Meski terus menekan, Spanyol gagal mencetak gol hingga turun minum. Kans terakhir lewat Xabi Alonso di menit ke-44 juga masih bisa ditangkal Kassid. Skor 0-0 menutup babak pertama.
Enam menit babak kedua berjalan, Kassid kembali menggagalkan peluang Spanyol. Kali ini kiper berusia 22 tahun itu sukses menghentikan sundulan David Villa.
Kans Irak lewat tendangan bebas Nashat Akram di menit ke-53, masih menyamping dari gawang Casillas.
Spanyol memecah kebuntuan sepuluh menit selepas restart, lewat David Villa. Gol berawal dari umpan silang Joan Capdevila, disundul Villa yang kurang mendapat pengawalan yang baik dari pemain bertahan Irak.
Unggul satu gol, anak asuh Vincente Del Bosque tak berhenti menekan. Sepakan keras Xabi Alonso di menit ke-58 masih bisa diselamatkan Kassid. Enam menit berselang, tendangan Cazorla juga masih belum membuahkan skor.
Kassid kembali membuat Spanyol gagal mencetak gol tambahan dengan memblok sepakan juan Mata di menit ke-79.
Di sisa waktu, Spanyol gencar menyerang. Sementara Irak sesekali memberikan tekanan, namun belum ada yang mengancam gawang Casillas. Tidak ada gol tambahan yang tercipta, skor 1-0 bertahan hingga laga berakhir.
Sususnan Pemain
Spanyol: Casillas; Ramos, Pique, Marchena, Capdevila, Xavi (Busquets 82'), Juan Mata, Cazorla (Silva 67'), Alonso, Torres, Villa (Guiza 74')
Irak: M.Kassid; M. Ali, Basem, Muayad, Fareed, Salam, Ali Hussein, Nashat, Hawar (Karrar 69'), Samer (Mahdi Karim 60'), Alaa (Younes Mahmoud 80')
Dua gol dari Giuseppe Rossi dan satu gol ciptaan Daniele de Rossi memberi kemenangan pada Italia dalam laga pertamanya di Piala Konfederasi 2009. Menghadapi 10 pemain Amerika Serikat, Azzurri menang 3-1.
Bertanding di Super Stadium, Pretoria, Afrika Selatan, Selasa (16/6/2009) dinihari WIB, Italia kebobolan lebih dulu di babak pertama, justru setelah AS kehilangan seorang pemainnya, Ricardo Clark, yang diganjar kartu merah. Gol US Army diukir Landon Donovan lewat titik penalti.
Memperbaiki performanya pascaturun minum, tim asuhan Marcello Lippi mencetak gol balasan melalui Rossi di menit 58. De Rossi membalikkan keadaan dan membawa Italia memimpin, dan di menit-menit akhir Rossi memantapkan kemenangan tim juara dunia ini dengan skor 3-1.
Hasil ini membuat Italia memimpin klasemen Grup B bersama Brasil. Kedua tim sama-sama memiliki tiga poin, tapi Italia unggul selisih gol setelah 'Tim Samba' memetik kemenangan tipis 4-3 atas Mesir beberapa jam sebelumnya.
Italia kesulitan di babak pertama
Pertarungan lebih banyak terjadi di lapangan tengah. Italia yang dihuni nama-nama beken mendapat kesulitan dalam menciptakan kreasi guna membuat terobosan ke jantung pertahanan lawan. AS bermain agresif dan baik dalam menutup celah yang dimanfaatkan Italia.
Peluang pertama dimiliki Azzurri melakui tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti, yang dilakukan Alberto Gilardino, tapi bisa dijinakkan kiper Tim Howard. Kemudian, Nicola Legrottaglie menyundul bebas bola sepak pojok, namun arahnya melenceng.
AS memberi serangan balasan melakui counter attack yang cepat. Dua kali mereka melakukannya melalui Michael Bradley dan Jozy Altidore, namun tembakan mereka tidak bagus, walaupun tinggal berhadapan dengan kiper Gianluigi Buffon.
Italia mencoba peruntungannya melalui tendangan bebas Andrea Pirlo dari luar kotak penalti. Namun Howard berhasil menghalaunya.
Di menit 33 terjadi insiden kontroversial. Ricardo Clark menghajar kaki Gennaro Gattuso, dan wasit langsung mencabut kartu merah. Para pemain AS memprotes keputusan ini, terutama kapten Donovan, karena kartu merah dianggap berlebihan.
Kehilangan satu pemain tidak membuat AS menurun permainannya. Italia pun tak otomatis menemukan cara efektif untuk mengalirkan penyerangan yang baik. Duet striker Vincenzo Iaquinta dan Alberto Gilardino pun masih "ompong".
Di menit 38 terjadi gol di gawang AS dari sontekan bek kanannya sendiri, Jonathan Bornstein. Namun gol bunuh diri itu dianulir karena Gilardino yang saat itu memberi pressure pada Bornstein dalam posisi offside. Dalam tayangan ulang, keputusan asisten wasit tepat.
Lima menit menjelang babak pertama selesai, AS melakukan serbuan ke wilayah pertahanan Italia. Dalam sebuah perebutan bola, bek Giorgio Chiellini menendang kaki Altidore sampai terjatuh, dan tak pelak lagi wasit menunjuk ke titik putih.
Donovan mengeksekusi penalti tersebut dengan baik. Ia mengirim bola ke arah kiri gawang Buffon, sementara sang kiper Italia bergerak ke kanan. AS, yang dalam keadaan kalah jumlah pemain, unggul 1-0 sampai halftime.
Di babak kedua Italia mencoba bermain lebih cepat. Sepuluh menit dari restart, Lippi menarik Mauro Camoranesi dan Gattuso, dan memasukkan Rossi dan Ricardo Montolivo.
Perubahan itu membuahkan hasil yang efektif, terutama pada diri Rossi. Dua menit berada di lapangan, penyerang klub Villarreal itu melakukan aksi brilian yang membangkitkan gairah di kubu Italia.
Merebut bola dari lingkaran lapangan tengah wilayah permainan AS, Rossi menggiring bola beberapa meter, lalu melepaskan tembakan keras dengan kaki kiri dari jarak sekitar 30 meter. Bola melesat sangat kencang dan akurat menuju pojok kanan gawang Howard, dan tak bisa dihentikan oleh penjaga gawang asal Everton tersebut.
Gol itu mengubah segalanya. Italia mulai lebih rapi dalam menyerang dan dominan. AS mau tak mau, tetap dengan 10 pemain, harus bermain lebih bertahan. Mempertahankan satu poin masih lebih baik.
Akan tetapi Italia sudah di atas angin. Di menit 72, juga dari tembakan di luar kotak penalti, De Rossi membuat anak-anak dari 'Negeri Pizza' memimpin. Gelandang AS Roma itu membongkar barisan belakang AS plus Howard lewat tendangan datar yang bersarang di pojok kiri gawang.
Italia terus membombardir pasukan dari 'Negeri Paman Sam'. Howard membuat beberapa penyelamatan penting, yang membuat AS tidak kebobolan lebih banyak.
Akan tetapi ia tak mampu menghentikan apa yang dilakukan Pirlo dan Rossi di menit 90. Pirlo menjadi arsitek yang sangat cantik untuk membuka jalan pada Rossi mencetak gol keduanya, yang juga tak kalah ciamik dari yang pertama.
Pirlo memperdaya Jonathan di garis pinggir, dan dengan gerakan memutar badan, playmaker AC Milan itu melakukan penetrasi di sektor kanan pertahanan lawan. Sampai di garis belakang kotak penalti, dengan kaki kiri ia mengangkat bola ke tengah.
Rossi yang masuk dari belakang tak terkawal siapapun. Bola memantul sekali di tanah, dan setelah itu ia mengayunkan kaki kanannya, membuat tendangan voli, dan bergetarlah gawang AS untuk ketiga kalinya.
Susunan pemain:
Italia: Buffon; Grosso, Chiellini, Legrottaglie, Zambrotta; Gattuso (Rossi 56), Pirlo, De Rossi; Camoranesi (Montolivo 56), Gilardino (Toni 68), Iaquinta
USA: Howard; Bornstein (Kljestan 85), Spector, DeMerit, Onyewu; Clark, Bradley; Feilhaber, Dempsey, Donovan; Altidore (Davies 65)
Hasil Piala Konfederasi 2009: Spanyol lolos ke semifinal..
Hasil Piala Konfederasi - Spanyol habisi Selandia Baru
Sementara Bafana bafana seri dengan Irak..
Juara Eropa Spanyol mengawali langkah di Piala Konfederasi dengan mantap. Juara Oseania Selandia Baru dibabat lima gol tanpa balas. Tiga dari total gol tim Matador dikemas oleh striker Fernando Torres.
Laga Spanyol kontra Selandia Baru digelar di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg, Senin (15/6/2009) dinihari WIB. Hattrick Torres diawali pada menit keenam, dilanjutkan di menit ke-14 dan 17. Cesc Fabregas dan David Villa mengunci kemenangan Spanyol lewat golnya di menit ke-24 dan 48.
Kemenangan 5-0 membawa La Furia Roja kokoh di puncak klasemen sementara Grup A dengan poin tiga dari satu kali main. Spanyol selanjutnya akan menghadapi Irak, Rabu (17/6/2009) malam WIB.
Jalannya Pertandingan
Spanyol membuka skor di menit ke-5 lewat kaki Fernando Torres. Meski sempat mendapat kawalan dari Andy Boyens, namun sepakan El Nino dari luar kotak penalti tanpa ampun menghujam gawang Selandia Baru.
Delapan menit berselang, El Nino mencetak gol keduanya dan membawa Spanyol unggul 2-0. Gol ini berawal dari pergerakan David Villa di sisi kanan pertahanan Selandia Baru. Usai memasuki kotak penalti, Villa lalu mengirim bola ke tengah dan disambut dengan sekali sentuhan Torrres.
Striker Liverpool itu hampir mencetak hattrick semenit setelahnya. Namun sundulannya bisa diamankan kiper tim Negeri Kiwi, Glenn Moss .
Kesempatan kedua bagi Torres hadir di menit ke-17. Kali ini, heading yang ia lancarkan menyambut umpan Albert Riera, berhasil berbuah menjadi hattrick, dan membawa La Furia Roja memimpin 3-0. Trigol Torres adalah hattrcik kedelapan yang pernah terjadi di sepanjang sejarah Piala Konfederasi.
Gawang Selandia Baru kembali bergetar di menit ke-24. Gol ini berawal dari pergerakan Joan Capdevila di kotak penalti yang tidak terkawal. Lalu, Capdevila mengirim bola ke arah Cesc Fabregas yang selanjutnya melepaskan sepakan untuk merobek gawang juara Oseania itu.
Semenit mejelang jeda, gawang Spanyol sempat terancam. Namun tendangan bebas yang dilepas Dave Mulligan bisa dipatahkan oleh Iker Casillas.
Tiga menit setelah restart, papan skor berubah menjadi 5-0 untuk Spanyol. Torres menjadi arsitek dari gol ini. Dari sayap kiri, El Nino mengirim umpan ke dalam kotak penalti. Bola yang gagal disapu oleh Boyens jatuh ke kaki David Villa yang tak terkawal. Striker Valencia ini pun tanpa kesulitan membobol gawang Selandia Baru.
Setelahnya, Spanyol masih mendominasi laga. Selandia Baru sempat membukukan kesempatan di menit ke-71, namun sepakan keras Simon Elliott masih bisa dijinakkan Casillas.
Skor 5-0 bertahan hingga peluit akhir ditiupkan.
Susunan Pemain
Selandia Baru: Moss; Lochhead, Vicelich, Mulligan, Boyens, Brown, Elliott, Brockie (Christie 27'), Bertos, Smeltz (James 76'), Killen (Bright 85')
Spanyol: Casillasl; Albiol, Capdevila, Puyol, Sergio Ramos (Arbeloa 54'), Xavi (Cazorla 54'), Alonso, Fabregas, Riera, David Villa, Torres (Silva 70')
Pertandingan perdana Piala Konfederasi berakhir dengan skor seri. Tuan rumah Afrika Selatan ditahan imbang Irak tanpa gol. Dengan hasil ini, Irak untuk sementara memimpin klasemen sementara dengan poin satu, diikuti Afrika Selatan.
Dalam laga yang digelar di Stadion Ellis Park, Johannesburg, Minggu (14/6/2009), Afsel lebih menguasai laga. Namun tim berjuluk Bafana-bafana itu gagal mencetak gol hingga laga ditutup. Dilansir dari situs FIFA, Irak kini memuncaki klasemen sementara dengan poin satu, diikuti oleh Afsel di posisi kedua yang memiliki poin sama. Jalannya Pertandingan
Empat menit laga dibuka, Irak melepas serangan ke arah Afsel. Tembakan Karrar Jassim masih bisa diselamatkan oleh penjaga gawang Itumeleng Khune.
Peluang tuan rumah hadir di menit ke-11. Namun sepakan Bernard Parker dari luar kotak penalti masih bisa dihentikan kiper Mohammed Kassid. Tiga menit berselang, giliran peluang Macbeth Sibaya dimentahkan Kassid.
Empat menit selepas restart, Kassid dengan mudah menjinakkan tendangan datar Parker. Alhasil, Afsel pun belum mampu merobek gawang lawan dan skor pun masih 0-0.
Bafana-bafana lebih menguasai laga di babak kedua. Namun tim besutan Joel Santana itu masih bisa belum mencetak gol. Menit ke-67, sepakan Teko Modise dari luar kotak penalti melebar.
Lima menit setelahnya, sundulan kepala Theminkosi Fanteni yang meneruskan sepak pojok Modise juga masih melayang di atas gawang Irak.
Sepuluh menit menjelang bubaran, Katlego Mashego dan Parker masing-masing memiliki sebuah peluang. Namun kembali Kassid menjadi aktor yang menggagalkan gol Afrika Selatan.
Peluang terbaik tuan rumah hadir di menit ke-84. Sundulan Kagisho Dikgacoi sudah mengarah gawang Irak yang kosong. Namun sayang si kulit bundar membentur rekannya sendiri, Parker.
Susunan Pemain
Afrika Selatan: Khune; Gaxa, Masilela, Mokoena, Mhlongo, Sibaya, Modise, Dikgacoi, Booth, Parker [Pienaar 85'], Fanteni [Mashego 78']
Irak: Kassid; Ali Hussein, Fareed Majeed, Bassim Abbas, Ali Kareem, Nashat Akram, Mahdi [Salih Sadir 88'], Salam, Jassim [Hawar 74'], Younis Mahmoud, Emad Mohammed [Alaa 76'] Foto: Laga Afrika Selatan vs Irak
Hernanes Pengganti Kaka ?
Anderson Hernanes de Carvalho Andrade Lima atau cukup Hernanes (lahir 29 Mei 1985 di Recife), adalah Gelandang bertahan asal Brazil. Saat ini ia bermain untuk São Paulo.
Hernanes adalah produk dari Akademi Bahia dan telah bermain untuk mereka sejak tahun 2001. Dia dipinjamkan kepada Santo André untuk musim 2006-2007. Pada 2008, sebagai pemain Sao Paulo, Hernanes memenangkan Prêmio Craque Brasileirão dan mendapat penghargaan pemain terbaik.
Pada Januari 2009, Hernanes didaulat sebagai pemain sepak bola paling menjanjikan di dunia oleh koran Inggris, The Times.
"Menjual Kaka adalah sebuah kesalahan besar. Ricky menjamin perubahan ritme, sesuatu yang sangat mendasar buat tim besar. Anda tak bisa menggantikan pemain seperti Kaka dan nanti Anda akan menyesalinya," sahut Dunga sambil merekomendasikan Hernanes.
"Yang pertama, dia (Hernanes) adalah pemain bertahan yang baik, bertenaga dan juga cepat. Kedua, dia tak kalah dalah duel satu lawan satu. Itu adalah kualitas yang membuatnya berbeda," sambung pelatih timnas Brasil itu.
Dilanjutkan Dunga, pesepakbola bernama lengkap Anderson Hernanes de Carvalho Andrade Lima itu punya kemampuan yang sangat lengkap. Pelatih 45 tahun itu menyanjung Hernanes tinggi-tinggi dengan menyebutnya punya determinasi setinggi Genaro Gattuso namun di saat bersamaan memiliki visi dan skill seperti Andrea Pirlo.
"Dia punya determinasi Rino Gattuso dan kaki Andrea Pirlo. Beli dia, cepat," pungkas Dunga.
ayo dong milan...
Hasil kualifikasi piala duni 2010 - inggris lumat andorra, brazil ke puncak...
BRAZIL MAKIN OKE
Brasil memantapkan posisi di puncak klasemen kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Selatan. Catatan ini diraih usai menundukkan Paraguay 2-1 di kandang sendiri.
Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Do Arruda, Kamis (11/6/2009) pagi WIB, Brasil turun berlaga dengan sejumlah pemain utamanya. Nama-nama seperti Kaka, Robinho, Lucio, hingga Dani Alves mengisi starting eleven yang disusun sang pelatih, Dunga.
Kendati demikian, Paraguay justru mampu menghentak lebih dulu. Tim tamu sukses membobol jala tuan rumah ketika pertandingan memasuki menit 25. Adalah Salvador Cabanas yang menjadi pendulangnya.
Tak mau dipermalukan di hadapan pendukung sendiri, Brasil pun bangkit. Sebelum babak pertama berakhir, tepatnya pada menit 40, Seleccao mampu mencetak gol penyama kedudukan melalui Robinho. Setelahnya tak ada lagi gol tercipta sampai turun minum.
Empat menit babak kedua berjalan, Brasil akhirnya berbalik unggul setelah usaha Nilmar menemui hasil. Gol penyerang berusia 24 tahun itu menjadi gol terakhir dalam laga ini dan Brasil pun berhak untuk meraih tiga poin.
Dengan hasil ini, Brasil pun kokoh di puncak klasemen dengan torehan nilai 27. Sementara Paraguay, yang sebelumnya berada di posisi dua, harus puas turun ke posisi tiga dengan raihan nilai 24. Tempat Paraguay diambil-alih oleh Cile yang pada saat bersamaan menghantam Bolivia 4-0.
Keempat gol Cile diciptakan oleh Jean Beausejour pada menit 43, Marco Estrada pada menit 73, serta tambahan dua gol dari Alexis Sanchez pada menit 77 an 89. Hasil ini membawa Cile mengoleksi poin 26.
Sementara itu pada saat yang bersamaan, Uruguay juga harus rela turun satu tingkat ke urutan enam setelah ditahan imbang tuan rumah Venezuela 2-2. Dua gol Venezuela diciptakan oleh Giancarlos Maldonado di menit sembilan dan Jose Manuel Ray di menit 74. Sedangkan gol Uruguay didulang oleh Luis Suarez (61) dan Diego Forlan (71).
Klasemen Kualifikasi Piala Dunia Zona Amerika Selatan
(Tim-Main-Nilai)
1. Brasil (14-27)
2. Cile (14-26)
3. Paraguay (14-24)
4. Argentina (14-22)
5. Ekuador (14-20)
6. Uruguay (14-18)
7. Kolombia (14-17)
8. Venezuela (14-17)
9. Bolivia (14-12)
10. Peru (14-7)
SERBIA KIAN DEKAT ...
Serbia semakin dekat untuk melaju ke putaran final Piala Dunia 2010 usai menundukkan Kepulauan Faroe. Sementara itu Belanda masih sempurna dengan mempertahankan rekor tak terkalahkan yang dimiliki. usai menundukkan Kepulauan Faroe. Sementara itu Belanda masih sempurna dengan mempertahankan rekor tak terkalahkan yang dimiliki.
Pemimpin klasemen Grup 7 Serbia melawat ke Torshavn guna menghadapi tuan rumah Kep. Faroe, Kamis (11/6/2009) dinihari WIB. Kep Faroe yang menjadi juru kunci grup 7 sukses menahan serbuan Swedia di babak pertama.
Serbia baru bisa membuka skor lewat Milan Jovanivic dua menit menjelang jeda. Di babak kedua, Nevan Subotic mengunci kememangan tim besutan Radomir Antic itu dengan golnya di menit ke-61.
Kemenangan 2-0 membawa Serbia mantap di puncak klasemen dengan poin 18 dari tujuh pertandingan, unggul delapan poin dari peringkat kedua Prancis. Ini berarti, peluang tim berjuluk Elang Putih itu untuk merasakan Piala Dunia pertamanya semakin besar. Namun Nikola Zigic dkk tetap harus waspada karena Prancis masih memiliki sisa pertandingan lebih lebih banyak.
Belanda Masih Sempurna
Sementara itu meski telah memastikan lolos ke Piala Dunia 2010, Belanda tetap serius ketika menghadapi Norwegia. Pemain pilar seperti Robin van Persie, Dirk Kuyt, Arjen Robben, dan Rafael van der Vaart ditampilkan sebagai starter.
De Oranje membuka skor ketika laga berusia 33 menit berkat sundulan Andre Ooijer. Norwegia lewat John Arne Riise sempat mengancam di awal-awal babak kedua.
Alih-alih menambah gol, Norwegia justru kembali kebobolan, tepatnya enam menit selepas restart . Adalah Robben lewat sepakannya dari jarak 23 meter yang sukses menggetarkan gawang Norwegia untuk kedua kalinya.
Skor 2-0 bertahan hingga laga ditutup. Hasil ini membuat Belanda mencatat rekor 100 persen menang dari tujuh laga Grup 9 yang telah dilakoninya sejauh ini. Sementara itu Norwegia semakin terbenam di dasar klasemen.
Masih di Grup 9, Macedonia menjaga peluangnya untuk bertarung di babak playoff dengan menjadi runner up terbaik berkat kemenangan 2-0 atas Islandia. Dua gol kemenangan tim peringkat 64 dunia itu dikemas oleh Aco Stojkov menit ke-10 dan Filip Ivanovski empat menit menjelang bubaran.
Macedonia kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan poin tujuh, sama dengan koleksi poin Skotlandia di tangga kedua
SWEDIA PESTA GOL
Swedia dan Rusia berpesta gol dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Eropa. Namun pesta itu belum memberikan efek apa-apa bagi posisi Swedia. Sementara itu Rusia semakin dekat untuk merebut puncak klasemen sementara grup 4.
Swedia menjamu tim peringkat dasar Malta di Stadion Nya Ullevi, Gothenburg, Kamis (11/6/2009) dinihari WIB. Swedia tengah dalam sorotan karena dalam dua laga home terakhirnya mereka mencatat hasil sekali seri dan sekali kalah.
Meski menguasai laga, tuan rumah baru bisa membuka skor di menit ke-22 lewat sundulan Kim Kallstrom. Tidak ada gol tambahan tercipta hingga turun minum
Di babak kedua, tim berjuluk Blaugut tersebut berpesta dengan sukses mencetak tiga gol dalam kurun waktu kurang dari sepuluh menit. Daniel Majstorovic membawa Swedia unggul 2-0 di menit ke-52. Empat menit berselang, striker milik Inter Milan Zlatan Ibrahimovic memperbesar jarak menjadi 3-0.
Ibra berperan untuk terjadinya gol pamungkas tuan rumah di menit ke-58. Bola sodorannya sukses dikonversi Marcus Berg untuk menjadi gol. Skor 4-0 bertahan hingga laga berakhir.
Tambahan tiga poin belum mengerek posisi Ibrahimovic cs, masih tertahan di peringkat keempat. Namun kini Swedia memiliki poin sama dengan peringkat ketiga Portugal yakni 9.
Rusia Tempel Jerman
Di Helsinki, Finlandia pesta gol juga terjadi. Namun pesta menjadi milik tim tamu, Rusia, yang menggelontor gawang Finlandia tiga gol tanpa balas.
Alexander Kerzhakov menjadi bintang dengan mencetak dua gol, masing-masing lewat gol di menit ke-26 dan delapan menit babak kedua berjalan. Konstantin Zyrianov mengunci kemenangan Beruang Merah berkat golnya di menit ke-71
Kemenangan ini membawa Rusia menempel Jerman yang memuncaki klasemen sementara grup 4. Dengan poin 15, anak-anaka asuh Guus Hiddink itu hanya tertinggal satu poin dari Der Panzer.
ASIA
Persaingan di Grup 2 Zona Asia semakin ramai, menyusul kemenangan Iran dan juga satu poin yang diraih Arab Saudi. Alhasil, di Grup 2 masih ada tiga tim yang berkesempatan untuk meraih satu tiket lolos langsung ke Afrika Selatan.
Iran menjsmu Uni Emirat Arab dalam laga yang berlangsung Rabu (10/6/2009) malam WIB. Tim dari negeri para Mullah itu menang tipis 1-0 berkat gol Ali Karimi di menit ke-53.
Kemenangan ini membawa Iran berada di peringkat keempat klasemen sementara Grup 2 Zona Asia dengan 10 poin, tertinggal satu poin dari Arab Saudi yang ada di tangga ketiga. Di hari yang sama, Arab ditahan imbang tanpa gol oleh tim yang sudah memastikan lolos ke Piala Dunia 2010, Korea Selatan.
Kondisi ini membuat persaingan di grup 2 semakin ramai. Sebab, Arab kini memiliki poin sama dengan Korea Utara, runner up klasemen sementara, yang tidak bertanding pada hari ini. Korut pun hanya unggul satu poin atas Iran.
Dengan hanya perbedaan satu poin antara peringkat kedua hingga keempat, maka baik Korut, Arab, dan Iran memiliki peluang yang sama besar untuk lolos langsung dengan memburu posisi kedua klasemen akhir.
Dalam laga selanjutnya, atau laga terakhir di Grup 2, Arab Saudi akan menghadapi Korea Utara. Sementara Iran melawat ke markas Korea Selatan. Laga digelar serentak 17 Juni 2009.
Bahrain Masih Rawan
Sementara di Grup 1 Bahrain gagal mengamankan tiket playoff yang sudah ada di depan mata, usai dibekap Australia dalam laga yang berlangsung di hari yang sama. Socceroos menang 2-0 lewat gol Mile Sterjovski di menit ke-55 dan David Carney menit ke-88.
Bahrain masih berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan poin tujuh. Posisi tim besutan Milan Macala itu masih terancam Uzbekistan yang tertinggal tiga poin.
Bila ingin menggenggam tiket playoff, maka Bahrain harus tidak boleh kalah kala menjamu Uzbekistan di partai terakhir, 17 Juni.
Untuk zona Asia, peringkat ketiga setiap grup akan saling diadu dalam babak playoff. Selanjutnya, pemenang playoff akan melawan juara Zona Oseania untuk meraih tiket ke Afrika Selatan.
Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Asia
Main-Menang-Seri-Kalah-Gol Memasukkan-Gol Kemasukan-Poin
Grup 1
Australia 7 5 2 0 10 0 17*
Jepang 7 4 3 0 10 4 15*
Bahrain 7 2 1 4 5 8 7
Qatar 8 1 3 4 5 14 6
Uzbekistan 7 1 1 5 5 9 4
Grup 2
Korea Selatan 7 4 3 0 11 3 15*
Korea Utara 7 3 2 2 7 5 11
Arab Saudi 7 3 2 2 8 8 11
Iran 7 2 4 1 7 6 10
UEA 8 0 1 7 6 17 1
Keterangan *) Sudah Lolos ke Piala Dunia 2010
KAKA Pasti ke madrid..?
Saya sebagai milanisti mengucapkan selamat jalan kaka, mudah mudahan bisa sukses di madrid..
grazie Kaka!!
Setelah enam musim membela AC Milan dan memberi lima gelar, Kaka akhirnya meninggalkan San Siro. Buat salah satu pemain terbaik yang pernah mereka miliki, Rossoneri mengucap grazie, terimakasih.
"AC Milan berterimakasih pada Kaka sebagai individu dan sebagai seorang juara atas kontribusi besar yang dia berikan dan banyak kemenangan yang telah diraih dalam kurun enam tahun terakhir," demikian pernyataan resmi kubu Milan seperti diberitakan Reuters.
Sejak muncul secara 'tiba-tiba' di tahun 2003, Kaka telah menjadi salah satu nyawa kekuatan Rossoneri. Meski diakui akan sulit mencari pengganti pemain Brasil berusia 27 tahun itu, namun Milan yakin mereka akan bisa mendapatkannya.
"Kehilangan dia di atas lapangan, meski merupakan sesuatu yang serius, bisa tergantikan. Itu akan bisa dilakukan, meski sulit untuk mencari pengganti orang seperti Kaka," lanjut pernyataan Milan.
Kaka sudah lama menjadi incaran Real Madrid, tepatnya saat Ramon Calderon melakukan kampanye presiden tahun 2006. Namun upaya tersebut baru kesampaian hari ini, hanya beberapa pekan setelah Florentino Perez kembali ke kursi kepresidenan dengan ambisinya membentuk Los Galacticos jilid kedua.
PEMAIN MILAN TENTANG KAKA
Beragam reaksi ditunjukkan oleh para pemain AC Milan, terkait kabar transfer Kaka ke Real Madrid. Meski sedih, bek Luca Antonini mengaku ikhlas bila Kaka harus pergi. Sementara itu gelandang Clarence Seedorf pilih no comment.
Kepindahan Kaka ke Real Madrid semakin mendekati kenyataan. Selasa (9/6/2009) dinihari WIB, Kaka sudah lolos tes medis yang dilakukan Madrid.
"Bila Ricky (panggilan akrab Kaka) benar-benar pergi, maka kami akan sedih luar biasa. Kaka adalah pemain yang fantastis, teman yang baik. Tapi jika kepindahan itu akan membuatnya bahagia, maka itu bukanlah masalah," tukas Antonini seperti dilansir dari Channel4.
Pendapat berbeda diutarakan Seedorf. Gelandang asal Belanda ini pilih tidak berkomentar banyak. "Kaka tetaplah salah satu rekan satu tim saya. Saya tidak bisa bicara apa-apa soal Kaka, hingga ada kesepaktan yang ditandatangani," ujar Seedorf dilansir dari Goal.
Hasil Kualifikasi / Pra piala Dunia 2010, 6,7 juni 2009 - Belanda lolos
Belanda lolos setelah menaklukan Islandia.
Jepang, Australia dan Korsel Lolos dari Zona Asia.
Sedangkan di Zona COnmebol, Brazil dan argentina memetik kemenangan.
Zona Eropa
Inggris kian dekat ke Afrika Selatan setelah kembali memetik kemenangan di babak kualifikasi zona Eropa Grup 6. Bertandang ke Kazakhstan, pasukan "Tiga Singa" unggul empat gol tanpa balas alias 4-0.
Gol-gol Inggris dicetak Gareth Barry di menit 40, Emile Heskey (45), Wayne Rooney (73), dan Frank Lampard (77 penati).
Ini adalah kemenangan keenam dari enam pertandingan yang telah dilakoni Inggris di Grup 6, dan tim asuhan Fabio Capello ini sangat berpeluang lolos ke putaran final. Dengan 18 poin, mereka terus memuncaki klasemen dan membawahkan Kroasia (11), Belarusia (9), dan Ukraina (8).
Berikut ini hasil lengkap pertandingan kualifikasi Piala Dunia zona Eropa yang tergelar hari Sabtu (6/6/2009) malam:
Grup 1
Swedia 0
Denmark 1 (Thomas Kahenberg 22)
Albania 1 (Erion Bogdani 28)
Portugal 2 (Hugo Almeida 27, Bruno Alves 90)
Grup 3
Slovakia 7 (Marek Cech 3, 32, Peter Pekarik 12, Miroslav Stoch 35, Jan Kozak 42, Martin Jakubko 63, Lubos Hanzel 68)
San Marino 0
Grup 4
Finlandia 2 (Mikael Forssell 33, Jonatan Johansson 71)
Liechtenstein 1 (Mario Frick 13)
Azerbaijan 0
Wales 1 (David Edwards 42)
Grup 6
Kroasia 2 (Mladen Petric 2, Luka Modric 68)
Ukraina 2 (Andriy Shevchenko 13, Olexiy Gai 54)
Belarusia 5 (Gennady Bliznyuk 2, 76, Timofei Kalachyov 44, Sergei Kornilenko 50, 61)
Andorra 1 (Ildefons Lima 90+4pen)
Kazakhstan 0
Inggris 4 (Gareth Barry 40, Emile Heskey 45+1, Wayne Rooney 73, Frank Lampard 77-pen)
Grup 7
Serbia 1 (Nenad Milijas 7 pen)
Austria 0
Lithuania 0
Rumania 1 (Ciprian Marica 38)
Grup 8
Siprus 2 (Michael Konstantinou 13, Chrysostomos Michail 45 pen)
Montenegro 2 (Dejan Damjanovic 65, 77)
Bugaria 1 (Dimitar Telkiyski 29)
Irlandia 1 (Richard Dunne 24)
Grup 9
Macedonia 0
Norwedia 0
Islandia 1 (Kristjan Sigurdsson 88)
Belanda 2 (Nigel de Jong 8, Mark van Bommel 15)
Zona Conmebol
Brasil memuluskan jalannya ke putaran final Piala Dunia 2010 setelah menang telak 4-0 atas Uruguay. Tim favorit lain, Argentina, juga menang tapi tidak dengan mudah dan hanya unggul tipis 1-0.
Demikian hasil dua dari empat pertandingan babak kualifikasi zona Amerika Selatan yang digelar hari Minggu (7/6/2009) dinihari WIB. Dua lainnya adalah Paraguay kalah 0-2 dari Chile dan Venezuela menang 1-0 di kandang Bolivia.
Di Montevideo, Brasil untuk pertama kalinya sejak 1976 memetik kemenangan di markas Uruguay. Juara dunia lima kali ini membungkam suporter La Celeste dengan gelontoran empat gol tanpa balas yang dibuat Daniel Alves (menit 12), Juan (36), Luis Fabiano (50), dan Kaka (75-pen).
Pertandingan berakhir dengan masing-masing tim kehilangan satu pemain. Fabiano lebih dulu dikartu merah di menit 70, sebelum pemain tuan rumah Maximiliano Pereira terusir pula di menit-menit akhir babak kedua.
Sementara di Stadion Monumental, Buenos Aires, Argentina mendapat kesulitan untuk memberikan kemenangan yang memuaskan buat para pendukungnya. Meski begitu, gol tunggal Daniel Diaz di menit 56 sudah cukup untuk memberi tambahan angka untuk tim asuhan Diego Maradona tersebut.
Di klasemen sementara "Tim Tango" tetap berada di urutan keempat dengan nilai 19 dari 12 pertandingan. Mereka masih berada di bawah Paraguay (24), Brasil (23), dan Chile (21) di zona otomatis lolos ke putaran final.
Hasil pertandingan:
Uruguay 0 - 4 Brazil
Bolivia 0 - 1 Venezuela
Argentina 1 - 0 Colombia
Paraguay 0 - 2 Chile
Klasemen sementara
Paraguay 12 7 3 2 19-9 24
Brasil 12 5 6 1 19-5 21
Chile 12 6 2 4 17-14 20
Argentina 12 5 4 3 18-13 19
Uruguay 12 4 5 3 21-10 17
Kolombia 12 3 5 4 6-10 14
Ekuador 12 3 5 4 14-19 14
Venezuela 12 4 1 7 14-22 13
Zona Asia
Zona Asia telah memiliki tiga wakilnya di putaran final Piala Dunia 2010. Setelah memainkan pertandingan hari Sabtu (6/6/2009) malam, Jepang, Korea Selatan dan Australia lolos ke Afrika Selatan.
Jepang menjadi tim pertama yang lulus dari babak kualifikasi setelah mengalahkan Uzbekistan 1-0 di Tashkent, melaui gol tunggal Shinji Ozaki di menit kesembilan babak pertama.
Dengan hasil ini Jepang telah mengantongi 14 poin dari enam pertandingan dan masih menyisakan satu partai lagi yang tidak menentukan di Grup A. Tim dari "Negeri Matahari Terbit" ini berbagi tiket Piala Dunia dengan Australia.
The Socceroos, yang untuk pertama kalinya mengikuti babak kualifikasi zona Asia, di hari yang sama bermain imbang tanpa gol melawan Qatar di Doha. Hasil ini sudah cukup untuk memberi tambahan nilai pada mereka menjadi 14, dan bersama-sama Jepang takkan terkejar oleh tim-tim lain di grup ini, yakni Bahrain (7), Qatar (5), dan Uzbekistan (4).
Sementara itu Korea Selatan juga telah mengumpulkan 14 poin dari enam pertandingan di Grup B, dan dipastikan menggenggam tiket ke Afsel tahun depan. Di laga terakhirnya anak-anak dari "Negeri Ginseng" menang 2-0 atas Korea Selatan lewat gol-gol Park Chu Young dan Ki Sung Yueng.
Korea untuk ketujuh kalinya berturut-turut tampil di putaran final Piala Dunia sejak 1986, sedangkan Jepang akan berpartisipasi untuk kali keempat beruntun. Adapun Australia, dua kesempatan pertama mereka di turnamen terbesar di dunia ini adalah di Jerman 1974 dan Jerman 2006.
Dari zona Asia, dua tim teratas masing-masing grup otomatis lolos ke putaran final. Di Grup B, Korea Utara sementara duduk di urutan kedua setelah bermain 0-0 melawan Iran. Namun, dengan 11 poin dari tujuh laga, mereka bisa saja digusur Arab Saudi (10) karena masih menyisakan satu pertandingan.
Selain juara dan runner up grup, Asia masih bisa menambah jumlahnya di Afsel melalui jalur playoff. Dua tim peringkat tiga di Grup A dan B akan diadu untuk bertemu dengan juara zona Oceania guna memperebutkan satu tiket ke putaran final.
Klasemen sementara:
(main-menang-seri-kalah-gol-poin)
Grup A
Australia 6 4 2 0 8-0 14
Jepang 6 4 2 0 9-3 14
Bahrain 6 2 1 3 5-6 7
Qatar 7 1 2 4 4-13 5
Uzbekistan 7 1 1 5 5-9 4
Grup B
Korsea Selatan 6 4 2 0 11-3 14
Korea Utara 7 3 2 2 7-5 11
Arab Saudi 6 3 1 2 8-8 10
Iran 6 1 4 1 6-6 7
Uni Emirat Arab 7 0 1 6 6-16 1
Bolivia 12 3 3 6 19-25 12
Peru 12 1 4 7 6-26 7
Jadwal kualifikasi piala dunia 2010 - JUNI 2009
Berikut jadwal kualifikasi piala dunia 2010 - AWAL JUNI 2009
6 juni 2009
Azerbaijan v Wales Group Four Tofik Bakhramov, Baku
Kazakhstan v England Group Six Ortalyk Tsentralnyi Stadium
Slovakia v San Marino Group Three
Macedonia v Norway Group Nine City Stadium Skopje
Finland v Liechtenstein Group Four Olympiastadion
Belarus v Andorra Group Six Dinamo Stadion
Bulgaria v Ireland Group Eight Vassil Levski Stadion
Sweden v Denmark Group One Nya Ullevi Stadion
Lithuania v Romania Group Seven Zalgiris Stadium
Croatia v Ukraine Group Six Stadion Maksimir
Serbia v Austria Group Seven Stadion Crvena Zvezda
Cyprus v Montenegro Group Eight Neo GSP Stadium
Iceland v Netherlands Group Nine Laugardalsvollur Stadium
Albania v Portugal Group One Qemal Stafa Stadium
10 juni 2009
Macedonia v Iceland Group Nine City Stadium Skopje
Sweden v Malta Group One Nya Ullevi Stadion
Ukraine v Kazakhstan Group Six Olympic Stadium
Finland v Russia Group Four Olympiastadion
Faroe Islands v Serbia Group Seven Torsvollor Stadium
Netherlands v Norway Group Nine PSV Stadium
England v Andorra Group Six Wembley Stadium
KLASEMEN AKHIR DAN TOP SKORER SERIE A 2008/2009
Setelah melewati perjalanan 38 partai , berikut statistik klasemen akhir dan daftar pencetak gol seri A
| Klub | M | M | S | K | SG | Nilai | |
| 1 | Inter | 38 | 25 | 9 | 4 | 70 - 32 | 84 |
| 2 | AC Milan | 38 | 22 | 8 | 8 | 70 - 35 | 74 |
| 3 | Juventus | 38 | 21 | 11 | 6 | 69 - 37 | 74 |
| 4 | Genoa | 38 | 19 | 11 | 8 | 56 - 39 | 68 |
| 5 | Fiorentina | 38 | 21 | 5 | 12 | 53 - 38 | 68 |
| 6 | AS Roma | 38 | 18 | 7 | 11 | 64 - 61 | 63 |
| 7 | Udinese | 38 | 16 | 8 | 12 | 61 - 50 | 58 |
| 8 | Palermo | 38 | 17 | 6 | 15 | 57 - 50 | 57 |
| 9 | Cagliari | 38 | 15 | 8 | 15 | 49 - 50 | 53 |
| 10 | Lazio | 38 | 15 | 5 | 18 | 46 - 55 | 50 |
| 11 | Atalanta | 38 | 13 | 8 | 17 | 45 - 48 | 47 |
| 12 | Napoli | 38 | 12 | 10 | 16 | 43 - 45 | 46 |
| 13 | Sampdoria | 38 | 11 | 13 | 14 | 49 - 52 | 46 |
| 14 | Siena | 38 | 12 | 8 | 18 | 33 - 44 | 44 |
| 15 | Catania | 38 | 12 | 7 | 19 | 41 - 51 | 43 |
| 16 | Chievo | 38 | 8 | 14 | 16 | 35 - 49 | 38 |
| 17 | Bologna | 38 | 9 | 10 | 19 | 43 - 62 | 37 |
| 18 | Torino | 38 | 8 | 10 | 20 | 37 - 61 | 34 |
| 19 | Reggina | 38 | 6 | 13 | 19 | 30 - 62 | 31 |
| 20 | Lecce | 38 | 5 | 15 | 18 | 37 - 67 | 30 |
DAFTAR TOP SKORER :
| Jumlah Gol | Nama Pemain |
| 25 | Zlatan Ibrahimovic (Inter) |
| 24 | Marco di Vaio (Bologna) |
| 24 | Diego Milito (Genoa) |
| 19 | Alberto Gilardino (Fiorentina) |
| 16 | Kaka (AC Milan) |
| 15 | Pato (AC Milan) |
| 14 | Fabrizio Miccoli (Palermo) |
| 14 | Edison Cavani (Palermo) |
| 14 | Robert Acquafresca (Cagliari) |
| 13 | Mauro Matias Zarate (Lazio) |
| 13 | Adrian Mutu (Fiorentina) |
| 13 | Fabio Quagliarella (Udinese) |
| 13 | Alessandro Del Piero (Juventus) |
| 13 | Filippo Inzaghi (AC Milan) |
| 13 | Francesco Totti (AS Roma) |
| 13 | Sergio Pellissier (Chievo) |
| 12 | Antonio Di Natale (Udinese) |
| 12 | Giuseppe Mascara (Catania) |
| 12 | Carvalho de Oliveira Amauri (Juventus) |
| 12 | Sergio Floccari (Atalanta) |
| 12 | Antonio Cassano (Sampdoria) |
| 12 | Vincenzo Iaquinta (Juventus) |
| 11 | Gaetano D'Agostino (Udinese) |
| 11 | Simone Tiribocchi (Lecce) |
| 11 | Neves Capucho Jeda (Cagliari) |
| 11 | Giampaolo Pazzini (Sampdoria) |
| 10 | Bernardo Corradi (Reggina) |
| 10 | Mirko Vucinic (AS Roma) |
| 9 | Marek Hamsik (Napoli) |
| 9 | Goran Pandev (Lazio) |
| 9 | Cristiano Doni (Atalanta) |
| 9 | Massimo Maccarone (Siena) |
| 8 | Rolando Bianchi (Torino) |
| 8 | Giuseppe Sculli (Genoa) |
| 8 | Dejan Stankovic (Inter) |
| 8 | Fabio Simplicio (Palermo) |
| 8 | Mario Balotelli (Inter) |
| 7 | Massimo Ambrosini (AC Milan) |
| 7 | Pavel Nedved (Juventus) |
| 7 | Jose Ignacio Castillo (Lecce) |
| 7 | Julio Baptista (AS Roma) |
| 7 | Michele Paolucci (Catania) |
| 7 | Antonio Floro Flores (Udinese) |
| 7 | German Denis (Napoli) |
| 7 | Ronaldinho (AC Milan) |
| 7 | Ezequiel Lavezzi (Napoli) |
| 7 | Takayuki Morimoto (Catania) |
| 6 | Gennaro Delvecchio (Sampdoria) |
| 6 | Clarence Seedorf (AC Milan) |
| 6 | Thiago Motta (Genoa) |
| 6 | Alessandro Matri (Cagliari) |
| 5 | Michele Marcolini (Chievo) |
| 5 | Fabio Caserta (Lecce) |
| 5 | Nicola Amoruso (Torino) |
| 5 | Emanuele Calaio (Siena) |
| 5 | Abdelkader Ghezzal (Siena) |
| 5 | Simone Perrotta (AS Roma) |
| 5 | Houssine Kharja (Siena) |
| 5 | Tommaso Rocchi (Lazio) |
| 5 | Jorge Andres Martinez (Catania) |
| 5 | Claudio Bellucci (Sampdoria) |
| 5 | Franco Brienza (Reggina) |
| 5 | Daniele Conti (Cagliari) |
| 5 | Davide Succi (Palermo) |
| 4 | Marko Bresciano (Palermo) |
| 4 | Alessandro Rosina (Torino) |
| 4 | Sulley Muntari (Inter) |
| 4 | Douglas Maicon (Inter) |
| 4 | Simone Pepe (Udinese) |
| 4 | Marcelo Zalayeta (Napoli) |
| 4 | Francesco Cozza (Reggina) |
| 4 | Riccardo Montolivo (Fiorentina) |
| 4 | Giorgio Chiellini (Juventus) |
| 4 | Jeremy Menez (AS Roma) |
| 4 | Ruben Olivera (Genoa) |
| 4 | Bosko Jankovic (Genoa) |
| 4 | Gianni Munari (Lecce) |
| 4 | Luis Figo (Inter) |
| 4 | Esteban Cambiasso (Inter) |
| 4 | Joao Inacio Pia (Napoli) |
| 3 | Simone Padoin (Atalanta) |
| 3 | Pasquale Foggia (Lazio) |
| 3 | Vincenzo Italiano (Chievo) |
| 3 | Cristian Maggio (Napoli) |
| 3 | Christian Panucci (AS Roma) |
| 3 | Daniele De Rossi (AS Roma) |
| 3 | Adriano (Inter) |
| 3 | Rafaele Palladino (Genoa) |
| 3 | Mario Frick (Siena) |
| 3 | Sergio Volpi (Bologna) |
| 3 | Adriano Ferreira Pinto (Atalanta) |
| 3 | Alexis Alejandro Sanchez (Udinese) |
| 3 | Michele Fini (Cagliari) |
| 3 | Simon Kjaer (Palermo) |
| 3 | Marius Stankevicius (Sampdoria) |
| 3 | Jaime Valdes (Atalanta) |
| 3 | Claudio Marchisio (Juventus) |
| 3 | Matteo Brighi (AS Roma) |
| 3 | Domenico Criscito (Genoa) |
| 3 | Luca Cigarini (Atalanta) |
| 3 | Giulio Migliaccio (Palermo) |
| 3 | Giovanni Pasquale (Udinese) |
| 3 | Gianvito Plasmati (Atalanta) |
| 3 | Juan Vargas (Fiorentina) |
| 3 | Guido Marilungo (Sampdoria) |
| 2 | Alberto Aquilani (AS Roma) |
| 2 | Fabiano Valiani (Bologna) |
| 2 | Tiberio Guarente (Atalanta) |
| 3 | Gianvito Plasmati (Atalanta) |
| 2 | Antonio Langella (Chievo) |
| 2 | Julio Cruz (Inter) |
| 2 | Sebastiano Siviglia (Lazio) |
| 2 | Guillermo Giacomazzi (Lecce) |
| 2 | Vaggelis Moras (Bologna) |
| 2 | Sokratis Papastrathopoulos (Genoa) |
| 2 | Giuseppe Biava (Genoa) |
| 2 | Andrea Mantovani (Chievo) |
| 2 | Simone Vergassola (Siena) |
| 2 | Daniele Cacia (Lecce) |
| 2 | Roberto Stellone (Torino) |
| 2 | Ivan Cordoba (Inter) |
| 2 | Jurgen Saumel (Torino) |
| 2 | Carvalho Felipe Melo (Fiorentina) |
| 2 | Zdenek Grygera (Juventus) |
| 2 | Juan (AS Roma) |
| 2 | Edgar Barreto (Reggina) |
| 2 | Sebastian Giovinco (Juventus) |
| 2 | Cristian Ledesma (Lazio) |
| 2 | Davide Biondini (Cagliari) |
| 2 | Olof Mellberg (Juventus) |
| 2 | David Beckham (AC Milan) |
| 2 | Philippe Mexes (AS Roma) |
| 2 | Cesare Natali (Torino) |
| 2 | Paolo Dellafiore (Torino) |
| 2 | Mohamed Sissoko (Juventus) |
| 2 | David Pizarro (AS Roma) |
| 2 | Nicola Mingazzini (Bologna) |
| 2 | Nicola Ventola (Torino) |
| 2 | Pablo Martin Ledesma (Catania) |
| 2 | Aleksandar Kolarov (Lazio) |
| 2 | John Arne Riise (AS Roma) |
| 2 | Hernan Crespo (Inter) |
| 2 | Felipe (Udinese) |
| 2 | Siqueira Luciano (Chievo) |
| 2 | Stevan Jovetic (Fiorentina) |
| 2 | Massimo Marazzina (Bologna) |
| 2 | Angelo Palombo (Sampdoria) |
| 2 | Fabio Ceravolo (Reggina) |
| 2 | Gyan Asamoah (Udinese) |
| 2 | Andrea Lazzari (Cagliari) |
| 2 | Ivan Franceschini (Torino) |
| 2 | Cristiano Zanetti (Juventus) |
| 2 | Claudio Terzi (Bologna) |
| 2 | Daniele Dessena (Sampdoria) |
| 2 | Mariano Bogliacino (Napoli) |
| 1 | Giampaolo Pazzini (Fiorentina) |
| 1 | Marco Marchionni (Juventus) |
| 1 | Gokhan Inler (Udinese) |
| 1 | Joaquin Larrivey (Cagliari) |
| 1 | Paolo Zanetti (Torino) |
| 1 | Ricardo Quaresma (Inter) |
| 1 | Christian Terlizzi (bd) (Inter) |
| 1 | Daniele Franceschini (Sampdoria) |
| 1 | Cesare Bovo (Palermo) |
| 1 | Gianluca Zambrotta (AC Milan) |
| 1 | Elvis Abbruscato (Torino) |
| 1 | Daniele Ficagna (Siena) |
| 1 | Stefano Mauri (Lazio) |
| 1 | Marco Boriello (AC Milan) |
| 1 | Simone Inzaghi (Lazio) |
| 1 | Levan Mchedlidze (Palermo) |
| 1 | Andrea Costa (Reggina) |
| 1 | Zdravko Kuzmanovic (Fiorentina) |
| 1 | Gyorgy Garics (Atalanta) |
| 1 | Maurizio Domizzi (bd) (Lecce) |
| 1 | Victor Obinna (Inter) |
| 1 | Paolo Bianco (Cagliari) |
| 1 | Patrick Vieira (Inter) |
| 1 | Cicinho (bd) (Bologna) |
| 1 | Daniele Mannini (Napoli) |
| 1 | Rocco Sabato (Catania) |
| 1 | Andrea Esposito (Lecce) |
| 1 | Sokratis Papastathopoulos (bd) (Juventus) |
| 1 | Thomas Manfredini (Atalanta) |
| 1 | Riccardo Colombo (Torino) |
| 1 | Daniele Gallopa (Siena) |
| 1 | Ousmane Dabo (Lazio) |
| 1 | Diego Lopez (Cagliari) |
| 1 | Morris Carrozzieri (Palermo) |
| 1 | Mauro Camoranesi (Juventus) |
| 1 | Felipe Dias da Silva (bd) (Chievo) |
| 1 | Walter Samuel (Inter) |
| 1 | Mobido Diakite (bd) (Inter) |
| 1 | Michele Pazienza (Napoli) |
| 1 | Simone Barone (Torino) |
| 1 | Miguel Britos (bd) (Torino) |
| 1 | Francesco Pratali (bd) (Bologna) |
| 1 | Marco Bernacci (Bologna) |
| 1 | Mobido Diakite (Lazio) |
| 1 | Maxwell (Inter) |
| 1 | Simone Bentivoglio (Chievo) |
| 1 | Marco Padalino (Sampdoria) |
| 1 | Mattia Cassani (Palermo) |
| 1 | Christian Vieri (Atalanta) |
| 1 | Nicola Legrottaglie (Juventus) |
| 1 | Davide Baiocco (Catania) |
| 1 | Maurizio Domizzi (Udinese) |
| 1 | Adailton (Bologna) |
| 1 | Giuseppe Vives (Lecce) |
| 1 | Luigi Vitale (Napoli) |
| 1 | Mario Santana (Fiorentina) |
| 1 | Luca Rigoni (Chievo) |
| 1 | Nicolas Burdisso (Inter) |
| 1 | Davide Di Gennaro (Reggina) |
| 1 | Cicinho (AS Roma) |
| 1 | Christian Poulsen (Juventus) |
| 1 | Ignazio Abate (Torino) |
| 1 | Daniele Capelli (Atalanta) |
| 1 | Giuseppe Colucci (Chievo) |
| 1 | Rodrigo Taddei (AS Roma) |
| 1 | David Trezeguet (Juventus) |
| 1 | Miguel Britos (Bologna) |
| 1 | Santiago Morero (Chievo) |
| 1 | Ciro Capuano (Catania) |
| 1 | Alessandro Potenza (Catania) |
| 1 | Alessio Sestu (Reggina) |
| 1 | Emiliano Bonazzoli (Fiorentina) |
| 1 | Stephen Makinwa (Chievo) |
| 1 | Lukas Jarolim (Siena) |
| 1 | Hasan Salihamidzic (Juventus) |
| 1 | Massimo Mutarelli (Bologna) |
| 1 | Erjon Bogdani (Chievo) |
| 1 | Andrea Pirlo (AC Milan) |
| 1 | Simone Loria (AS Roma) |
| 1 | Paolo Sammarco (Sampdoria) |
| 1 | Andrea Mantovani (bd) (Juventus) |
| 1 | Mauricio Isla (bd) (Inter) |
| 1 | Daniele Ragatzu (Cagliari) |
| 1 | Manuel Pasqual (Fiorentina) |
| 1 | Stephan Lichtsteiner (Lazio) |
| 1 | Daniele Portanova (Siena) |
| 1 | Dario Dainelli (Fiorentina) |
| 1 | Manuel Belleri (bd) (Palermo) |
| 1 | Dimitrios Papadopoulos (Lecce) |
| 1 | Massimo Gobbi (Fiorentina) |
| 1 | Emil Hallfredsson (Reggina) |
| 1 | Antonino Barilla (Reggina) |
| 1 | Jose Leonardo Talamonti (Atalanta) |
| 1 | Giovanni Tedesco (Palermo) |
| 1 | Axel Cedric Konan (Lecce) |
| 1 | Hugo Armando Campagnaro (Sampdoria) |
| 1 | Luciano Zauri (Fiorentina) |
| 1 | Andrea Zanchetta (Lecce) |
| 1 | Giacomo Tedesco (Catania) |
| 1 | Cristian Zapata (Udinese) |
| 1 | Giampiero Pinzi (Chievo) |
| 1 | Maximilliano Pellegrino (Atalanta) |
| 1 | Martin Jorgensen (Fiorentina) |
| 1 | Andrea Cossu (Cagliari) |
| 1 | Vito Falconieri (Catania) |
| 1 | Mauricio Isla (bd) (Inter) |
| 1 | Tommaso Vailatti (Torino) |
| 1 | Odion Ighalo (Udinese) |
| 1 | Andrea Parola (Cagliari) |
| 1 | Christian Stuani (Reggina) |
| 1 | Francesco Montervino (Napoli) |
Hasil Seri A Pekan terakhir : Perginya legenda dan Liga champion buat Milan
Milan akhirnya merebut satu tiket lolos langsung ke liga champion..
Juventus mengamankan posisi runner up setelah memenangi laga pamungkasnya melawan Lazio.
Cagliari 2- 6 Udinese
Robert Acquafresca (55) Antonio Floro Flores (15)
Andrea Parola (57) Simone Pepe (11)
Fabio Quagliarella (81)
Giovanni Pasquale (58)
Gyan Asamoah (10)
Odion Ighalo (89)
Siena 1-1 Reggina
Massimo Maccarone (76) Christian Stuani (45)
Sampdoria 2-2 Palermo
Marius Stankevicius (59) Fabrizio Miccoli (8)
Giampaolo Pazzini (45) Davide Succi (42)
Chievo 0-3 Napoli
Joao Inacio Pia (18)
Mariano Bogliacino (7)
Francesco Montervino (4)
Lecce 1-4 Genoa
Simone Tiribocchi (32) Diego Milito (67)
Diego Milito (56)
Bosko Jankovic (22)
Domenico Criscito (52)
Catania 1-3 Bologna
Takayuki Morimoto (50) Marco di Vaio (68)
Nicola Mingazzini (5)
Claudio Terzi (26)
Lazio 0-2 Juventus
Vincenzo Iaquinta (59)
Vincenzo Iaquinta (3)
Atalanta 3-4 Inter
Cristiano Doni (53) Zlatan Ibrahimovic (81)
Cristiano Doni (10) Zlatan Ibrahimovic (12)
Luca Cigarini (25) Sulley Muntari (6)
Esteban Cambiasso (80)
AC Milan 2-0 Fiorentina
Kaka (55)
Pato (76)
Torino 1-4 AS Roma
Nicola Ventola (88) Mirko Vucinic (74)
Tommaso Vailatti (9) Francesco Totti (83)
Jeremy Menez (35)
Juve memastikan diri menjadi tim terbaik nomor dua di Italia setelah Inter Milan, menyusul kemenangan 2-0 atas Lazio di Stadio Olimpico Grande Torino, Minggu (31/5/2009). Vincenzo Iaquinta menjadi bintang dengan borongan dua golnya di menit ketiga dan 59.
Di Artemio Franchi, Milan lolos dari tekanan besar yang mengharuskannya meraih kemenangan demi tidak merosot ke urutan empat. Melalui gol-gol Kaka dan Pato di menit 55 dan 76, anak-anak Rossoneri berhasil menundukkan tuan rumah Fiorentina 2-0.
Dengan demikian Juve dan Milan menyelesaikan musim ini dengan nilai 74, tapi Juve berhak atas status runner up karena unggul head-to-head dengan Milan. Adapun Fiorentina mendapat jatah mengikuti Liga Champions lewat jalur kualifikasi, setelah finish di tempat keempat.
Fiorentina sebenarnya memiliki nilai sama dengan Genoa, 68, namun tim asuhan Cesare Prandelli itu unggul head-to-head pula dari Il Grifone, yang malam ini menang telak 4-1 atas Lecce.
Susunan pemain:
Juventus: Buffon; Zebina, Legrottaglie, Chiellini, Salihamidzic; Camoranesi, Marchisio, Zanetti (Amauri 55), Nedved (Tiago 84); Iaquinta (Giovinco 72), Del Piero
Lazio: Carrizo; Lichtsteiner, Siviglia (Tuia 78), Rozehnal, De Silvestri; Brocchi, Dabo (Meghni 64), Ledesma, Foggia; Kozac, Del Nero (Mendicino 52)
Fiorentina: Frey; Comotto, Gamberini, Zauri, Pasqual (Kuzmanovic 70); Donadel, Montolivo; Semioli, Jovetic (Jorgensen 64), Vargas (Gobbi 64); Gilardino
Milan: Dida; Zambrotta, Maldini, Favalli (Nesta 77), Jankulovski; Beckham (Gattuso 81), Pirlo Flamini, Seedorf; Kaka, Inzagh
Pekan lalu, Paolo Maldini, mendapatkan penghormatan dari AC Milan ketika memainkan laga terakhirnya di Stadion San Siro. Akhir pekan ini hal yang sama akan dilakukan oleh Fiorentina.
Maldini yang telah memutuskan pensiun di akhir musim ini telah mengucapkan salam perpisahannya dengan San Siro dalam laga melawan AS Roma pada akhir pekan lalu. Namun itu bukanlah pertandingan terakhirnya bersama Milan.
Laga terakhir sang kapten bersama Rossoneri baru akan dilakukan akhir pekan ini kala berhadapan dengan Fiorentina di Artemio Franchi. Kubu La Viola pun berniat untuk memberikan penghormatan khusus untuk bek berusia 40 tahun ini.
"Maldini pantas mendapatkan penghormatan dan kami pun berinisiatif untuk memberikannya," ujar Presiden Andrea Della Valle seperti dilansir Channel4.
"Dia adalah salah satu simbol hebat untuk sepak bola. Ia telah mendedikasikan waktu 25 tahun untuk Milan. Dia memberikan contoh yang sangat bagus sebagai seorang pria dan pemain," tandas pelatih Fiorentina, Cesare Prandelli.
"Saya memiliki memori yang hebat tentangnya. Ketika ia masih muda, ia sudah menunjukkan karakter yang kuat. Maldini selalu menaruh respek kepada lawan dan itu adalah contoh yang harus ditiru," tambah Prandelli.
Perpisahan Maldini dengan San Siro sempat diwarnai dengan sebuah kejadian tak mengenakkan. Kala itu saat Maldini melakukan lap of honour usai peluit panjang dibunyikan, fans yang berkumpul di Curva Sud membentangkan spanduk besar yang isinya sama sekali tidak menunjuk apresiasi terhadap pengabdian sang kapten namun justru bernada melecehkan.
Hal seperti itu tentunya diharapkan tak terjadi lagi di Artemio Franchi
Yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang pada Minggu (31/5/2009) malam WIB. Carlo Ancelotti menyatakan dirinya tidak meneruskan sisa kontraknya dengan AC Milan dan memutuskan berhenti.
Kabar itu diterangkan langsung oleh Ancelotti, seusai Rossoneri menutup kiprahnya musim ini dengan mengalahkan Fiorentina 2-0 di Artemio Franchi.
"Dalam kesepakatan dengan klub, kami memutuskan untuk mengakhiri kontrak satu tahun lebih cepat," ujar pria 49 tahun itu, seperti dikutip dari Channel4.
"Pengalaman indahku dengan tim ini selesai hari ini. Saya berterima kasih pada semua pemain, direktur, fans, dan semua orang yang terlibat di sini."
"Aku rasa, penghabisan ini berjalan dengan baik, dan mungkin pilihan terbaik bagi kami, kedua pihak. Rasa hormat dan sayang tetap dengan semua orang yang selama bertahun-tahun berpartisipasi dalam petualangan ini."
Masa depan Ancelotti di Milan kerap mengambang, tergantung prestasi Milan. Musim lalu, ketika Paolo Maldini dkk gagal memenangi Seri A dalam empat musim berturut-turut, ia beberapa kali diisukan bakal dipecat.
Namun, setiap kali diberitakan akan ditendang, justru petinggi Milan yang paling sering membelanya. Il Diavolo memang terlanjur lekat dengan Ancelotti karena itulah klub terakhir yang dibela dia sewaktu masih menjadi pemain.
Ancelotti mengawali karir bermainnya di Parma, lalu sempat delapan tahun membela AS Roma. Pada musim panas 1987 ia mulai berkiprah di San Siro, sampai gantung sepatu lima tahun kemudian.
Profesi pelatih mulai dilakoni pemilik 26 caps bersama timnas Italia itu pada tahun 1995, bersama Reggiana. Ia lalu berturut-turut menukangi Parma (1996-1998) dan Juventus (1999-2001), sebelum kembali ke rumahnya di Milan.
Selama delapan tahun membesut Paolo Maldini dkk, Ancelotti memenangi satu titel Seri A (2004), dua Liga Champions (2003 dan 2007), dan Piala Dunia Antarklub (2007). Titel-titel lain yang ia sumbangkan buat Milan antara lain Coppa Italia (2003), Piala Super Italia (2004), dan Piala Super Eropa (2003, 2007).
Carlo Ancelotti angkat kaki, Paolo Maldini gantung sepatu dan Leonardo jadi bos baru. Perubahan sedang terjadi di AC Milan, yang diharapkan membawa era baru buat Rossoneri.
Delapan tahun membesut Milan, Ancelotti tak bisa dibilang gagal sebagai pelatih karena dalam kurun tersebut dia mampu memberikan delapan titel juara. Don Carletto bahkan termasuk dalam kelompok kecil orang yang mampu menjuarai Liga Champions hingga dua kali dan membawa pulang satu titel Kejuaraan Dunia Antarklub.
Tapi Don Carletto juga tak lepas dari kontroversi, terutama di tahun-tahun terakhirnya bersama Diavolo Rosso. Sudah sejak musim lalu tuntutan dirinya mundur sudah terdengar, pelatih 49 tahun itu dianggap bertanggung jawab terhadap kegagalan Paolo Maldini cs lolos ke Liga Champions musim lalu setelah cuma duduk di posisi lima klasemen akhir.
Hal lain yang membuat Ancelotti kerap jadi sorotan adalah soal kebijakannya terkait regenerasi pemain di Milan. Soal pembelian pemain, dia mungkin harus menuruti kebijakan petinggi Milan yang lebih suka berhemat dengan membeli pemain yang usianya beranjak senja. Tapi di atas lapangan kebijakan yang sama justru kerap dia pakai juga.
Yoann Gourcuff yang beberapa hari lalu resmi dibeli Bordeaux adalah cotoh betapa Carletto terlanjur "asyik" dengan pemain seniornya tanpa memberi peluang yang layak buat young guns untuk unjuk kebolehan. Jadilah starting XI Milan lebih sering diisi nama-nama seperti Maldini, Zambrotta hingga Filippo Inzaghi. Milan seperti tak belajar dari pengalaman saat mereka menemukan Kaka dan memberi banyak kesempatan pada Pato untuk bermain.
Leonardo punya banyak pe er untuk bisa membawa Milan bersaing dengan Inter Milan dan meneruskan catatan gemilang mereka di Eropa. Sesuatu yang bisa jadi akan sulit lantaran dia sama sekali belum punya jejak rekam sebagai pelatih.
Leonardo memang bukan nama asing di Milan karena dia sempat memperkuat klub tersebut dalam kurun 1997-2001. Sempat pulang ke Brasil, pesepakbola bernama lengkap Leonardo Nascimento de Araújo itu kembali ke Milan tahun 2003 sebelum memutuskan pensiun.
Sejak saat itu dia menjadi bagian dari manajemen Milan. Awalnya dia mengurusi hubungan klub dengan media, membantu beragam kegiatan amal yang digelar sampai kemudian ditunjuk sebagai staff teknis Milan tahun kemarin.
Meski sempat dijadikan kandidat sebagai pelatih oleh beberapa media, penjukkan Leonardo mungkin akan tetap mengundang tanda tanya karena pria Brasil berusia 39 tahun itu belum punya pengalaman melatih. Mungkin Milan terinspirasi oleh Barcelona yang meraih sukses luar biasa bersama Barcelona dengan merebut treble winners.
Kalau memang seperti itu, Leonardo punya banyak hal yang harus dia lakukan karena Milan tentu tak sama dengan Barcelona yang punya pemain hebat di semua posisi. Pekerjaan pertama Leonardo mungkin adalah membersihkan Rossoneri dari pemain-pemain gaek, kondisi yang dalam beberapa musim jadi penghambat Milan menjaga konsistensi pergorma mereka di Italia dan Eropa.
Maldini sudah pergi, juga Carlo Ancelotti. Bersama Leonardo, Milan harusnya bisa memulai sesuatu yang benar-benar baru.
Jadwal dan Prediksi Seri A Pekan ke - 38 / pekan terakhir 2008/2009
1 Minggu, 31/05/2009 Renato Dall'Ara Bologna vs Catania - - -
2 Minggu, 31/05/2009 Stadio Luigi Ferraris Genoa vs Lecce - - -
3 Minggu, 31/05/2009 San Paolo Napoli vs Chievo - - -
4 Minggu, 31/05/2009 Renzo Barbera Palermo vs Sampdoria - - -
5 Minggu, 31/05/2009 Stadio Oreste Granillo Reggina vs Siena - - -
6 Minggu, 31/05/2009 Stadio Friuli Udinese vs Cagliari - - -
7 Minggu, 31/05/2009 Stadio Giuseppe Meazza Inter Milan vs Atalanta - - -
8 Minggu, 31/05/2009 Stadio Olimpico Grande Torino Juventus vs Lazio - - -
9 Minggu, 31/05/2009 Stadio Olimpico AS Roma vs Torino - - -
10 Minggu, 31/05/2009 Stadio Artemio Franchi Fiorentina vs AC Milan - - -
Kalahkan AC Milan dan Fiorentina pun dapat finis di posisi ketiga di akhir musim ini. Sebuah mimpi yang diharapkan oleh pelatih 'Si Ungu', Cesare Prandelli, akan jadi kenyataan.
La Viola akan menjalani duel penutup sekaligus penentuan di Stadion Artemio Franchi, Minggu (31/5/2009), melawan Milan. Saat ini Fiorentina duduk di posisi keempat dengan 68 poin, terpaut tiga angka dengan Rossoneri, yang berada setingkat di atas.
Bagi Milan hasil imbang sudah cukup mengamankan posisi mereka untuk mengunci posisi tiga besar yang berarti lolos otomatis ke putaran grup Liga Champions. Namun bagi Fiorentina, kemenangan dengan selisih minimal dua gol wajib diwujudkan, agar dapat unggul head-to-head dari Milan, yang unggul 1-0 di pertemuan pertama.
Jika skenario kedua yang terjadi, maka Milan harus rela memulai petualangannya di Liga Champions musim depan dari babak kualifikasi. Dan Fiorentina akan mendampingi Inter Milan dan Juventus.
Sebuah misi yang berat untuk dilakukan mengingat beban lebih ada di pundak Adrian Mutu cs. Namun, Prandelli menampik itu semua dan meminta timnya bermain lebih santai, karena target utama mereka, yaitu tampil di perhelatan Liga Champions musim depan, telah dikantongi.
"Ini adalah pertandingan yang dapat membuat mimpi jadi kenyataan. Tapi kami ingin tampil rileks dan tanpa tekanan, karena kami telah mencapai tujuan kami. Yang lain adalah bonus," ungkap Prandelli kepada Channel4.
"Kami berada di dalam situasi di mana kami dapat bermain dengan penuh percaya diri, dan mendapat dukungan dari publik stadion. Hubungan itu dapat kamu ciptakan ketika kamu menyatu dengan fans, hal mana itu akan membawamu ke sesuatu hal yang tidak pernah kamu pikirkan," sambungnya.
Keyakinan Prandelli untuk memetik tiga poin penuh pada laga besok, sebenarnya sedikit mendapat bantuan dari sang lawan, mengingat performa Il Diavolo Rosso dalam tiga laga terakhir tengah menukik. Hanya satu poin yang bisa didapat Fillipo Inzaghi dkk saat melawan Juventus, sisanya mereka takluk dari Udinese dan AS Roma.
Meskipun begitu, pelatih usia 51 tahun itu tak mau menganggap remeh Milan dan menilai bahwa rival sekota Inter Milan itu, tetaplah sebuah tim kuat dengan segudang pemain berkualitas dan berpengalaman.
"Rossoneri adalah skuad juara, tapi kami juga punya kualitas yang baik dan besok adalah pembuktian kemampuan kami di lapangan. Kami harus waspada untuk tidak membiarkan Milan mengatur tempo dan tetap mengawasi Pippo Inzaghi. Ia dapat menaklukkan kami