Paket Liburan Bali

Sewa Mobil -Driver -Tour di Bali

Promo Liburan ke Bali

hasil play off kualifikasi piala dunia 19 november 2009, PRANCIS dan PORTUGAL LOLOS, RUSIA MENANGIS


PORTUGAL,YUNANI, SLOVENIA LOLOS KE PIALA DUNIA 2010..
PRANCIS LOLOS SECARA KONTROVERSIAL...HENRY HANDSBALL SEBELUM GOL...
DEMIKIAN JUGA ALJAZAIR..

GOL KONTROVERSIAL GALLAS LOLOSKAN PRANCIS
Prancis akhir lolos ke Piala Dunia. Les Bleus unggul agregat 2-1 atas Republik Irlandia usai bermain imbang 1-1 di leg II . Prancis patus berterimakasih pada gol kontroversial William Gallas.

Dalam pertandingan yang dihelat di Stadion Stade de France, Kamis (19/11/2009) dinihari WIB, Irlandia yang di leg pertama kalah 0-1 tampil menyerang sejak menit pertama. Alhasil mereka pun berhasil menciptakan gol pada menit 32 lewat Robbie Keane.

Setelahnya mereka pun terus menekan pertahanan Prancis, namun selalu gagal untuk mencipatakan gol. Sampai 90 menit pertandingan berjalan, tak ada gol yang berhasil diciptakan kedua tim.

Laga pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu, di mana kontroversi itu terjadi. Gallas berhasil menyamakan kedudukan 1-1 setelah Gallas membobol jala Shay Gven. Gol tersebut dibilang kontroversial karena bola terlebih dahulu ada handsball dari Thierry Henry.

Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 1-1 dan Prancis berhak meraih tiket ke Afrika Selatan.

Jalannya Pertandingan

Lima menit pertandingan berjalan, Irlandia sudah menebarkan ancaman ke pertahanan Prancis. Umpan Kevin Doyle diterima oleh Damien Duff dan nama terakhir pun langsung menyontek bola, namun Patrice Evra masih bisa menghalau serangan ini.

Pada menit 26, Doyle gantian mendapatkan kans untuk mencetak gol. Sial baginya, usahanya menyambut umpan Liam Lawrence yang dilepaskan dari sisi kiri belum membuahkan hasil. Tak ada gol lantaran bola menyamping di sisi gawang.

Peluang emas berikutnya terjadi pada menit 32 dan langsung berbuah gol. Kali ini gilran Duff yang menberikan umpan. Usai menusuk dari sisi kiri, ia memberikan umpan kepada Robbie Keane yang dengan tenang menembakkan bola ke arah pojok bawah gawang Hugo Lloris. Irlandia memimpin 1-0.

Enam menit menjelang turun minum, Prancis mendapatkan peluang lewat Nicolas Anelka. Patrice Evra memberikan umpan dari sisi kiri dan langsung diteruskan Anelka dengan sebuah tendangan. Bola sempat berbelok arah, dan akhirnya tak mengarah ke gawang, melainkan menyamping.

Dua menit babak kedua berjalan, atau tepatnya pada menit 47, para pendukung Prancis kembali menahan nafas. Penyebabnya adalah sepakan John O'Shea dari jarak sekitar 7 yard, menyambut umpan dari Lawrence. Alih-alih mengarah ke gawang, bola tendangan bek Manchester United ini malah melambung di atas mistar gawang.

Duff mencoba peruntungannya pada menit 61. Usai menadpatkan bola dengan merebutnya dari Lassana Diarra, ia pun melepaskan tendangan ke arah gawang Prancis. Namun sepakannya terlalu lemah sehingga Lloris dengan mudah bisa menangkapnya.

Anelka kembali mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol pada menit 73. Usai menggiring bola memasuki kotak penalti, ia pun tinggal berhadapan dengan Shay Given. Nama terakhir kemudian dilewatinya, tetapi ia gagal mengejar bola yang kemufian meninggalkan lapangan.

Babak kedua berakhir dengan kedudukan 1-0 untuk Irlandia, dan agregat sementara adalah sama kuat 1-1. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Di babak tambahan waktu ini, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya pada menit 98 mereka mendapatkan kesempatan ketika Anelka kembali tinggal berhadapan dengan Given. Anelka berhasil melewatinya tetapi kemudian terjatuh. Ia meminta penalti kepada wasit, namun sang pengadil tak memberikannya.

Akhirnya Prancis menyamakan kedudukan pada menit 103 lewat gol kontroversial William Gallas. Gol ini diawali oleh tendangan bebas Florent Malouda yang diterima oleh Thierry Henry, yang kemudian dan dengan satu sontekan mengopernya kepada Gallas. Nama terakhir lalu menyundul bola masuk dari depan gawang.

Para pemain Irlandia memprotes gol tersebut lantaran Henry menggunakan tangannya untuk menahan bola, sebelum memberikan operan kepada Gallas. Dari siaran ulang televisi, terlihat jelas bahwa bola mengenai lengan kiri penyerang Barcelona itu.

Sampai akhir laga, Irlandia gagal mencetak gol kedua mereka dan akhirnya pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Prancis lolos ke Piala Dunia.

Susunan Pemain

Prancis: Hugo Lloris, William Gallas, Julien Escude (Sebastien Squilacci 9), Patrice Evra, Bacary Sagna, Akou Diarra, Yoann Gourcuff (Florent Malouda 87), Lassana Diarra, Thierry Henry, Nicolas Anelka, Andre Pierre Gignac (Sidney Govou 57).

Rep. Irlandia: Shay Given, John O'Shea (Paul McShane 66), Richard Dunne, Sean St Ledger, Glenn Whelan (Darron Gibson 63), Keith Andrews, Liam Lawrence (Aiden McGeady 106), Damien Duff, Kevin Kilbane, Robbie Keane, Kevin Doyle.

PORTUGAL JAYA
Portugal menambah keunggulannya atas Bosnia & Herzegovina di playoff Piala Dunia 2010. Menang 1-0 melalui gol Raul Meireles dalam laga leg II, Seleccao das Quinas dapat tiket ke Piala Dunia 2010.

Bertanding di Olympic Stadium, Kamis (19/11/2009) dinihari WIB, Portugal datang membawa bekal kemenangan 1-0 di pertemuan pertama. Meski diprediksi bakal dapat banyak kesulitan, Deco cs justru bisa pulang membawa kemenangan keduanya juga dengan skor 1-0.

Raul Meireles jadi pahlawan Portugal dalam laga tersebut setelah dia mencetak gol semata wayang tim tamu. Hasil tersebut sekaligus memupus asa Bosnia untuk meraskan Piala Dunia untuk kali pertama.

Jalannya pertandingan

Bertanding di depan pendukungnya sendiri, Serbia wajib menang dengan selisih lebih dari dua gol untuk memastikan diraihnya tiket ke Piala Dunia. Meski begitu, justru gawang tuan rumah yang lebih dulu terancam saat tandukan Tiago menyongsong umpan silang Simao Sabrosa tepat mengarah ke pelukan kiper Kenan Hasagic.

Peluang Bosnia bikin gol baru datang di menit 17 saat Edin Dzeko dapat umpan terukur dari Bajramovic di kotak penalti Portugal. Namun tak ada gol dari peristiwa tersebut karena Pepe dengan sigap menghalau bola yang membahayakan gawangnya.

Sembilan menit kemudian Portugal nyaris membungkam publik tuan rumah lewat serangan yang tersusun rapi. Berawal dari Duda, bola kemudian diarahkan ke Liedson dan kemudian berlanjut pada Nani yang menyisir di sisi kiri.

Seluruh proses tersebut sepertinya akan berakhir menjadi gol saat Simao yang dapat kiriman bola dari Nani melepaskan umpan backheel pada Tiago. Namun sebuah penyelamatan gemilang dari Kenan Hasagic mengindarkan Portugal dari keunggulan dua gol secara agregat.

Pada awal babak kedua Bosnia masih belum mampu memberikan tekanan berarti pada tamunya. Justru kiper Hasagic yang kembali dibuat pontang-panting saat dia membuat penyelamatan gemilang kedua saat menghalau sepakan Nani.

Di menit 56 Portugal menutup peluang Bosnia lolos ke Piala Dunia setelah Raul Meireles membuka keunggulan tim tamu. Gol tersebut dia buat setelah mendapat umpan dari Nani yang tampil sangat impresif dalam laga tersebut. Portugal unggul agregat 2-0.

Butuh empat gol untuk bisa membalikkan keadaan membuat performa Bosnia terlihat merosot. Dua menit setekah gol Meireles, Portugal nyaris menggandakan keunggulan saat kerjasama cantik antara Simao dengan Meireles cuma membuahkan tendangan gawang karena sepakan Meireles melenceng tipis dari sasaran.

Lewat tendangan bebas Miralem Pjanic jauh dari luar kotak penalti, Bosnia sempat punya peluang menyamakan kedudukan. Juga lewat Dzeko yang dengan cerdik mengelabuhi Ricardo Carvalho di jelang berakhirnya laga. Namun kartu merah yang diterima Sejad Salihovic di menit 78 semakin mempersulit peluang tuan rumah.

Tak ada gol berhasil dibuat kedua kesebelasan di waktu tersisa. Menang 1-0, Portugal memastikan lolos ke Piala Dunia 2010.
RUSIA MENANGIS
Slovenia memastikan langkah ke Afrika Selatan setelah menyingkirkan Rusia melalui keunggulan gol tandang. Di leg kedua babak playoff, Slovenia mengatasi tim Beruang Merah 1-0.

Slovenia menjamu Rusia di Ljudski vrt stadium, Maribor, Kamis (19/11/2009) dinihari WIB. Di partai pertama di Rusia, Robert Koren dkk takluk 1-2.

Slovenia butuh kemenangan 1-0 untuk melaju ke Afrika Selatan tahun depan. Syarat minimal tersebut terpenuhi usai Zlatko Dedic yang memanfaatkan umpan Valter Birsa merobek gawang tim tamu semenit menjelang jeda.

Laga antara dua negara Eropa Timur ini berlangsung keras. Wasit mengeluarkan enam kartu kuning untuk masing-masing tiga pemain dari setiap tim, serta dua kartu merah.

Seluruh kartu merah diberikan untuk pemain Rusia yakni Alexander Kerzhakov menit ke-67 dan Yuri Shirkov beberapa menit menjelang laga berakhir.

Skor 1-0 bertahan hingga laga ditutup. Ini merupakan kali kedua Slovenia lolos ke Piala Dunia, setelah sebelumnya ikut serta di turnamen tahun 2002.



Susunan Pemain

Slovenia: Handanovic; Cesar, Brecko, Suler, Jokic, Radosavljevic, Koren, Kirm, Dedic (Stevanovic 90'), Birsa (Pejknic 78'), Novakovic

Rusia: Akinfeev; Ignashevich, Berezutsky, Anyukov, Zhirkov, Yanbaev (Semak 45'), Zurianov, Biyaletdinov (Pogrebnyak 77'), Denisov, Arshavin, Pavlyuchenko (Kerzhakov 45')

YUNANI LOLOSSS
Yunani berhasil mengamankan satu tiket di Afrika Selatan tahun depan. Kondisi itu tercipta setelah mereka berhasil menekuk tuan rumah Ukraina 1-0.

Hasil itu juga menjadi agregat keseluruhan setelah di leg pertama kedua tim bermain imbang 'kacamata.

Ini merupakan kali pertama Yunani lolos ke Piala Dunia sejak tahun 1994, di mana mereka berhasil mengamankan tiket ke Amerika Serikat. Namun saat itu mereka menjadi bulan-bulanan Grup D, sebagai satu-satunya tim yang tidak mendulang poin, sedangkan tiga lainnya mengoleksi enam angka.

Dalam pertandingan yang dihelat di Donbas Arena, Donetsk, Kamis (19/11/2009) kemenangan Yunani lahir dari tembakan Dimitris Salpigidis dari jarak delapan meter setelah menerima umpan dari Georgios Samaras di menit 32.

Ukraina sebetulnya mendapat sejumlah peluang matang. Di antaranya melalui Andrei Shevchenko yang gagal memanfaatkan rebound, setelah kiper Alexandros Tzorvas gagal menepis tendangan Alexander Aliev dengan sempurna.

Setelah kebobolan, tuan rumah terus melancarkan serangan. Namun pertahanan Yunani tampil bagus sedangkan Ukraina memang sedang tidak dinaungi keberutungan. Peluang terakhir mereka melalui sontekan Oleg Gusev juga masih melebar.

Susunan pemain

Ukraina:
Pyatov, Rakits, Kucher, Tymoschuk, Yarmolenko, Shevchenko, Aliyev (Seleznynov '57), Milivkiy (Gai'65), Yeugen, Kobin, Mikhalik (Gai'65)

Yunani:
Tzorvas, Moras, Spiropulos, Katsouranis, Charisteas (Tziolis '71), Karagounis, Vyntra, Salpingidis, Vyntra, Papastathopoulos (Plitsiakos 29), Kyrgiakos,Samaras (Gekas '62)

Pra Piala Asia 2010 ,18 november 2009 - Indonesia 1 kuwait 1, ismed sofyan jadi biang kerok....dasar kampungan

Kemenangan indonesia digagalkan oleh kebodohan Ismed Sofyan..
kalau di piala asia , indonesia kalah gara2 dia, sekarang terulang lagi...
memang tolol...
Gol indah budi sudarsono jadi lenyap..
sepanjang babak kedua indonesia hanya bertahan...
huhuuhuuuuuuuuuu..
Salut buat tim indonesia, kecuali ismed sofyan!!!!

Pra Piala Asia : Hajar Kuwait, Pra Piala Asia u-19, Indonesia hajar Hongkong

Indonesia vs kuwait di GBK..
Ayo balasss kekalahan di kuwait..
ikuti jejak samsir alam, menghajar hongkong u-19 4-1..
Samsir alam dan lestaluhu masing-masing mencetak 2 gol..
Meski cuma menduduki peringkat ke-3, cukup bagus..
Maju terus garuda cilik...
Go bambang..
Cepat sembuh boaz..

hasil play off kualifikasi piala dunia 15 November 2009 dan partai persahabatan

hasil play off kualifikasi piala dunia 2010:
PRANCIS MENANG ATAS IRLANDIA
RUSIA MENANG ATAS SLOVENIA
PORTUGAL MENANG ATAS BOSNIA
UKRAINA DAN YUNANI SERI

ANELKA JADI PAHLAWAN
- Prancis sedikit di atas angin untuk maju ke putaran final Piala Dunia 2010. Dijamu Republik Irlandia dalam leg pertama playoff, 'Tim Ayam Jago' memetik kemenangan berkat gol tunggal Nicolas Anelka.

Butuh 72 menit buat Prancis menjebol gawang Republik Irlandia yang dikawal Shay Given dalam pertandingan yang dihelat di Croke Park, Minggu (15/11/2009) dinihari WIB. Gol yang dibuat Anelka itu membuat skor akhir menjadi 1-0.

Dengan demikian, Prancis sementara dapat keunggulan tipis untuk melaju mengingat di pertemuan kedua gantian akan menjadi tuan rumah. Les Bleus akan menjamu Republik Irlandia di Stade de France, Kamis (19/11/2009) dinihari WIB.

Jalannya Pertandingan

Andre-Pierre Gignac langsung tebar ancaman di menit ke-11. Dia mengejar bola umpan panjang dan berhasil mengirim bola ke dalam gawang. Namun, hakim garis sudah mengangkat bendera.

Prancis kembali memiliki peluang pada menit 25. Kali ini dari kaki Yoann Gourcuff yang sepakan menyusur tanahnya bisa diterima kiper Shay Given dengan baik.

Tiga menit berselang Republik Irlandia membalas. Kevin Doyle melontarkan bola jauh ke arah Robbie Keane yang meneruskan dengan tendangan. Bola sepakannya masih kena blok tapi Liam Lawrence berhasil menyambut bola rebound dan menembakkan bola kendati arahnya melebar.

Pada menit 30, giliran Keane memberikan bola ke arah Doyle di kiri. Si kulit bundar lantas diarahkan ke tengah di mana Keith Andrews sudah menanti meski kemudian bola masih melebar dari target.

Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit 56, Lassana Diarra mencatat kesempatan. Setelah menyetop bola dengan dadanya dan mengambil ancang-ancang, dia melancarkan tembakan berjarak 32 meter ke arah gawang yang lagi-lagi masih belum menemui sasaran.

Tepat enam menit setelahnya, Gignac kembali beraksi. Kali ini dia berhasil memaksa Given menepis bola hasil tandukannya kendati hakim garis lantas melihat ada yang salah dan mengangkat bendera.

Richard Dunne terpeleset pada menit 69 dan bikin Patrice Evra terlepas berlari menuju gawang dengan Given ada di depan. Evra lantas terjatuh kendati wasit tidak menilainya sebuah pelanggaran.

Gol! Pada menit 72 skor akhirnya berubah, dengan keunggulan Prancis. Tendangan Nicolas Anelka dari tepi kotak penalti sedikit mengenai Sean St Ledger dan meluncur masuk ke gawang Given.

Gignac punya peluang emas sepuluh menit sebelum bubaran. Umpan ke belakang yang keliru dari Kevin Kilbane dapat dimanfaatkan Anelka yang usahanya bikin gol bisa dimentahkan Given. Tapi bola jatuh ke Gignac dengan gawang terbentang di muka meski dia tak kuasa memanfaatkannya.

Empat menit sebelum bubaran Aidan McGeady coba menyamakan skor dari sepakan 22 meter ke arah gawang. Namun, bola masih melebar. Peluang kembali hadir semenit kemudian, tapi Hugo Lloris masih sigap mengamankan gawang.

PORTUGAL CUMA 1-0
- Bermain di kandangnya sendiri, Portugal cuma bisa memetik kemenangan 1-0 atas Bosnia & Herzegovina di Leg I Playoff Piala Dunia 2010. Gol tunggal tuan rumah lahir dari Bruno Alves.

Meski menang 1-0, Portugal tak selayaknya puas dengan hasil tersebut. Soalnya empat hari dari sekarang mereka harus gantian menyambangi Bosnia dan Herzegovina untuk menjalani pertandingan kedua.

Melihat penampilan Seleccao das Quinas yang kurang meyakinkan dalam laga tersebut, Portugal layak khawatir kalau mereka terancam gagal lolos ke Piala Dunia 2010. Selain masih tak akann diperkuat Cristiano Ronaldo, dalam laga dinihari tadi Bosnia beberapa kali menebar ancaman serius ke gawang Portugal.

Jalannya pertandingan

Di Stadion Dr. Magalhaes Pessoa, Minggu (15/11/2009) dinihari WIB, Portugal justru lebih dulu dalam ancaman saat tandukan Senijad Ibricic meneruskan tendangan sudut Zvjezdan Misimovic masih melebar dari sasaran.

Tuan rumah balas membuat peluang melalui Nani, namun gelandang Manchester itu kemudian dianggap melakukan diving setelah upayanya menyepak bola tak mengenai sasaran dengan sempurna. Kans kedua Portugal datang dari sepakan jarak jauh Raul Meiresles di menit 31 yang dengan susah payah ditepis dan menghasilkan tendangan sudut.

Semenit berselang tuan rumah akhirnya membuka keunggulan melalui Bruno Alves. Diawali umpan silang Nani dari sisi kanan yang gagal disambar Meireles, bola ternyata masih bisa disambut Alves dengan kepalanya yang lepas dari kawalan pemain bertahan di tiang jauh. 1-0 Portugal unggul.

Berusaha menyamakan kedudukan, Bosnia punya dua kesempatan beruntun di menit 38. Dari serangan yang dibagun dari sisi kiri, Edin Dzeko berusaha mencetak gol dengan melakukan tendangan akrobatik. Bola yang gagal dia tendang jatuh ke Sejad Salihovic yang melepaskan tendangan voli namun bisa dihalau kiper Eduardo. Bola yang kembali jatuh ke kaki Salihovic disambar kembali olehnya, namun kali ini arahnya masih melenceng jauh dari sasaran.

Dua menit sebelum turun minum tim tamu nyaris membuat gol penyama. Memenangi duel udara saat menyambut umpan tendangan sudut, bola yang diarahkan Ibrica membentur mistar gawang.

Menyadari keunggulan satu gol masih akan rawan di leg kedua, Portugal kembali menggedor pertahanan lawannya di babak kedua. Lewat aksi individunya, Da Silva Liedson nyaris mencetak gol kedua tuan rumah. Namun setelah memperdaya pemain bertahan lawan, akurasi tendangannya sangat buruk.

Peristiwa di menit 57 itu berlanjut dengan upaya Deco melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti semenit berselang. Namun sekali lagi gol urung tercipta karena sepakan gelandang Chelsea itu melebar dari target.

Publik Stadion Dr. Magalhaes Pesso sempat dibuat was-was saat Dzeko menusuk dari sisi kiri dan sukses melewati Paulo Ferreira. Namun aksi individu striker VfL Wolfsburg itu tak membuahkan hasil karena sepakannya hanya membentur sisi luar gawang.

Satu menit sebelum laga berakhir Bosnia kembali punya dua peluang matang beruntun menyamakan kedudukan. Namun nasib baik belum menaungi tim tamu karena diving header Dzeko saat menyongsong umpan dari sisi kanan kembali dimentahkan mistar gawang. Bola yang masih berkutat di muka gawang langsung dihajar Muslimovic, kali ini tiang gawang membatalkan selebrasi gol tim tamu.

RUSIA 2- SLOVENIA 1
Rusia memang meraup kemenangan 2-1 atas Slovenia di laga pertama playoff Piala Dunia 2010 zona Eropa. Tapi kemenangan itu membuat 'Beruang Merah' masih jauh dari kata aman.

Dua gol Rusia dalam pertandingan yang dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Moskow, Minggu (15/11/2009) dinihari WIB itu diborong oleh Diniyar Bilyaletdinov. Satu gol balasan Slovenia dilesakkan Necj Pecnik.

Kemenangan ini membuat Rusia tinggal mencari hasil seri saat ganti bertandang ke markas Slovenia, Rabu (18/11), untuk bisa lolos ke Afrika Selatan. Walau begitu, kans Slovenia juga masih sangat terbuka.

Sejak awal pertandingan, Rusia berupaya memegang kendali permainan. Tapi di menit 26, Slovenia nyaris mencetak gol saat Zlatko Dedic menyontek bola melewati kaki kiper Igor Akinfeev, tapi bola terlalu pelan dan disapu pertahanan Rusia.

Rusia akhirnya memetik gol pembuka lima menit sebelum pertandingan rehat. Bilyaletdinov dengan percaya diri melewati kawalan Martin Suler dan dengan tendangan keras ia merobek gawang Slovenia.

Hanya enam menit setelah babak kedua direstart, Bilyaletdinov menggandakan keunggulan Rusia jadi 2-0. Dari umpan Andrei Arshavin, Bilyaletdinov menjebol gawang kawalan Samir Handanovic untuk kali kedua.

Menit 69, Handanovic menyelamatkan gawang Slovenia dari gol ketiga Rusia. Sebuah umpan silang ditanduk Roman Pavlyuchenko dengan diving headernya, tapi si kulit bundar dijinakkan Handanovic.

Rusia harus mengutuki gol balasan Slovenia yang dicetak di menit 87. Gol tim tamu itu hadir lewat kepala Pecnik yang masuk sebagai pengganti setelah bola tendangan Robert Koren sebelumnya dihadang Akinfeev.

Susunan pemain
Rusia:Akinfeev; Ignashevich, V. Berezutsky, Aniukov, Zhirkov; Zurianov, Semak (Bystrov 60), Bilyaletdinov, Denisov; Arshavin, Pavlyuchenko (Sychev 80)

Slovenia: Handanovic; Cesar, Brecko, Suler, Jokic; Radosavljevic, Koren, Kirm (Pecnik 82), Dedic (Ljubijankic 67); Birsa (Stevanovic 77), Novakovic


UKRAINA DAN YUNANI IMBANG
Rusia memang meraup kemenangan 2-1 atas Slovenia di laga pertama playoff Piala Dunia 2010 zona Eropa. Tapi kemenangan itu membuat 'Beruang Merah' masih jauh dari kata aman.

Dua gol Rusia dalam pertandingan yang dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Moskow, Minggu (15/11/2009) dinihari WIB itu diborong oleh Diniyar Bilyaletdinov. Satu gol balasan Slovenia dilesakkan Necj Pecnik.

Kemenangan ini membuat Rusia tinggal mencari hasil seri saat ganti bertandang ke markas Slovenia, Rabu (18/11), untuk bisa lolos ke Afrika Selatan. Walau begitu, kans Slovenia juga masih sangat terbuka.

Sejak awal pertandingan, Rusia berupaya memegang kendali permainan. Tapi di menit 26, Slovenia nyaris mencetak gol saat Zlatko Dedic menyontek bola melewati kaki kiper Igor Akinfeev, tapi bola terlalu pelan dan disapu pertahanan Rusia.

Rusia akhirnya memetik gol pembuka lima menit sebelum pertandingan rehat. Bilyaletdinov dengan percaya diri melewati kawalan Martin Suler dan dengan tendangan keras ia merobek gawang Slovenia.

Hanya enam menit setelah babak kedua direstart, Bilyaletdinov menggandakan keunggulan Rusia jadi 2-0. Dari umpan Andrei Arshavin, Bilyaletdinov menjebol gawang kawalan Samir Handanovic untuk kali kedua.

Menit 69, Handanovic menyelamatkan gawang Slovenia dari gol ketiga Rusia. Sebuah umpan silang ditanduk Roman Pavlyuchenko dengan diving headernya, tapi si kulit bundar dijinakkan Handanovic.

Rusia harus mengutuki gol balasan Slovenia yang dicetak di menit 87. Gol tim tamu itu hadir lewat kepala Pecnik yang masuk sebagai pengganti setelah bola tendangan Robert Koren sebelumnya dihadang Akinfeev.

Susunan pemain
Rusia:Akinfeev; Ignashevich, V. Berezutsky, Aniukov, Zhirkov; Zurianov, Semak (Bystrov 60), Bilyaletdinov, Denisov; Arshavin, Pavlyuchenko (Sychev 80)

Slovenia: Handanovic; Cesar, Brecko, Suler, Jokic; Radosavljevic, Koren, Kirm (Pecnik 82), Dedic (Ljubijankic 67); Birsa (Stevanovic 77), Novakovic
Susunan Pemain:

Republik Irlandia: 1-Shay Given; 2-Sean St Ledger, 4-John 0'Shea, 5-Richard Dunne, 3-Kevin Kilbane; 6-Glenn Whelan, 7-Liam Lawrence (17-Stephen Hunt 80), 8-Keith Andrews, 11-Damien Duff (12-Aidan McGeady 76); 9-Kevin Doyle (18-Leon Best 71), 10-Robbie Keane.

Prancis: 1-Hugo Lloris; 2-Bacary Sagna, 5-William Gallas, 3-Eric Abidal, 13-Patrice Evra; 6-Lassana Diarra, 18-Alou Diarra; 9-Nicolas Anelka, 8-Yoann Gourcuff, 12-Thierry Henry; 11-Andre-Pierre Gignac (15-Florent Malouda 90+1).


BRAZIL 1- INGGRIS 0
Laga antara Brasil kontra Inggris berkesudahan dengan skor 1-0 untuk Tim Samba. Gol tunggal dalam laga di Khalifa International Stadium, Minggu (15/11/2009) dinihari WIB, datang dari Nilmar.

Menjalani laga persahabatan kontra Brasil, Inggris tampil tidak dengan kekuatan terbaiknya. Beberapa nama besar semisal Rio Ferdinand, Ashley Cole, Frank Lampard hingga Steven Gerrard tak ada di skuad The Three Lions.

Di sisi lain Dunga bisa memainkan banyak pemain bintangnya. Selain Kaka, Tim Samba juga memainkan striker utamanya yakni Luis Fabiano yang disandingkan dengan Nilmar.

Jalannya pertandingan

Brasil tampil sedikit lebih dominan di awal laga dengan mengandalkan umpan-umpan pendek. Namun secara keseluruhan kedua kesebelasan terlihat berimbang dengan saling bergantian membangun serangan.

Matthew Upson nyaris membuat Inggris kebobolan saat dia kehilangan bola yang dicuri Nilmar. Namun kesigapan Joleon Lescott menghalau bola yang dikirim pemain Villarreal itu menghindarkan The Three Lions dari ancaman.

Sebuah kesalahan lain yang dibuat Upson di menit 17 kembali mengancam Inggris setelah dia mengirim umpan backpass yang terlalu lemah. Sekali lagi Inggris terhindar dari kebobolan karena Kaka gagal mengontrol bola dengan sempurna setelah Ben Foster tak cukup sigap mengamankan si kulit bundar.

Setelah tendangan lengkung Kaka di menit 31 masih bisa dihalau Foster, Inggris membuat peluang bersih pertamanya di menit 35. Meneruskan tendangan jarak jauh Wayne Rooney, sepakan Darrent Bent membentur pemain lawan dan cuma menghasilkan tendangan sudut.

Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, Brasil akhirnya membuka keunggulan di awal babak kedua. Laga baru berjalan tiga menit saat Nilmar sukses memperdaya Foster.

Meneruskan umpan terobosan melambung yang dilepaskan Elano, Nilmar lolos dari kawalan dua bek Inggris dan mengarahkan bola dengan kepalanya ke sisi kanan gawang. 1-0 Brasil unggul.

Enam menit berselang Brasil nyaris menggandakan keunggulan saat umpan yang dilepaskan Elano mengarah ke tiang dekat, namun Foster masih cukup sigap untuk menghindarkan gawangnya dari kebobolan untuk kali kedua.

Di menit 55 Wes Brown membuat kesalahan saat bola yang dikontrol dengan dadanya jatuh ke kaki Nilmar, kondisi itu memaksa Foster menjatuhkan pesepakbola 25 tahun itu. Dari insiden tersebut asit menunjuk titik putih dan memberi Foster kartu kuning.

Tapi Inggris masih dinaungi keberuntungan. Luis Fabiano yang maju sebagai eksekutor gagal melaksanakan tugasnya, sepakannya melayang dan melebar dari sasaran yang membuat skor tak berubah.

Dalam posisi unggul Brasil terus menekan Inggris. Peluang lainnya pun bisa dikreasikan anak asuh Dunga saat tendangan keras kaki kiri Lucio membentur tiang gawang.

Semenit kemudian Rooney, yang tak bisa berbuat banyak di sepanjang laga, mencoba memecah kebuntuan timnya dengan melepas tendangan jarak jauh. Meski mengarah ke gawang, namun sepakkan striker Manchester United itu sama sekali tak membuat Julio Cesar kerepotan.

Jelang berakhirnyan laga, Capello mencoba menambah daya serang dengan memasukkan Tom Huddlestone dan Peter Crouch untuk menggantikan Gareth Barry dan Shaun Wright-Phillips. Namun hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usia tak ada gol bisa dibuat. Skor akhir 1-0 buat Brasil.

Susunan Pemain:
Brazil (4-2-3-1): Julio Cesar; Maicon, Lucio, Thiago Silva, Bastos; Gilberto, Melo; Elano (Dani Alves 64), Kaka (Julio Baptista 81), Nilmar (Carlos Eduardo 81); Luis Fabiano.

England (4-4-2): Foster; Brown, Upson, Lescott, Bridge; Wright-Phillips (Crouch 82), Jenas, Barry (Huddlestone 82), Milner (Young 87); Rooney, Bent (Defoe 54).


ARGENTINA 1 - SPANYOL 2
Spanyol memetik kemenangan 2-1 dalam laga persahabatan melawan Argentina. Uniknya, ketiga gol dalam pertandingan itu dibuat oleh dua orang pemain yang berkecimpung di kompetisi La Liga Primera Spanyol.

Spanyol si jawara Eropa unggul duluan dalam pertandingan yang digelar di Vicente Calderon, Minggu (15/11/2009) dinihari WIB. Kiper Argentina Sergio Romero hanya bisa menepis tendangan David Silva dan kemudian bola jatuh di muka Xabi Alonso yang lantas menyarangkan bola dari jarak dekat pada menit 16.

Keunggulan nyaris saja digandakan oleh 'Tim Matador' saat pertandingan memasuki menit 30. Tapi sepakan David Villa yang mengarah deras ke gawang masih bisa dihadang bek Fabricio Colloccini.

Memasuki paruh kedua, Argentina tampil lebih menkan dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit 61. Setelah Maxi Rodriguez dijatuhkan Raul Albiol di kotak terlarang, wasit tak ragu menunjuk titik putih. Lionel Messi yang bermain untuk klub Barcelona menjadi eksekutor dan sukses menuntaskannya.

Kedudukan imbang 1-1 tampaknya akan menjadi skor akhir pertandingan. Namun, pelanggaran Martin Demichelis yang menyentuh si kulit bundar di area penalti membuat wasit menunjuk titik putih lagi, kali ini untuk keuntungan Spanyol.

Xabi Alonso yang punggawa Real Madrid, rival Barcelona di La Liga Primera, maju mengambil tendangan penalti dan menyarangkan bola dengan empat menit waktu pertandingan tersisa. Bola menceplos masuk, Spanyol menang 2-1 atas Argentina.

Dengan hasil ini, Reuters mencatat bahwa Spanyol dan Argentina sudah bersua 12 kali dengan masing-masing memetik lima kemenangan. Dua laga sisa berakhir dengan hasil imbang.

Susunan Pemain:

Spanyol: Iker Casillas (Pepe Reina '89); Carles Puyol (Raul Albiol '45), Joan Capdevila, Sergio Ramos, Gerard Pique, Xavi (Cesc Fabregas '62), Xabi Alonso, Andres Iniesta (Gonzalez Jesus Navas '82), David Silva (Alvaro Negredo '66), Sergi Busquets, David Villa (Juan Manuel Garcia Mata '83).

Argentina: Sergio Romero; Gabriel Heinze, Fabricio Coloccini, Martin Gaston Demichelis, Cristian Ansaldi, Javier Mascherano, Fernando Gago (Esteban Cambiasso '75), Angel Di Maria, Maximiliano Rodriguez (Ezequiel Ivan Lavezzi '85), Lionel Messi (Diego Perotti '83), Gonzalo Higuain (Carlos Tevez '59).

Pra piala Asia : Indonesia vs Kuwait : Bambang Cetak Gol,WASIT RAMPOK WASIT BANGSAT!!!

Indonesia vs kuwait..
INDONESIA 1 KUWAIT 1 WASIT 1 ...
WASIT BRENGSEKKKKKK
KUWAIT DIVINGGGGGGGGG....
BALAS DI GBK
BUNUH WASIT NYA
indonesia diragukan karena hasil uji coba yang jelek...
tapi sejarah vs kuwait memang bagus untuk indonesia.
tampil sedikit bertahan , indonesia malah mencuri gol lewat bambang pamungkas umpan sepak pojok ismed sofyan..
sebelumnya sepak pojok ini , tembakan M .ilham diblok oleh penjaga gawang kuwait..
GOLLLLLLLLLL
trus siaran langsung RCTI ini terhenti gara gara gangguan satelit..
capek dehhh..
untung babak kedua udah normal...

Pra Piala Asia U-19 : Garuda Cilik Tahan Seri Australia

indonesia u-19, berhasil menahan seri australia u-19, 0-0..
harusnya alan martha lebih tenang dan bisa menceploskan bola ke gawang asutralia...
sayang sekali..
tapi tidak apa apa..
Semangat garuda kecil membuat kita bangga..
Cuma pelatih telat mengganti beberapa pemain yang kecapekan, misalnya nomor 2 (kristiantoko), tapi malah mengganti si cilik alan martha...
kalau tidak telat mengganti mungkin kita bisa berpesta...
ok, selamat berjuang kembali ..bantai Hongkong...

Jadwal dan prediksi Play off piala dunia - Irlandia optimis singkirkan Prancis

Jadwal Playoff Piala Dunia Zona UEFA
Republik Irlandia vs Prancis
Portugal vs Bosnia dan Herzegovina
Yunani vs Ukraina
Rusia vs Slovenia

Delapan klub akan bertarung memperebutkan empat jatah terakhir Zona UEFA untuk lolos ke Piala Dunia 2010. Akhir pekan ini perjuangan pamungkas menuju Afrika Selatan akan memanaskan 'Benua Biru'.

Lolos langsung ke Piala Dunia jelas jadi pilihan semua negara. Namun karena kompetisi yang sengit, dan mungkin ditambah faktor ketidakberuntungan, menjadi runner up masing-masing grup jelas tak terlalu menyedihkan lantaran jalan menuju Afrika Selatan masih terbuka lewat jalur playoff.

Itulah yang akan dijalani oleh delapan tim Benua Eropa pada akhir pekan ini dan berlanjut empat hari berselang. Republik Irlandia, Prancis, Portugal, Bosnia dan Herzegovina, Yunani, Ukraina, Rusia dan Slovenia akan bertarung memperebutkan empat tiket tersisa yang dijatah FIFA untuk Zona UEFA.

Menyusul munculnya beberapa tim kejutan di babak fase grup lalu, playoff Piala Dunia 2010 zona Eropa menampilkan laga dari beberapa tim papan atas. Prancis dan Portugal jelas jadi nama yang paling menarik perhatian.

Meski merupakan kekuatan atas Eropa, Les Bleus mengalami degradasi performa dalam beberapa tahun terakhir. Setelah jadi finalis Piala Dunia 2006, 'Tim Ayam Jantan' tampil sangat mengecewakan karena gagal lolos dari fase grup Piala Eropa 2008.

Di babak kualifikasi, Prancis kalah satu poin atas Serbia yang menjadi pemuncak Grup 7 dengan nilai 22. Perjuangan di babak playoff diprediksi banyak pihak akan sangat menyulitkan skuad besutan Raymond Domench karena hasil undian mempertemukan mereka dengan Republik Irlandia.

Sorotan tajam juga diarahkan pada Carlos Queiroz yang dianggp tak mampu mengangkat Portugal meski punya sederet bintang besar di skuadnya. Seleccao das Quinas kalah bersaing dengan Denmark yang menjadi pemilik tiket langsung lolos ke putaran final Piala Dunia setelah memuncaki Grup 1 dengan poin 21, unggul dua angka atas Portugal.

Kalau ada halangan besar yang menghadang Portugal saat menerima tantangan Bosnia dan Herzegovina adalah tiadanya Cristiano Ronaldo. Pemain terbaik sekaligus termahal dunia itu dipastikan absen karena cedera pergelangan kaki yang dia alami.

Sementara itu pada laga lainnya Ukraina akan mencoba masuk ke Piala Dunianya yang kedua saat menghadapi Yunani. Sedangkan Guus Hiddink akan mencoba melanjutkan keikutsertaannya di Piala Dunia untuk kali keempat secara beruntun saat memimpin Rusia menghadapi Slovenia.

*Leg I dilangsungkan 14 November waktu setempat dan leg II dihelat 18 November
*Yang disebut pertama lebih dulu jadi tuan rumah

IRLANDIA VS PRANCIS
Sembilan tahun silam, Raymond Domenech pernah menuduh Marco Tardelli menyuap wasit. Menjelang reuni antara keduanya, Tardelli menegaskan dia sudah tidak menyimpan dendam lagi.

Tuduhan suap itu terjadi ketika Prancis dikalahkan Italia 1-2 di kualifikasi Olimpiade tahun 2000. Ketika itu Prancis ditangani Domenech, sementara Italia dibesut oleh Tardelli.

Pasca kekalahan tersebut Domenech menuduh Italia telah menyuap wasit. Atas ucapannya Domenech didenda 6.000 euro dan dikenai sanksi larangan mendampingi tim selama satu pertandingan. Prancis sendiri tersingkir dari kualifikasi.

Keduanya akan kembali bertemu di babak playoff Piala Dunia 2010 yang digelar pada akhir pekan ini dan tengah pekan mendatang.

Domenech menjadi nahkoda di timnas Prancis, sementara Tardelli adalah asisten pelatih Irlandia.

Menjelang pertemuan dengan seteru lamanya itu, Tardelli mengaku dirinya kalem-kalem saja.

"Apa yang terjadi di antara kami merupakan hal yang normal-normal saja. Kadang ada pelatih yang berbicara terlalu banyak, pelatih lain menanggapi, dan sebagainya," kata Tardelli seperti dilansir dari Irish Examiner.

Tardelli menegaskan bahwa sudah tidak ada dendam lagi dengan Domenech. "Saya memang tak mengerti apa yang menjadi dasar tuduhannya ketika itu. Namun ia sudah dikenai sanksi. Bagi saya, semuanya kini sudah selesai," lanjut pria berusia 55 tahun itu.

"Saya tidak ada masalah dengan Domenech. Bagi saya dia pelatih yang bagus," tuntas asisten pelatih berkebangsaan Italia tersebut.

Irlandia akan menjamu Prancis pada 14 November di leg pertama. Sedangkan di leg kedua yang digelar 18 November, The Boys in Green gantian melawat ke markas Les Bleus.
Pemain Prancis Bacary Sagna rupanya geram ketika pelatih Raymond Domenech direndahkan oleh pemain Irlandia. Sagna membalas dengan mengatakan ia sama sekali tak tahu siapa Giovanni Trapattoni.

Menjelang playoff Piala Dunia 2010 leg pertama antara Irlandia kontra Prancis, kedua kubu saling melemparkan perang psikologis.

Sebelumnya bek Irlandia Richard Dunne mengatakan bahwa Domenech sudah tidak dihormati lagi.

Komentar Dunne membuat Sagna gerah. Bek Les Bleus ini balik menyerang Trapattoni, pelatih dari Irlandia.

"Saya tidak kenal Giovanni Trapattoni. Saya tidak tahu apa saja yang sudah Trapattoni lakukan selama ini," ujar Sagna seperti dilansir dari Daily Mail.

Ucapan bek Arsenal ini bisa dikatakan sangat nylekit. Pasalnya Trapattoni merupakan pelatih yang sarat pengalaman.

Selama 35 tahun karir kepelatihannya, Mr Trap pernah menukangi klub-klub raksasa seperti AC Milan, Juventus, Inter Milan, Fiorentina, Bayern Munich, dan tim nasional Italia.

Menjadi juara liga Italia, Piala Champions, Piala Super Eropa, juara Liga Jerman, pernah Trapattoni rasakan.

"Irlandia mencoba menyerang pelatih kami, mencoba menekan kami. Namun pertandingan ditentukan di lapangan. Kami akan berusaha untuk memberikan respon yang tepat di lapangan," seru Sagna.

"Kami akan menjalani laga ini hanya demi kami sendiri dan sepakbola Prancis. Kami tidak mengkhawatirkan Irlandia yang terlalu banyak bicara," pungkasnya.

PORTUGAL VS BOSNIA
Portugal akan melakukan laga penting menghadapi Bosnia tanpa Cristiano Ronaldo. Namun winger Simao Sabrosa mengingatkan bahwa absennya Ronaldo bukan jadi alasan jika mereka kalah di playoff Piala Dunia ini.

Ronaldo telah dipastikan tidak akan memperkuat Portugal saat menjamu Bosnia di Lisbon, Sabtu (14/11/2009) dan bertandang ke Zenica empat hari kemudian. Winger Real Madrid ini masih belum fit setelah dibekap cedera engkel.

Cedera tersebut dibekap pemain termahal di dunia ini saat memperkuat Portugal saat mengalahkan Hongaria. Ronaldo pun telah menjalani tes oleh tim dokter timnas Portugal dan telah dipastikan dia tidak bisa dimainkan.

Absennya Ronaldo tentu saja menjadi kerugian besar bagi timnas Portugal. Meski demikian Simao yakin skuadnya akan tetap bekerja keras untuk bisa memastikan tempat di Afrika Selatan tahun depan.

Simao menegaskan bahwa absennya Ronaldo bukan jadi alasan mereka menjadi kalah. "Kami tahu Ronaldo adalah seorang pemain penting, tetapi hal yang paling penting adalah tim," ujarnya seperti dilansir Reuters.

"Akan sangat penting memilikinya di tim, tapi kami memiliki pemain berkualitas top yang akan memberikan yang terbaik. Absennya Ronaldo tidak bisa menjadi sebuah alasan," tegas Simao.

Pemain Atletico Madrid ini pun yakin skuadnya bisa lolos ke Afsel tahun depan. "Kami tahu apa yang mesti dilakukan untuk menang. Ini pertandingan terpenting bagi karir kami. Kami akan berada di level terbaik kami," ujarnya.

RUSIA VS SLOVENIA
Rusia sedang mengupayakan nasib supaya tidak menunggu empat tahun lagi untuk berlaga di Piala Dunia. Sang pelatih, Guus Hiddink, pun mempertaruhkan sebuah rekor fantastis yang membuat reputasinya terbangun dengan mentereng.

Rusia tidak tampil di Piala Dunia edisi terakhir, dan mereka harus melewati jalan playoff untuk bisa lolos ke Afrika Selatan tahun depan. Untuk bisa ke sana mereka harus menghadapi Slovenia dua kali: di Moskow (14/11) dan Maribor (18/11).

Dari 18 penyelenggaraan Piala Dunia, Rusia baru tampil setengahnya termasuk saat berbendera Uni Soviet. Dan sejak menembus putaran kedua di Meksiko 1986, skuad "Beruang Merah" tak pernah lolos dari babak grup. Dalam tiga edisi terakhir pun mereka tak lolos ke putaran final dua kali, yakni di Prancis 1998 dan Jerman 2006.

Kehadiran Guus Hiddink telah membawa optimisme Rusia. Di Euro 2008, polesan tangan pelatih top Belanda itu membawa Andriy Arshavin dkk melaju sampai babak semifinal, sampai mereka dihentikan Jerman.

Terkait Hiddink, sosok yang pada Minggu lalu genap berusia 63 tahun itu dikenal sangat piawai dalam menukangi tim nasional. Dia tak pernah tidak berhasil membawa timnas asuhannya ke putaran final turnamen besar.

Dimulai dari Korea Selatan di Piala Dunia 2002, ia menggegerkan dunia dengan membawa tim 'Negeri Ginseng' lolos ke semifinal. Berikutnya, Australia. Untuk pertama kalinya sejak 1974, atau yang kedua dalam sejarah negara tersebut, The Socceroos lolos ke putaran final Piala Dunia (2006), dan di sana mereka pun menyentuh level knockout sebelum dihentikan Italia di babak kedua. Cerita kesuksesan Hiddink berlanjut bersama Rusia di Austria-Swiss, di Euro 2008.

"Saya tidak memikirkan soal rekor-rekor pribadi," ujar Hiddink dikutip Reuters, Rabu (11/11/2009). "Kami punya tujuan yang lebih besar untuk dicapai, dan harus melakukan apa saja yang kami bisa untuk bisa lolos ke Afrika Selatan."

Kali terakhir Rusia bertanding melawan Slovenia adalah September 2001, di babak kualifikasi Piala Dunia 2002. Slovenia menang 2-1, Rusia menyalahkan wasit Graham Poll yang menghukum mereka penalti di menit-menit terakhir.

"Saya samar-samar mengingat pertandingan itu," ujar Arshavin. "Tapi itu sudah lama berlalu dan takkan berpengaruh untuk pertandingan Sabtu besok."

"Pertahanan Slovenia salah satu yang terbaik, mereka kebobolan hanya empat gol dari 10 pertandingan kualifikasi. Kami tak boleh meremehkan lawan-lawan kami," sambung penyerang klub Arsenal itu.

UKRAINA VS YUNANI
- Ukraina punya harapan besar untuk lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun lewat babak playoff melawan Yunani. Namun, 'Tim Kuning Biru' harus waspada pada rekor buruk mereka di fase tersebut.

Yunani akan jadi tuan rumah pertama kali di Athena, Sabtu (14/11/2009) untuk menjamu Ukraina. Untuk selanjutnya empat hari berselang, giliran Ukraina yang akan menerima kedatangan lawannya tersebut di kota Donetsk.

Ukraina punya kesempatan 180 menit yang terhampar di depan mereka untuk memastikan tempat di Afsel 2010. Bila ujian tersebut berhasil dilewati, maka itu berarti kesuksesan kedua mereka mengikuti pesta sepakbola terakbar di dunia itu, setelah pertama kalinya pada Jerman 2006 silam.

Kelolosan mereka empat tahun silam diraih setelah menjadi juara Grup 2 Zona Eropa dengan mengangkangi tim kuat macam Denmark, Turki dan Yunani yang saat itu berstatus sebagai jawara Eropa 2004. Prestasi negara pecahan Rusia itu di penampilan perdananya itu pun tak mengecewakan di mana babak perempatfinal berhasil dijejaki sebelum dihentikan Italia dengan skor 3-0.

Maka kali ini setelah jadi runner-up Grup 6 di bawah Inggris dengan 21 poin, Andriy Shevchenko dkk berhak mengikuti babak playoff. Sebuah fase yang terasa 'menakutkan' bagi mereka karena rekor buruk yang dipunyai.

Tiga kali playoff yang Ukraina ikuti, yaitu PD 1998 dan PD 2002 serta Piala Eropa 2000, tak ada satu pun yang berakhir manis bagi Ukraina. Di playoff PD 1998, mereka kalah agregat 1-3 dari Kroasia setelah takluk 0-2 di tandang dan bermain 1-1 di kandang.

Masuk ke playoff Piala Eropa 2000, giliran Slovenia yang menjegal langkah mereka lewat hasil menang 3-2 di kandangnya dan 1-1 di markas Ukraina. Kegagalan di fase playoff dirasakan saat menuju Jepang-Korsel 2002, Jerman menundukkan mereka dengan total agregat 5-2 (1-1 dan 4-1).

Meski punya catatan buruk semasa di tingkat tersebut, Shevchenko tetap pede kalau timnya yang bakal melaju. Bermain di kandang pada leg 2 menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka serta pengalaman menyingkirkan Tim 'Negeri Seribu Dewa' itu empat tahun lalu di babak kualifikasi menjadi dasar keyakinan kapten Ukraina itu.

"Aku percaya kami mempunyai sedikit keuntungan memulai laga kami dengan Yunani di kandang mereka. Kami harus bermain dengan penuh disiplin di sana meskipun tuan rumah unggul. Yunani diisi pemain-pemain hebat. Mereka sangat disiplin dan berbahaya saat serangan balik," tukas Sheva di AFP.

"Tapi kami punya pengalaman baik saat melawan Yunani. Kami menyingkirkan mereka di kualifikasi Piala Dunia 2006. Kami menjadi juara grup dan mendapat tiket ke Jerman," pungkas striker Dynamo Kiev itu.

Bigmatch liga inggris : CHELSEA TUNDUKKAN MU...

CHELSEA TUNDUKKAN MU

hore..chelsea menang..MU keok,fergie kritik wasit lagi..

Chelsea mempertahankan rekor selalu menang di kandang dalam laga Liga Primer. Kali ini giliran Manchester United yang dibekuk dengan skor 1-0.

Lewat pertarungan ketat selama 2 x 45 menit, Chelsea keluar jadi pemenang dan memetik tiga poin penuh berkat gol tunggal John Terry di menit ke-76. Itu bikin Chelsea belum pernah kalah di kandang musim ini dari enam laga.

Tambahan tiga angka juga bikin Terry cs nyaman bertengger di pucuk klasemen dengan poin 30. Mereka unggul lima angka dari Arsenal dan MU yang secara beruntun ada di posisi dua dan tiga klasemen.

Jalannya Pertandingan

MU yang melakukan kick-off langsung berusaha menekan sedari awal. Dari sisi kanan Antonio Valencia yang berusaha mengejar bola sudah langsung disambut tekel Frank Lampard.

Beberapa saat sebelum menit ke-4, Branislav Ivanovic overlap ke depan dan sudah ada di depan gawang. Dia melepaskan tendangan dari sisi kanan, kendati arahnya masih tepat ke Edwin Van der Sar.

Anderson menyodorkan umpan terobosan apik untuk Wayne Rooney pada menit delapan. Namun, Rooney sudah terjebak offside.

Dua menit kemudian, Rooney bisa masuk ke pertahanan Chelsea dan melepaskan tendangan keras dari kiri, meski hanya berbuah sepak pojok karena bola mengenai kaki Ricardo Carvalho yang ketat menempel.

Valencia terjatuh di area penalti saat tengah berada dalam kawalan John Terry pada menit 13. Yang dijatuhkan merasa telah dilanggar dan minta penalti, tapi wasit tak berpandangan sama.

Umpan silang Michael Ballack ke depan gawang ditanduk Didier Drogba meski diapit Wes Brown dan John O'Shea. Tapi arahnya masih jauh dari sasaran. Setelah itu Valencia melepaskan tembakan penuntas serangan MU pada menit 19. Kendati keras, arah bola masih di atas mistar.

Tak melihat ada rekan yang berada pada posisi menguntungkan, Nicolas Anelka melepaskan tendangan menyusur tanah dari jarak jauh pada menit 27. Mengarah ke sudut sempit, Van der Sar sigap memeluk bola.

Di gawang sebaliknya, umpan lambung terobosan bisa dikejar Ryan Giggs yang langsung menyontek bola tanpa mengontrolnya. Tapi si kulit bundar hasil sepakan voli Giggs masih jauh melaju di atas gawang Chelsea.

Anelka seperti ingin mengirim umpan silang ke arah Drogba dari sisi kanan pada menit 31. Tapi lajunya deras ke arah gawang dan Van der Sar pun harus meregang untuk menepis bola masuk ke dalam gawang.

Rooney berhasil mengendalikan bola ke arahnya di tengah kawalan dua pemain Chelsea. Dia memberikan bola ke Giggs yang berlari ke arahnya dan meneruskan ke arah Anderson di kanan, tapi bola terlalu laju.

Empat menit sebelum jeda, Chelsea melakukan serangan balik cepat lewat Anelka. Bola akhirnya dicrossing ke depan gawang meski Ballack tidak siap menendang demikian pula Drogba yang kontrolnya kurang pas.

MU kembali langsung menekan di awal babak kedua. Fletcher melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih melambung, disusul tak lama kemudian Ryan Giggs berusaha melepaskan umpan silang ke muka gawang meski tak ada yang menyambut.

Chelsea mendapat tendangan bebas tak seberapa jauh dari area penalti pada menit 30 usai Ivanovic dijatuhkan. Sebuah posisi yang pas untuk bikin gol. Drogba akan menendang, tapi sepakannya hanya membentur pagar pemain MU.

Drogba tampak masih belum bisa menemukan ketajaman di dalam laga ini. Salah satu aksinya pada menit 59, dengan menahan bola, berbalik dan menendang bola, masih mengarah tepat ke Van der Sar.

Dua menit kemudian, giliran MU memiliki peluang setelah umpan silang O'Shea ditemui oleh kepala Giggs. Sial untuknya, arah tandukan masih jauh dari sasaran.

Rooney! Lewat penetrasinya, Rooney berhasil merangsek pertahanan Chelsea dan melepaskan tembakan di menit ke-66. Namun, bola masih tipis menyisir di arah luar tiang gawang.

Semenit berselang, Rooney kembali beraksi. Dengan bola di kaki, dia berputar dan menyepak bola yang masih bisa ditepis Cech untuk menghasilkan sepak pojok.

Drogba sementara itu tampak terpuruk di lapangan usai melakukan duel udara dengan Evans. Drogba tampak harus mendapat perawatan dan harus dipapah meninggalkan lapangan.

Terry! Dari tendangan bebas, Chelsea akhirnya unggul. Di menit ke-76, Lampard menendang bola tendangan di sisi kiri lapangan dan disambut tandukan Terry yang bikin bola bersarang dalam gawang MU.

Para pemain MU memprotes gol itu. Tampaknya mereka merasa bahwa tendangan bebas dari awal tidak layak didapatkan Chelsea, atau karena gol berbau offside. Permainan pun tampak kian memanas saja.

Valencia tak terkawal di tiang jauh dalam sebuah proses sepak pojok pada menit 83. Tapi laju bola sama sekali tidak mengarah ke gawang.

Memasuki babak injury time, Evans menyambut bola hasil sepak pojok. Fans MU harap-harap cemas mencermati, tapi bola masih tak tepat sasaran.


Susunan Pemain:

Chelsea: Cech, Ivanovic, Carvalho, Terry, Ashley Cole, Essien, Lampard, Ballack, Deco (Joe Cole '63), Drogba (Kalou '82), Anelka (Alex '90)
Man Utd: Van der Sar, O'Shea, Brown, Jonathan Evans, Evra, Fletcher, Carrick, Anderson (Owen '84), Valencia, Rooney, Giggs (Obertan '84)

Hasil Liga Italia 9 November 2009 - Milan Menang,Inter Diimbangi Roma


Hore...Milan menang lagi
Gol Milan dicetak Pato dan thiago silva..
..juve juga menang..

Juventus 5- 2 Atlanta
Bari 1 - 0 Livorno
Bologna 3 - 1 Palermo
Cagliari 2 - 0 Sampdoria
Genoa 4 - 2 Siena
Lazio 1 - 2 AC Milan
Parma 2 - 0 Chievo
Udinese 0 - 1 Fiorentina

AC Milan untuk pertama kalinya musim ini berhasil menembus tiga besar klasemen. Itu berkat kemenangan 2-1 Il Diavollo Rosso atas Lazio, Minggu (8/11/2009) malam WIB.

Dalam laga yang digelar di Olimpico Roma, dua gol sumbangan Thiago Silva dan Alexander Pato membawa Milan unggul dua gol di babak pertama. Sebelum akhirnya Lazio memperoleh gol penghibur lewat bunuh diri Silva.

Kemenangan ini membawa 'Si Merah Hitam' merangsek ke posisi ketiga Seri A dengan koleksi 22 poin, selisih enam dengan Inter Milan yang baru dinihari nanti bertanding melawan AS Roma. Keberhasilan ini dibantu juga dengan kekalahan 0-2 Sampdoria dari Cagliari.

Sementara itu bagi Lazio, tim berjuluk Biancoceleste itu harus terjerembab di urutan ke-16 dengan 11 poin dari 12 laga yang telah dijalaninya. Poin tim asuhan Davide Ballardini itu hanya berjarak dua dari penghuni batas akhir zona degradasi, Livorno.

Jalannya pertandingan

Tiga menit laga berjalan, Lazio mengancam lewat Aleksandar Kolarov. Namun tendangan keras bek tuan rumah itu masih dapat digagalkan oleh Dida.

Menit ke-21 Milan berhasil unggul lebih dulu. Adalah tandukan Thiago Silva meneruskan free kick Andrea Pirlo dari sisi kiri pertahanan Lazio yang membuat Fernando Muslera tak mampu menahan bola untuk masuk ke jalanya.

Pato kembali membuat Milanisti bersorak lewat golnya pada menit ke-35. Crossing Ronaldinho disambut sundulan yang merobek gawang Muslera untuk keduanya kalinya dalam laga itu.

Hingga berakhirnya paruh pertama laga tak banyak peluang yang dihasilkan kedua tim. Alhasil keunggulan 2-0 pun tetap menjadi milik Milan.

Lazio menggebrak di awal bergulirnya babak kedua. Di menit ke-49, sepakan keras Tomasso Rocchi di dalam kotak penalti mengharuskan Dida membuat penyalamatan.

Sepuluh menit berselang, memanfaatkan sebuah serangan balik, umpan Mauro Zarate kepada Kolarov tak mampu diubah jadi gol setelah sepakan Kolarov menyamping di sisi kiri gawang Milan.

Pada menit ke-61 giliran Zarate yang membuang peluang setelah sepakan kerasnya memaksimalkan sepakan bebas Matuzalem melebar. Lazio akhirnya mampu memperkecil kedudukan di menit ke-64 lewat gol bunuh diri yang dilakukan oleh Silva.

Rocchi punya kesempatan di menit ke-77 lewat tandukannya meneruskan assist Meghni. Namun sayang, sundulannya masih menyamping di kanan gawang Milan.

Di akhir laga pun, Milan berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 untuk memperoleh tiga poin dari lawatannya ke ibukota. Susunan pemain: Lazio: Muslera, Siviglia (Cribari 72'), Radu, Baronio (Meghni 62'), Kolarov, Lichsteiner, Matuzalem, Mauri (Cruz 45'), Brocchi, Zarate, Rocchi

Milan: Dida, Thiago Silva, Nesta, Zambrotta, Oddo, Pirlo, Seedorf (Seedorf 81'), Ambrosini, Ronaldinho (Abate 87'), Boriello (Inzaghi 74'), Pato


JUVE JUGA MENANG

Juventus terus menempel Inter Milan yang memimpin klasemen. Melawat ke Atalanta, 'Nyonya Tua' sukses meraup tiga angka dari kemenangan meyakinkan dalam laga yang berkesudahan dengan skor 5-2.

Tambahan tiga angka ini membuat Juve tetap berada di peringkat dua klasemen dengan nilai 24, teringgal empat poin dari Inter yang baru akan bertanding pada Senin dinihari WIB. Sedangkan Atlanta melorot ke posisi 18.

Dalam pertandingan di Stadion Azzurri D`Italia, Minggu (8/11/2009) dinihari WIB, lima gol Juve dihasilkan oleh Mauro Camoranesi sebanyak dua kali dan Felipe Melo, Diego dan David Trezeguet. Sedanhkan gol Atlanta diceploskan Valdes dan Fabio Ceravolo.

Jalannya Pertandingan

Juve mengambil inisiatif serangan sejak awal laga. Tim tamu membuat pendukung tuan rumah cemas lewat aksi kerjasama Camoranesi dengan David Trezeguet yang berujung pada tendangan jarak jauh dan menghasilkan tendangan penjuru di menit sembilan.

Atlanta melakukan serangan balasan di menit 15. Untung saja Gianllugi Buffon dapat menggagalkan serangan yang dibangun Valdes dan Simone Padoin.

Juve berhasil membuka keunggulan di menit 36. Memanfaatkan umpan silang dari Diego, Camoranesi berhasil menyarangkan bola melalui tandukannya.

Pemain asal Italia itu kembali mengoyak gawang Atlanta hanya satu menit berselang dari gol pertama. Kali ini dia mencetak gol dengan kaki kanannya untuk mengunci babak pertama bagi keunggulan Juve 2-0.

Tertinggal, Atlanta mencoba bangkit di babak kedua. Mereka berhasil memperkecil kedudukan melalui gol Valdes di menit 51. Dia berhasil dengan cerdik menempatkan bola di antara kedua kaki Buffon.

Namun Juve tidak tinggal diam melihat jaraknya dengan Atlanta yang semakin dekat. Mereka kembali berhasil memperlebar selisih melalui tendangan jarak jauh Felipe Melo.

Atlanta juga belum menyerah. Mereka berhasil menyangkan bola lewat aksi Fabio Ceravolo yang sebelumnya berhasil mengelabui Fabio Grosso.

Lima menit menjelang laga berakhir Juve berhasil menambah dua gol lagi. Diego berhasil mengoyak jala gawang Atlanta melalui tendangan kaki kirinya dari sudut sempit.

Dua menit kemudian giliran Trezeguet yang beraksi. Memanfaatkan umpan Paolo De Ceglie, penyerang asa Prancis itu mencetak gol penutup di laga tersebut dengan sontekan kaki kirinya dari tengah kotak penalti.

Atalanta: Consigli; Garics, Talamonti, Peluso, Bellini; Ceravolo, Padoin, Guarente, Valdes; Doni, Tiribocchi (Madonna 87)

Juventus: Buffon; Caceres, Cannavaro, Chiellini, Grosso; Felipe Melo, Poulsen; Camoranesi, Diego (Immobile 88), Giovinco (De Ceglie 73); Trezeguet


INTER SERI
Inter Milan gagal menjauh di puncak klasemen Seri A setelah pada laga di Giueseppe Meazza, Senin (9/11/2009) dinihari WIB, Il Nerazzurri ditahan imbang oleh AS Roma dengan skor 1-1.

Laga berjalan sangat seru untuk kedua tim, baik Inter maupun Roma sama-sama melancarkan serangan meskipun Inter relatif lebih dominan.Roma unggul dulu di babak pertama lewat gol Mirko Vucinic. Di babak kedua Samuel Eto'o mencetak gol yang menyamakan kedudukan.

Raihan satu poin ini tetap menempatkan La Beneamata di pucuk tertinggi musim ini dengan 29 poin, selisih lima poin dari Juventus yang berada di bawahnya. Untuk Il Lupi, poin berharga itu mengangkat posisi mereka naik satu peringkat ke tangga ke-13 dengan 15 poin dari 12 laga yang telah dijalani.

Hasil ini juga menambah rekor Inter yang tidak bisa mengalahkan Pasukan Serigala Ibukota itu bila berlaga di Milan selama tiga musim terakhir. Pada dua musim sebelumnya, Inter bisa hanya mampu bermain sama kuat 1-1 dan 3-3.

Jalannya pertandingan

Inter mendapat ancaman di menit ke-3 lewat Mirko Vucinic. Lolos jebakan dari offside usai mendapat umpan terobosan dari Danielle De Rossi, Vucinic berlari menuju kotak penalti dan berhasil mengecoh Julio Cesar. Beruntung, Lucio segera mengamankan bola yang berada di kaki Vucinic dan selamatlah gawang Inter.

Sepuluh menit berselang, Vucinic membayar kesalahannya dengan mencetak gol pembuka di laga ini. Menerima crossing Marco Motta, Vucinic yang memenangi duel udara dengan Lucio sukses menanduk bola untuk merobek jala Cesar, 1-0 Roma memimpin.

Di menit ke-18, Diego Milito punya kesempatan untuk menyamakan skor. Duel satu lawan satu dengan bek Roma mampu dimenanginya, namun tendangan kaki kanan Milito di dalam kotak penalti masih tak mampu menaklukkan Julio Sergio di bawah mistar Roma.

Kesalahan Philipe Mexes dalam melakukan backpass di menit ke-26 hampir saja merugikan Roma. Untung Sergio dapat men-tip bola dan Dejan Stankovic yang berada di dekatnya tak mampu memanfaatkan bola rebound untuk dijadikan gol.

Roma nyaris saja menggandakan keunggulannya di menit ke-35 andai saja sepakan bebas John Arne Riise di luar kotak penalti tak mampu ditepisnya dengan baik.

Di menit ke-37 Sulley Muntari punya peluang lewat sebuah crossing tajam ke kotak penalti yang masih dapat diamankan dengan baik oleh Sergio. Sebuah sepakan kaki kiri keras Thiago Motta tiga menit setelahnya dari luar kotak penalti masih tepat mengarah ke pelukan Sergio.

Memasuki babak kedua, Jose Mourinho yang merasa permainan Inter kurang berkembang di paruh pertama memasukkan Wesley Sneijder untuk menggantikan Muntari dan Mario Balotelli untuk Patrick Vieira.

Dua menit babak kedua berjalan Inter akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Berawal dari kemelut di depan kotak penalti Roma, bola pun mengarah ke Motta ke yang lantas mengumpan ke Samuel Eto'o di kotak penalti. Dengan sekali memutar badan, penyerang Kamerun itu melepaskan tendangan kaki kiri yang merobek jala Sergio.

Roma menekan di menit ke-62. Vucinic yang menerima bola di depan kotak penalti Inter, menempatkan bola ke arah Jeremy Menez. Nama terakhir pun langsung melepaskan tembakan first time yang memaksa Cesar menepisnya dengan susah payah.

Stefan Okaka sempat membuat jantung Interisti berdebar di menit ke-69 lewat aksi solo run melewati beberapa pemain Inter. Untung sepakan pemain muda Roma itu masih melayang di atas mistar gawang Cesar.

Pada menit ke-84 Inter mengancam gawang Roma lewat sepakan Mario Balotelli yang masih jauh dari sasaran. Hingga berakhirnya laga papan skor pun tetap bertahan di angka 1-1.

Susunan pemain:

Inter: Cesar, Maicon, Lucio, Samuel, Zanetti, Vieira (Balotelli 45'), Muntari (Sneijder 45'), Motta (Cambiasso 63'), Stankovic, Milito, Eto'o

Roma: Sergio, Andreolli, Mexes, Marco Motta, Riise, De Rossi (Faty 36'), Perotta, Pizarro, Brighi, Vucinic (Okaka 67'), Menez (Tonetto 75'

Hasil Liga Inggris 7 november 2009 -Arsenal dan Aston villa berpesta, Cit y Seri


Aston Villa 5 - 1 Bolton W.
Blackburn R. 3 - 1 Portsmouth
Manchester C. 3 - 3 Burnley
Tottenham H. 2 - 0 Sunderland
Wolverhampton W. 1 - 4 Arsenal

Arsenal berpesta gol atas Wolverhampton Wonderers. Wolves diluluhlantakkan The Gunners di depan pendukungnya sendiri dengan skor telak, 1-4.

Dua gol pembuka kemenangan Arsenal lahir akibat gol bunuh diri pemain Wolves, dengan Eduardo berperan cukup besar dalam sepasang gol tersebut. Cesc Fabregas dan Andrei Arshavin menggenapi empat gol Arsenal sementara Jody Craddock bikin gol hiburan Wolves.

Kemenangan di Molineux Stadium, Minggu (8/11/2009) dinihari WIB, membuat raihan angka Arsenal menjadi 25. Jumlah itu cukup untuk Cesc Fabresgas cs menggeser Manchester United dari posisi dua klasemen.

MU dan Arsenal punya poin setara tapi Arsenal unggul jumlah selisih gol. MU sendiri berpeluang balik ke posisi dua jika berhasil mengatasi Chelsea akhir pekan ini.

Jalannya Pertandingan

Arsenal mulai dengan memainkan operan dari kaki ke kaki mencari celah di pertahanan lawan. Tapi peluang nyata dihadirkan lebih dulu oleh Wolves.

Pada menit 10 tandukan Sylvan Ebanks-Blake dari sepak pojok masih tipis melebar. Beberapa menit sebelumnya sundulan Kevin Doyle ke arah gawang Arsenal juga masih bisa ditanduk balik oleh Kieran Gibbs.

Dari tendangan bebas ke arah gawang Arsenal, Christophe Berra paling depan menyongsong bola. Namun, karena sulit menanduk bola ke arah gawang, Berra malah menanduk bola ke belakang dan Kevin Doyle coba salto meneruskan tapi ada William Gallas menghadang.

Arsenal akhirnya unggul. Dari sepak pojok di sisi kiri, bola dilayangkan Cesc Fabregas ke muka gawang dan mengarah ke Eduardo. Namun, bola malah mengenai lutut Ronald Zubar dan gol bunuh diri pun tak terelakkan pada menit 28.

Kebobolan gol bunuh diri usai memulai dengan baik jelas memukul Wolves. Belum pulih dari hal itu, Arsenal terus menekan kendati tandukan Aaron Ramsey di menit ke-30 masih mengarah tepat ke kiper Wayne Hennessey.

Gol lagi untuk Arsenal pada menit 36. Dari serangan balik, Ramsey memberikan bola ke Eduardo yang ada di sebelah kirinya. Eduardo kemudian langsung melambungkan bola ke arah gawang. Sempat membentur pemain lawan, bola lantas bersarang dalam gawang.

Jody Craddock tercatat sebagai pencetak gol tersebut. Artinya, gol kedua ini pun merupakan gol bunuh diri kendati Eduardo terlihat mengklaimnya.

Menjelang turun minum, Arsenal menambah gol lagi. Dari kaki ke kaki, bola dialirkan ke depan gawang di mana Robin Van Persie kemudian menyodorkan bola ke Cesc Fabregas yang menyongsongnya dengan sontekan. Gol, Arsenal 3, Wolves 0.

Pesta gol Arsenal berlanjut pada menit 65. Dari sepak pojok, kiper Hennessey coba meninju bola tapi tiada rekannya yang membuangnya dari area penalti. Andre Arshavin yang telah menanti di tepi kotak penalti pun menyepak si kulit bundar untuk bikin gol nomor empat.

Fabregas memiliki peluang menambah gol pada menit 76. Tapi sepakannya dari sudut sempit usai menerima umpan Van Persie masih melambung.

Kesalahan lini belakang Wolves nyaris dimanfaatkan Van Persie pada menit 85. Dua kali bisa mengecoh kiper, Van Persie tak langsung menendang dan terus "menari" dengan bola. Alhasil peluang pun terbuang.

Semenit sebelum bubaran, Jody Craddock membuat gol hiburan untuk tuan rumah. Dari sepak pojok, tandukannya sukses bersarang dalam gawang Arsenal.

Susunan Pemain:

Arsenal: Almunia, Sagna, Gallas, Vermaelen, Gibbs, Ramsey, Diaby (Song '24), Arshavin (Nasri '74), Fabregas, Eduardo (Rosicky '71), van Persie
Wolves: Hennessey, Zubar, Craddock , Berra, Stearman, Edwards (Mancienne '79), Henry, Castillo (Kightly '65), Milijas (Jarvis '74), Doyle, Ebanks-Blake

SPURS MENANG
Tottenham Hotspur memetik poin penuh usai mengalahkan Sunderland 2-0. Gol bagi Spurs masing masing disumbangkan Robbie Keane dan juga Tom Huddlestone.

Pada laga di White Hart Lane, Sabtu (7/11/2009), Keane berhasil membuat Spurs unggul di menit ke-12. Sedangkan Huddlestone menambah satu gol lagi bagi tuan rumah di menit ke-68.

Sementara Sunderland membuang peluang setelah tendangan Darren Bent dari titik penalti dapat digagalkan kiper Heurelho Gomes. Kemenangan ini tentu saja sangat penting bagi Spurs.

Skuad besutan Harry Redknapp ini kini naik ke posisi empat besar dengan selisih lima poin dari pimpinan klasemen, Chelsea. Sedangkan Sunderland berada di posisi kedelapan.

Jalannya Pertandingan:

Sunderland sudah mencoba menekan di awal pertandingan. Para pemain belakang Spurs harus bekerja keras menahan serangan-serangan yang datang termasuk dari Bent dan juga Campbell.

Namun, Spurs unggul lebih dulu lewat gol Keane di menit ke-12. Berawal dari crossing yang diteruskan oleh Peter Crouch dengan sundulan ke depan gawang. Keane meneruskannya meski sempat mengenai kiper Gordon.

Sementara Sunderland juga masih terus mencoba menekan. Pada menit ke-17 , Kieran Richardson memiliki peluang namun tendangannya dari jarak dekat masih melebar di samping kanan gawang Gomes.

Begitu juga tendengan kaki kanan Phillip Bardsley juga masih melebar. Sunderland memang sempa mencoba mengepung pertahanan namun para pemain Spurs dengan disiplin menjaga pertahannya.

Menit ke-33, Gomes menangkap bola bersama dengan datangnya Bent. Striker Sunderland ini terjatuh setelah Gomez menahan kakinya. Namun wasit tidak menyatakan itu sebuah pelanggaran yang bisa membuahkan penalti.

Gomez kembali melakukan penyelamatan gemilang menggagalkan peluang Andy Reid. Kiper asal Brasil ini juga menggagalkan peluang Richardson dengan membloknya. Sementara sundulan Reid hanya mampir di samping gawang.

Skor 1-0 bagi Spurs tetap bertahan hingga turun minum. Namun di babak kedua ini Gomez harus mendapatkan kartu kuning dan sekaligus penalti setelah menjatuhkan Bent di kotak penalti di menit ke-51.

Meski demikian Bent gagal memanfaatkan peluang emas tersebut. Tendangan penaltinya ke arah kiri dapat terbaca sehingga dapat diblok Gomez. Skor tetap tidak berubah 1-0 bagi Spurs.

Sementara di menit ke-57, pertandingan sempat terhenti setelah kiper Sunderland Craig Gordon mendapatkan perawatan. Tangan kirinya terkena tendangan Defoe saat mencoba menyelamatkan bola.

Padas menit ke-61, Gomez kembali mampu mengamankan gawangnya dari tembakan kaki kanan Malbranque dari luar kotak penalti. Sedangkan kiper Sunderland, Gordon ditarik keluar dan digantikan Marton Fulop.

Pada menit ke-68 Spurs sudah unggul 2-0. Gol tersebut dicetak oleh Huddlestone lewat tendangan keras kaki kanannya yang sempat mengenai mistar gawang, setelah memanfaatkan umpan datar dari Defoe.

Niko Kranjcar juga nyaris menambah keunggulan setelah tendengannya sempat deflect sehingga melebar di samping gawang. Satu lagi peluang Kranjcar lewat tendangannya masih melambung tipis di atas mistar gawang.

Sedangkan Gomez kembali menyelamatkan gawangnya dari sebuah sundulan pemain lawan. Meski Sunderland masih mencoba menekan namun tetap tidak ada gol yang bersarang di gawang Spurs hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan Pemain :

Tottenham: Gomes, Corluka, King (Dawson 60), Woodgate, Assou-Ekotto, Jenas, Huddlestone, Palacios (Kranjcar 63), Keane, Crouch, Defoe.

Sunderland: Gordon (Fulop 67) , Bardsley (Ferdinand 78), Turner, Da Silva, McCartney, Malbranque (Healy 77), Henderson, Richardson, Andy Reid, Bent, Campbell.

CITY SERI
Di akhir pekan ini Manchester City kehilangan posisinya di empat besar. Kondisi itu tercipta setelah mereka mereka hanya mampu bermain imbang dengan Burnley 1-1.

Dengan tambahan satu poin saja, City melorot ke urutan enam dengan 20 angka. Mereka digeser Aston Villa dan Tottenham Hotspur yang dalam waktu bersamaan juga meraih kemenangan. Sedangkan bagi Burnley hasil ini membuat mereka tetap berada di posisi 10 dengan 16 angka.

Dalam laga yang digelar di City of Manchester Stadium, Sabtu (7/10/2009) dinihari WIB dua gol yang bersarang ke gawang tuan rumah dilesakkan oleh Graham Alexander via tendangan penalti, Steven Fletcher, dan Kevin McDonald. Sedangkan gol City lahir melalui tendangan Shaun Wright Philips yang sempat mengenai pemain Burnley.

Bermain di depan publik sendiri, City malah tertinggal lebih dulu. Wasit menunjuk titik putih setelah bola mengenai tangan Joleon Lescott. Alexander yang ditunjuk sebagai algojo berhasil membuat Burnley memimpin di menit 19.

Tertinggal City belum juga bisa bangkit. Mereka bahkan harus kebobolan lagi di menit 32 setelah Fletcher berhasil memanfaatkan umpan silang mendatar dari Chris Eagles untuk menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong.

Dua menit sebelum babak pertama berakhir, City mendapat angin setelah Wrigth Phlips sukses mengoyak jala Burnley melalui tendangannya yang sempat membentur kaki pemain lawan. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 1-2 untuk keunggulan Burnley.

City langsung menunjukkan upaya untuk mengejar ketertinggalan di awal babak kedua. Kolaborasi dua pemain belakang tuan rumah, berhasil membuat imbang kedudukan. Dalam situasi bola mati, Lescoott yang mendapat bola liar menyodorkan bola kepada Kolo Toure yang sudah berdiri bebas untuk diubah menjadi gol.

Kedudukan imbang tak berlangsung lama. City langsung balik memimpin setelah Bellamy berhasil menggetarkan jala gawang tim tamu.

Berhasil mengejar ketertinggalan pemain-pemain City yang sudah di atas angin lengah. Di menit 87 Burnley berhasil menyamakan kedudukan melalui McDonald yang memanfaatkan kejelian Fletcher.


Susunan pemain

City: Given, Zabaleta, Toure, Lescott, Bridge, Wright-Phillips, Ireland, Barry, Bellamy, Tevez (Petrov '73) , Adebayor.

Burnley: Jensen, Mears, Carlisle, Caldwell, Jordan, Alexander, Bikey (McDonald '62), Eagles (Nugent '71), Elliott, Blake

Preview dan Prediksi Liga Inggris 7 & 8 november 2009: Chelsea vs MU PANASS...


Jadwal liga inggris
Chelsea - - - Manchester United
West Ham United - - - Everton
Wigan Athletic - - - Fulham
Hull - - - Stoke
Wolverhampton - - - Arsenal
Aston Villa - - - Bolton Wanderers
Blackburn Rovers - - - Portsmouth
Manchester City - - - Burnley
Tottenham Hotspur - - - Sunderland
PREDIKSI
Melawan Manchester United yang tiga kali beruntun menjuarai Liga Inggris, rupanya tidak berarti banyak bagi Carlo Ancelotti. Menurut Manajer Chelsea tersebut pentingnya laga itu hanya sebatas tiga poin yang tersedia saja.


Chelsea menjamu Manchester United pada Minggu (8/11/2009) malam WIB. Situasi menjelang duel ini cukup menjadi sorotan karena kedua tim cukup mendominasi Liga Inggris selama lima tahun terakhir.

Begitu juga dengan musim sekarang. Saat ini "Si Biru" berada di puncak klasemen sementara Liga Primer dengan poin 27 unggul dua angka atas "Setan Merah".

Kedua tim di atas juga cukup sengit dalam perebutan klasemen sementara. Sejak beberapa pekan terakhir Chelsea dan MU silih berganti menduduki posisi teratas lantaran keduanya kerap menapati hasil yang bertolak belakang.

Namun jika menilik tiga musim ke belakang, prestasi Chelsea tidak ada apa-apanya dengan MU. The Blues tak kuasa menahan tim dari yang berkandang di Old Traford tersebut kala sukses menggondol titel Liga Primer selama tiga tahun beruntun.

Meski begitu di laga akhir pekan nanti, Ancelotti yang baru didatangkan Chelsea di musim panas ini tidak menganggap keberadaan MU sebagai sesuatu yang perlu mendapat perhatian khusus. Ada pun dia menganggap laga itu penting karena membutuhkan poin untuk mengamankan posisi teratas.

"Secara psikologis itu tidak akan berarti lebih," tuturnya di ESPN Star.

"Kami akan berhadapan dengan tim yang kuat yang berada di posisi dua teratas Liga Inggris. Namun saya pikir itu hanya laga yang menyediakan tiga angka, itu saja."

Di kancah Liga Inggris Carlo Ancelotti jelas kalah nama ketimbang Sir Alex Ferguson. Namun kalau urusan head to head, rekam jejak masa lalu mengharuskan Fergie untuk mewaspadai Don Carletto.

Chelsea akan menjamu Manchester United di akhir pakan ini. Selain mempertemukan dua tim teratas di klasemen, laga tersebut juga akan menghadirkan racikan strategi dari sepasang pelatih kelas wahid.

Di kubu Chelsea terdapat Ancelotti yang merupakan orang baru di ajang Liga Primer. Pelatih yang didatangkan di musim panas lalu itu bahkan masih belum fasih dalam berbahasa Inggris pada saat pertama kali datang di Stamford Bridge.

Sedangkan di sisi lain Fergie di kubu MU merupakan pelatih yang sudah banyak mengecap asam garam kerasnya kompetisi tertinggi di negeri Ratu Elzabeth tersebut.

Datang ke Old Traford pada tahun 1996, dia merupakan salah satu manajer terlama yang pernah menukangi tim Liga Inggris. Namun Fergie tidak hanya superior pada kuantitas waktu saja, dia juga memiliki catatan mentereng dengan 11 titel liga yang pernah direngkuhnya.

Jika dibandingkan dengan Ancelotti yang masih cukup minim pengalaman, penguasaan medan liga yang dimiliki Fergie jelas bukan tandingan mantan pembesut Milan tersebut.

Namun catatan berkebalikan muncul bila menilik pada track record pertemuan kedua pelatih tersebut pada masa lalu. Ancelotti pernah berhadapan dengan Fergie sebanyak lima kali dengan rincian empat kali bersama AC Milan di ajang Liga Champions dan satu kali bersama Chelsea pada Community Shield di awal musim.

Dari lima duel tersebut, Ancelotti menang empat kali sedangkan satu sisanya menjadi milik Fergie. Setelah pada dua pertemuan di musim 2004/05 yang sama-sama dimenangi dengan skor tipis 1-0, Ancelotti mencatatkan kemenangan meyakinkan 3-0 pada leg kedua semifinal Liga Champions tahun 2007 di San Siro.

Ada pun kemenangan terakhir Ancelotti atas Fergie adalah pada saat membawa Chelsea memenangi Community Shield via adu penalti di awal musim ini. Sedangkan satu-satunya kemenangan Fergie yakni saat melakoni leg kedua semifinal Liga Champions tahun 2007 yang berkesudahan dengan skor 3-2.

Dengan catatan yang tidak berpihak padanya itu, wajar jika Fergie cukup menaruh perhatian pada Ancelotti.

"Saya pikir Ancelotti melakukan hal yang bagus. Dia merupakan pelatih yang hebat sewaktu di AC Milan dengan dua kali memenangi Liga Champions. Dia juga membawa sistem yang berbeda dengan yang dipakai Chelsea yang dulu," tuturnya di ESPN Star.

Sedangkan Ancelotti menolak untuk menggagap laga di akhir pekan nanti sebagai duel dari kedua pelatih di kedua tim.

"Kadang saya menang, kadang dia yang menang, namun pertandingan nanti merupakan laga antara Chelsea dengan Manchester United," tandasnya.




Liga Champion 5 November 2009- Milan vs Madrid : SERI!

PREDIKSI :

HATI KAKA MASIH DI MILAN
Pelatih AC Milan Leonardo mengaku sudah berbicara dengan gelandang Real Madrid Kaka menjelang pertarungan kedua tim. Dari pembicaraan itu Leonardo mengetahui bahwa Kaka masih peduli pada Milan.

Milan akan menghadapi Madrid dalam laga fase grup Liga Champions Rabu (4/11/2009) dinihari WIB. Pemain yang akan menjadi pusat perhatian tentu saja adalah Kaka. Pasalnya ini kali pertama Kaka kembali ke San Siro dengan seragam tim lain.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Kaka. Kami ngobrol tentang banyak hal," demikian kata pelatih Milan Leonardo seperti dilansir dari situs resmi UEFA.

Dari pembicaraan itu Leonardo mengetahui bagaimana perasaan pemain yang enam tahun berseragam Milan tersebut. "Saya paham bahwa Kaka masih peduli terhadap Milan. Dia juga memperhatikan bagaimana hasil pertandingan yang kami peroleh," lanjut suksesor Carlo Ancelotti tersebut.

Bagaimana menjelang laga ini? Apakah dua pria Brasil itu saling "membocorkan" kekuatan masing-masing tim? "Kami sama sekali tidak membicarakan tentang pertandingan Milan kontra Madrid," tutur Leonardo.

Bagaimana pandangan Leonardo sendiri soal laga ini? "Milan sedang dalam momentum positif. Kami baru saja mencatat hasil-hasil positif dan atmosfer yang mendukung. Laga ini tentu saja akan istimewa meski hasil akhirnya tidak bisa diprediksi," tandas pelatih berusia 40 tahun itu.

"Saya pikir Madrid juga tidak akan mengubah taktik atau starting XI. Tiap tim punya caranya sendiri dalam bermain dan menurut saya tidak mungkin mereka menggantinya terlalu sering. Laga ini akan berlangsung seperti pertarungan pertama di Madrid," tutupnya

Melihat daftar belanja kedua kesebelasan di musim panas lalu, AC Milan jelas kalah jauh atas Real Madrid. Tapi karena sudah menang di laga pertama, Rossoneri dianggap Paolo Maldini bisa menang lagi.

Milan justru bisa dibilang mengalami penurunan kualitas skuad dibanding musim lalu mengingat kepergian Kaka dan hengkangnya Carlo Ancelotti. Kondisi tersebut berkebalikan 180 derajat karena Madrid justru melakukan belanja gila-gilaan dengan total menggelontorkan uang sekitar Rp 2 triliun.

Maka saat Diavolo Rosso sukses menundukkan Madrid di Santiago Bernabeu dua pekan lalu, sebuah euforia luar biasa dirasakan Milanisti. Kemenangan tersebut seakan menjadi obat setelah di awal musim Massimo Ambrossini dkk banyak berkutat dengan hasil tak memuaskan di pekan-pekan awal kompetisi.

"Real adalah tim yang hebat dan punya pengalaman yang dibutuhkan untuk membuat diri mereka sendiri menjadi hebat. Mereka punya Kaka, yang luar biasa. Meski dia kesulitan di pertandingan pertama, dia bisa punya performa yang hebat," sahut Maldini seperti diberitakan Marca.

Namun karena sudah berhasil menundukkan Madrid di kandangnya sendiri, legenda Milan itu yakin kalau kemenangan kedua akan bisa diraih dinihari nanti. Leonardo disebut Maldini punya kekuatan yang cukup untuk meraih tiga poin di kandang sendiri.

"Tapi Milan punya yang dibutuhkan untuk bisa menang. Mereka punya keuntungan karena bermain di kandang dan pendukung yang akan memberi suport dengan penuh. Ronaldinho terus berkembang dan Anda akan bisa melihat dia akan memberikan segalanya," pungkas Maldini.

HASIL PERTANDINGAN:

Champions League - Group A
Bayern Munich 0 - 2 Bordeaux
Maccabi Haifa 0 - 1 Juventus

Champions League - Group B
Besiktas 0 - 3 Wolfsburg
Manchester U. 3 - 3 CSKA Moscow

Champions League - Group C
AC Milan 1 - 1 Real Madrid
Marseille 6 - 1 Zurich

Champions League - Group D
APOEL Nicosia 0 - 2 FC Porto
Atletico Madrid 2 - 2 Chelsea


MILAN SERI
Pertarungan AC Milan kontra Real Madrid di lanjutan Liga Champions berakhir tanpa pemenang. Kedua tim yang tergabung di Grup D harus puas dengan hasil imbang 1-1.

Bertanding di Stadion San Siro, Rabu (4/11/2009) dinihari WIB, Madrid unggul terlebih dahulu lewat gol Karim Benzema. Namun tuan rumah Milan membalas lewat penalti Ronaldinho.

Hasil imbang ini menempatkan Milan tetap berada di puncak klasemen Grup D dengan nilai tujuh, unggul atas Madrid yang kalah head to head. Marseille membuntuti di posisi tiga dengan nilai enam berkat kemenangan 4-1 atas FC Zurich.

Jalannya pertandingan
Kedua tim turun dengan nyaris seluruh kekuatan terbaiknya, kecuali Cristiano Ronaldo yang tidak bisa membela Madrid karena masih cedera. Di kubu Milan, Marco Boriello tampil seabgai starter menemani Alexandre Pato.

Meski bermain tandang, Madrid langsung mencoba mengambil alih kendali permainan. Di menit keenam, tendangan Benzema yang memantul tanah memaksa kiper Milan Dida mentip si kulit bundar keluar.

Peluang demi peluang dipetik Madrid. Menit 16, tendangan bebas Xabi Alonso ditinju Dida dan di menit 19, tendangan Benzema dari ujung kotak penalti masih menyamping tipis.

Ronaldinho di kubu Milan tampil apik dan di menit ke-23, umpannya membuat Pato lolos di kana kotak penalti Madrid. Sayang bagi Milan karena Pato terlalu lama menguasai bola dan tendangan lemahnya dapat diamankan kiper Iker Casillas.

Menit 29, Madrid akhirnya memetik gol pertama. Gol ini diawali aksi Kaka yang melewati beberapa pemain Milan sebelum melepaskan tendangan deras yang ditepis Dida dan bola rebound disontek Benzema jadi gol pertama.

Keunggulan Madrid hanya berusia enam menit. Sebuah aksi Gianluca Zambrotta memaksa Pepe handsball di kotak terlarang dan tanpa ampun wasit pun memberi penalti bagi Milan yang lantas dieksekusi dengan sempurna oleh Ronaldinho.

Semenit berselang, Milan kembali merobek gawang Madrid lewat tendangan Pato, tapi gol itu dianulir wasit karena saat menguasai bola, Pato dituding telah handsball.

Di babak kedua, tempo permainan sedikit menurun. Tapi sisi positifnya buat Milan adalah mereka mulai bisa mengimbangi Madrid dan mulai aktif menyusun serangan ke area sang tamu.

Lambannya tempo tercermin dari peluang pertama yang terjadi di menit 60. Benzema gagal membawa Madrid unggul lagi ketika tendangannya dari dalam kotak penalti masih melayang di atas mistar.

Sembilan menit kemudian, giliran Kaka yang mencoba peruntungannya. Tendangan jarak jauh gelandang Brasil itu menyamping di kanan gawang Dida dan dibiarkan oleh kiper sesama Brasil itu.

Madrid coba terus mencari gol kemenangan. Marcelo yang dipasang sebagai gelandang kiri mencoba melepaskan tendangan kaki kanan di menit 73, tapi bola terlalu lemah sehingga Dida mudah saja menjinakannya.

Masuknya Pippo Inzaghi sempat memberi harapan bagi Milan. Namun di menit 82, umpan silang Pato gagal dimanfaatkan Inzaghi karena tendangannya masih melambung di atas gawang Casillas.

Dida yang sempat tampil meragukan menjaga gawang Milan dari kebobolan di menit 86 dan 88. Pertama, tendangan Marcelo ditepisnya, dan yang kedua ganti tendangan Raul Gonzalez yang dibuang jadi tendangan sudut.

Skor 1-1 pun akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.


Susunan pemain
Milan: Dida; Oddo, Nesta, Silva, Zambrotta; Ambrosini, Pirlo, Seedorf; Pato, Borriellon (Inzaghi 79), Ronaldinho.

Madrid: Casillas; Ramos, Pepe, Albiol, Arbeloa; Kaka, Diarra, Alonso, Marcelo; Benzema (Van Nistelrooy 82), Higuain (Raul 75).

BAYERN TAKLUK DI TANGAN BORDEAUX
Girondins Bordeaux mengunci satu tiket ke babak knockout. Kesuksesan itu dicapai usai menggebuk Bayern Munich dengan skor 2-0.

Yoann Gourcuff membuka kemenangan pada menit 37 minutes dalam laga, Rabu (4/11/2009) dinihari WIB. Marouane Chamakh lantas memastikan tiket lewat golnya di menit-menit akhir.

Dengan 10 poin, Bordeaux dipastikan lolos dari Grup A. Sementara Bayern yang tetap di posisi tiga kini menghadapi jalan terjal untuk lolos.

Jalannya Pertandingan

Edson Braafheld langsung mengejutkan tim tamu. Dari sepakan yang tampaknya dia maksudkan sebagai umpan silang, bola malah menghantam mistar gawang Bordeaux di menit ke-4.

Bordeaux coba balas menyerang pada menit 25. Dari umpan silang Wendel, bola mengarah ke Yoann Gourcuff yang tidak terkawal meski bola masih terlalu tinggi.

Bayern membuat area penalti Bordeaux dalam kemelut lewat tendangan bebas Bastian Schwiensteiger pada menit 33. Michael Ciani seperti terlihat menyentuh bola tapi tiada penalti untuk Bayern.

Justru Bordeaux yang unggul delapan menit sebelum jeda. Gourcuff lolos dari kawalan Mark Van Bommel dan menanduk bola ke dalam gawang.

Luca Toni membuat peluang emas dua menit memasuki babak kedua. Dari jarak 10 meter ke arah gawang, Toni tak terkawal meski sepakannya masih melambung.

Pada menit 53 Van Bommel menyepak bola ke arah gawang Bordeaux dari jarak sekitar 13 meter. Usaha ini masih dikandaskan Ciani. Sembilan menit kemudian, usaha Toni bikin gol dikandaskan kiper Cedric Carasso.

Gourcuff ganti berusaha menggandakan keunggulan timnya. Tapi sepakannya di menit ke-78 masih belum tepat sasaran.

Baru pada menit 89 Bordeaux mengunci tiga angka. Dari umpan jauh, kiper Hans-Joerg Butt coba mengantisipasi datangnya bola tapi luput dan Marouane Chamakh pun dengan mudah menyontek bola ke gawang kosong.


Susunan Pemain:

Bayern Munich: 22-Hans-Joerg Butt; 21-Philipp Lahm, 6-Martin Demichelis, 28-Holger Badstuber, 4-Edson Braafheid; 23-Danijel Pranjic, 17-Mark Van Bommel, 44-Anatoliy Tymoshchuk, 31-Bastian Schweinsteiger; 9-Luca Toni, 18-Miroslav Klose.

Girondins Bordeaux: 1-Cedric Carrasso; 21-Matthieu Chalme, 27-Marc Planus, 2-Michael Ciani, 28-Benoit Tremoulinas; 4-Alou Diarra, 5-Fernando, 18-Jaroslav Plasil, 8-Yoann Gourcuff, 17-Wendel; 29-Marouane Chamakh

Hasil Seri A 31 Oktober dan 1 November 2009, Milan Bekuk Parma



Marco Borriello mencetak gol pertamanya buat AC Milan musim ini.
FT Bologna 2 - 1 Siena
FT Catania 1 - 2 Chievo
FT Genoa 2 - 1 Fiorentina
FT Juventus 5 - 1 Sampdoria
FT Lazio 0 - 1 Cagliari
FT Livorno 1 - 0 Atalanta
FT Napoli 2 - 2 AC Milan
FT Parma 2 - 0 Bari
FT Udinese 2 - 1 AS Roma

2-0 Buat Milan dan Borriello..
Marco Borriello jadi pahlawan saat AC Milan menundukkan Parma 2-0. Striker yang musim lalu lebih banyak dibebat cedera itu memborong dua gol kemenangan Rossoneri di San Siro, Minggu (1/11/2009) dinihari WIB.

Kemenangan 2-0 atas Parma membawa Milan naik ke posisi empat klasemen sementara dengan poin 19. Rossoneri menggusur Parma dan Napoli, yang beberapa jam sebelumnya menang 3-2 atas Juventus.

Hasil ini juga jadi bekal positif Milan jelang matchday IV Liga Champions. Tengah pekan depan Diavolo Rosso akan menjamu Real Madrid.

Khusus buat Borriello, dua gol ke gawang Parma ini bisa menjadi awal baru buat striker 27 tahun itu. Sempat jadi striker sangat menakutkan di Genoa, musim lalu Borriello lebih banyak menepi karena terus dibebat cedera.

JUVE TUMBANG
- Juventus mengakhiri rentetan hasil positifnya usai dibekuk Napoli. Bermain di kandang sendiri, Si Nyonya Tua takluk 2-3. Laga ini juga diwarnai kartu merah untuk striker Juve Amauri.

Dalam laga yang digelar di Stadion Olimpico Turin, Minggu (1/11/2009) dinihari WIB, Juve sempat memimpin 2-0 lewat gol David Trezeguet di menit ke-35 dan Sebastian Giovinco menit ke-54.

Napoli bisa mengejar lewat gol Marek Hamsik di menit ke-59. Jesus Datolo mencetak gol penyama di menit ke-65. Sembilan menit sebelum bubaran Hamsik memastikan kemenangan timnya.

Kekalahan membuat Juve gagal menempel Inter Milan di puncak klasemen. Dengan poin 21, posisi anak buah Ciro Ferrara juga rawan disalip oleh tim-tim yang berada di bawahnya.

Kekalahan ini juga mengakhiri rententan kemenangan yang dimiliki Juve dalam tiga laga resmi terakhir, dua di Seri A dan satu di Liga Champions.

Jalannya Pertandingan

Tim tamu mengambil inisiativ serangan lebih dahulu. Di menit ke-17, sundulan Ezequiel Lavezzi yang menyambut umpan Marek Hamsik masih melenceng tipis dari sasaran.

Juve merespon dua menit berselang. Namun bola sodoran Mauro Camoranesi masih gagal dituntaskan oleh Sebastian Giovinco menjadi

Menit ke-23, Napoli kembali mengancam. Kali ini melalui tandukan German Denis yang masih melebar.

Juve harus kehilangan Mauro Camoranesi di menit ke-31 akibat mengalami cedera usai berbenturan dengan Matteo Contini. Diberitakan Eurosport, usai benturan itu kepala Camoranesi berdarah.

Stadion Olimpico Turin bersorak sepuluh menit menjelang jeda menyambut gol yang dibukukan David Trezeguet. Gol ini diawali dari umpan Sebastian Giovinco.

Sembilan menit babak kedua berlangsung, Juve menjauh dengan keunggulan 2-0. Umpan yang dilepas Trezeguet dibuang dengan kurang sempurna oleh Contini. Bola jatuh ke arah Giovinco. Nama terakhir selanjutnya melepas tembakan untuk merobek gawang Morgan de Sanctis.

Tertinggal dua gol, Napoli bangkit. Klub asal Italia Selatan itu memperkecil skor melalui Marek Hamsik di menit ke-59 memanfaatkan umpan Walter Gargano.

Enam menit berselang, melalui sebuah situasi sepak pojok Napoli mencetak gol penyama. Gol ini dibukukan oleh pemain pengganti Jesus Datolo yang belum sepuluh menit berada di lapangan.

Guna mengejar gol, pelatih Juventus Ciro Ferrara memasukkan Amauri.

Alih-alih menambah gol, Bianconeri justru kebobolan. Sembilan menit menjelang bubaran Hamsik kembali menaklukkan Buffon. Gol ini berawal dari tembakan Lavezzi yang sukses ditepis Buffon.

Bola muntah coba dibuang pemain Juve, namun kurang sempurna. Situasi ini dimanfaatkan Hamsik untuk mencetak gol keduanya dalam laga ini.

Juventus harus bermain dengan sepuluh orang usai Amauri menerima kartu merah di masa injury time. Wasit memberikan espulso usai menilai striker berdarah Brasil itu menendang kiper lawan.

Susunan Pemain

Juventus: Buffon; Chiellini, Cannavaro, Grosso, Grygera, Poulsen (Amauri 76'), Felipe Melo, Giovinco (De Ceglie 84'), Diego, Camoranesi (Tiago 31'), Trezeguet

Napoli: De Sanctis; Cannavaro, Contini, Campagnaro (Datolo 58'), Gargano, Cigarini, Aronica, Maggio, Denis (Quagliarella 69'), Hamsik, Lavezzi (Pazienza


Mau Liburan ke Bali ? Paket Liburan ke Bali